Friday, October 4, 2019

Sinopsis Vagabond episode 4 part 4


All content from SBS



Warning: 18+ 

Jadilah pembaca yang bijak


Hae Ri sudah balik lagi kerja di kantor BIN. Kali ini dia berangkat bareng sama Hwa Suk. Hae Ri nggak sengaja lihat Wung yang juga baru berangkat dan langsung sembunyi.

Hwa Suk panik dan jadi ikut sembunyi. Ia bertanya apa Hae Ri sudah minta maaf atas insiden yang waktu itu? Hae Ri bilang kalo dia malu banget. Gimana mau telpon?

Hwa Suk ngerasa kalo Hae Ri terlalu b*doh. Secara mereka pasti akan papasan.

Hae Ri malas dan nggak mau mikirin itu.

Hwa Suk mengingatkan kalo Hae Ri adalah pelakunya dan Wung adalah korbannya. Dia nggak boleh terus menghindar.

Hae Ri frustasi dan nggak mau dengar lagi.

Flashback...



Lagi ada acara makan-makan. Hae Ri mabuk tahu-tahu bangkit dan menatap Wung. Dia ngasih tahu Wung kalo dia dipindahkan ke tempat yang jauh di Afrika.

Wung menanyakan apa yang mau Hae Ri katakan?

Hae Ri mendekat dan bilang kalo Wung adalah miliknya. Dia juga mengatakannya pada yang lain dan melarang mereka buat mengganggu Wungnya.

Kepala Min gedeg lihatnya.

Hae Ri nggak berhenti sampai disitu aja. Dia juga mukul kepala Wung sambil bilang kalo Wung adalah miliknya.

Kepala Min nggak tahan. Dia nyuruh Hwa Suk buat membawa Hae Ri.

Hwa Suk bangkit dan mau mengajak Hae Ri pulang tapi malah didorong. Dia nyuruh Hwa Suk buat diam.

Hae Ri menata rambutnya dan balik sama Wung lagi. Kali ini makin kelewatan. Dia nyium Wung di depan semua orang. Seisi restoran bahkan sampai kaget lihatnya.

Wung kesal banget tapi nggak bisa apa-apa juga.

Flashback end...




Hae Ri sebal sendiri. Hwa Suk sesumbar kalo nggak gara-gara dia Wung pasti sudah menghajar Hae Ri sampai mati.

Hae Ri mau pergi ke ruang penyiksaan dengan harapan agar ingatannya hilang kalo disiksa sama listrik.

Wung makin dekat. Hwa Suk narik Hae Ri dan membuatnya tetap di tempat.

Hae Ri berbalik dan memakai lipstiknya.

Hwa Suk menyapa Wung. Hae Ri berbalik dan menyapa Wung juga. Ia memberitahu kalo ia kembali dari Maroko dua hari yang lalu. Ia mengucapkan selamat atas pemindahannya...

Wung memotong menanyakan apa Hae Ri masih mabuk? Hae Ri menjawab sudah enggak.

Wung merasa mustahil dia ngirim Hae Ri kesana.

Hae Ri membenarkan. Dia memberitahu kalo dia sangat menderita di sana.

Wung melanjutkan kalo harusnya dia mecat Hae Ri aja. Seorang agen yang minum-minum sampai nggak sadar nggak memenuhi syarat.

Hae Ri nggak bisa bilang apa-apa.

Wung lalu pergi.


Hwa Suk malas lihatnya. Ia merasa kalo sikap dinginnya Wung bisa membekukan seluruh kantor. Ia menanyakan apa Hae Ri nggak papa?

Hae Ri mengiyakan. Ia yakin kalo laporannya akan mengubah sikap arogannya Wung.

Hwa Suk sependapat. BIN akan menggila.

Hae Ri mengatakan kalo ia akan mengabaikan tawaran pemindahan dari Tim Inspeksi. Hae Ri lalu pergi dan Hwa Suk mengikutinya.


Hae Ri sudah menempati mejanya. Atasannya nelpon. Ia mengiyakan.

Hwa Suk menanyakan apa itu kepala?

Hae Ri memberitahu kalo kepala Min pasti sudah membaca laporannya. Dia terdengar bahagia.

Hae Ri bangkit mau ke sana.

Hwa Suk merapikan pakaian Hae Ri dan menyemangatinya.




Hae Ri masuk ke ruangan kepala Min. Kepala Min menanyakan apa yang ingin Hae Ri katakan?

Hae Ri meminta alasan kenapa mereka nggak melakukan investigasi.

Kepala Min memberitahu kalo nggak ada cukup bukti.

Hae Ri membantahnya. Mereka punya banyak bukti. Di Maroko ia meriksa percakapan antara Kim Woo Gi dan teroris. Reporter harian Pyeonghwa ...

Kepala Min melanjutkan kalo nggak ada cukup koneksi dengan John & Mark.

Hae Ri meragukan kepala Min telah membaca laporannya secara menyeluruh.

Kepala Min menyebutkan selanjutnya kalo John & Mark mencoba menuntut mereka dan mereka bisa tercoreng di Internasional.

Suara Hae Ri bergetar. Ia mengingatkan tentang jumlah korban sebanyak 211 orang. Jadi bukan saatnya buat mikirin itu.

Kepala Min menyebutkan alasan yang keempat. Dia nggak punya tujuan kalo kehilangan pekerjaan.

Kepala Min bangkit dan menghancurkan kertas laporan dari Hae Ri.

Hae Ri mencoba buat sabar. Dia mengatakan akan langsung lapor ke Direktur.

Kepala Min memberitahu kalo itu adalah perintah Direktur.

Hae Ri kaget dengarnya. Kepala Min mengulanginya. Hae Ri akan ditugaskan ke negara lain. Dia minta Hae Ri buat nyuruh Gun menjaga sikap.

Hae Ri minta video buktinya dikembalikan.

Kepala Min melarang Hae Ri minta sama dia. Minta pada tim inspeksi.

Hae Ri nggak habis pikir. Kepala Min nggak melihatnya?

Kepala Min mengancam Hae Ri. Kalo sampai dia buka mulut tentang ini maka ia akan dipecat.

Hae Ri nggak habis pikir, segitu bencinya Kepala Min sama kehadirannya?

Kepala Min marah. Dia membentak Hae Ri dan menyuruhnya keluar.

Hae Ri menatap Kepala Min tajam lalu keluar.



Hwa Suk kaget. Masalahnya Hae Ri keluar membanting pintu. Dia manggil Hae Ri tapi nggak digubris.

Wung keluar dan melihat Hae Ri jalan dengan kesal.




Wung minum seorang diri. Kepala Gang menghampirinya dan duduk di depannya. Dia ngambil gelas dan minum sama Wung. Kalo minum sendirian di siang hari artinya Wung punya masalah.

Wung memberitahu kalo dia nggak bisa setuju dengan keputusan direktur.

Kepala Gang menanyakan kelanjutannya. Emangnya Wung bisa apa?

Menurut Wung, kalo apa yang Hae Ri katakan benar maka mereka mengabaikan tugas. Apa kepala Gang nggak malu pada diri sendiri?

Kepala Gang malah tersenyum. Apa Wung masih mikir kalo mereka adalah badan intelijen? Ia memberitahu kalo sejak direktur An datang, mereka sudah jadi pesuruh Cheong Wa Dae.

Apa Wung tahu apa tugasnya? Membalas komentar yang mengkritik presiden dan pemerintah dengan kebohongan. Dia ngasih pilihan, menjilat Direktur seperti Min Jae Sik atau melakukan pekerjaan menyebalkan demi gaji kayak dia.

Wung tersenyum. Dia merebut gelas Kepala Gang dan bilang kalo dia nggak bisa melakukan keduanya. Harusnya dia berhenti.




Gun lagi push up. Kwang Duk nelpon. Dia minta maaf atas yang waktu itu. Dia ngajak Gun buat makan. Dia yang traktir.

Gun nolak. Dia nggak papa.

Lily masih ngawasin Gun dan bahkan mendengarkan pembicaraannya juga. Dia melepaskan headphonenya dan ngajak anak buahnya buat mulai karena tamu mereka akan pergi.


Gun semobil sama Kwang Duk. Lily ngikutin di belakang.

Kwang Duk minta maaf tentang yang kemarin.

Gun meminta agar itu nggak dibahas. Memalukan.

Kwang Duk menyadari kalo dia nggak boleh pakai tenaga sebagai seniman bela diri.

Gun minta Kwang Duk berhenti.

Kwang Duk mengalihkan, kalo Gun harus ke tempat lain jam 3 sore. Dia ngajak Gun buat ke tempat dekat situ. Dimana?

Gun malas dan nyuruh Kwang Duk buat lurus aja.

Lily bertanya pada anak buahnya, sudah nemuin gelombang radionya? Sudah.



Mendadak rem mobilnya Kwang Duk nggak berfungsi. Kecepatan mereka malah makin nambah. Kwang Duk nggak ngerti karena itu mobil baru.

Gun menenangkan sambil bantu nyetir.

Mobil makin nggak terkendali. Gun nyuruh Kwang Duk buat pindah ke belakang. Di aja yang nyetir. Kwang Duk nggak mau. Dia nggak bisa pindah sekarang.

Gun mengingatkan kalo dia adalah pemeran pengganti dan nyuruh Kwang Duk buat pindah sekarang juga.

Kwang Duk menurutinya. Dia nyuruh Gun buat pegang setir sementara dia pindah ke belakang.

Gun sudah mengambil alih kemudi. Kwang Duk teriak-teriak mulu di belakang.

Suasana makin tegang. Anak buah Lily ngingetin kalo lampunya masih merah. Lily nggak peduli soalnya programnya nggak berfungsi kalo mobilnya terlalu jauh.

Gun berhasil menghindari mobil di depannya sehingga nggak terjadi kecelakaan. Tapi nggak sama Lily. Dia menabrak beberapa mobil yang sedang berhenti.

Kwang Duk melihatnya dan nunjukin ke Gun.

Gun ngasih tahu kalo mereka mencoba membunuhnya. Kwang Duk kaget. Gun mengingatkan kalo itu aksi terorisme dan mereka terlibat.


Sementara itu di konser amal. Beberapa anak yang menderita penyakit langka sedang bernyanyi.

Jessika ada di bangku penonton dan nampak menikmati pertunjukan.




Kwang Duk nyoba buat nelpon tapi ponselnya juga nggak bisa dipakai.

Gun masuk ke jalan kecil dan nabrak barang-barang yang ada di pinggir jalan.

Di depan ada mobil. Gun sengaja menabraknya. Mobil itu nggak bisa berhenti dan terpaksa belok saat ada tikungan.

Gun pindah ke jalan yang lebih besar.

Ada mobil yang mengangkut motor. Gun melaluinya. Mobilnya berguling dan jatuh dalam posisi terbalik.

Mobil Lily juga berhenti.

Ajaib. Gun keluar dari mobil. Dia juga membantu Kwang Duk buat keluar. Orang-orang berkerumun melihat mereka.

Anak buah Lily bahkan sampai melongo lihat Gun bisa selamat dari kecelakaan itu.

Gun bangkit dan menatap Lily tajam.

Lily bertanya pada anak buahnya. Tahu siapa yang paling sulit dihadapi? B*d*bah beruntung.

Lily menjalankan mobilnya ke arah Gun. Eh, ngiranya mau nabrak Gun tahunya malah lewat doang.

Kwang Duk masih belum bisa bangkit. Dia nanyain Gun ada apa? Ceritain secara detil.

Gun mengingatkan kalo Kwang Duk nggak percaya padanya.

Kwang Duk membantahnya. Sekarang dia percaya. Dia bangkit dan mengulangi kalo dia percaya semuanya.




Jessika menyerahkan sumbangan dari John & Mark dan semua orang bertepuk tangan. Seorang anak memberinya bunga dan Jessika membalasnya dengan pelukan. Anak itu senang dan mencium Jessika.

Jessika neninggalkan tempat amal dengan para wartawan yang mewawancarainya.

Jessika sendiri nggak bilang apa-apa.

Mereka mau masuk mobil.

Gun datang dengan mobil derek. Ia mendorong pintu mobil sampai terlempar.

Jessika dan para wartawan melihatnya aneh dan takut.

Gun turun dari mobil dan menatap Jessika tajam. Mereka saling menghampiri.

Para wartawan mengambil gambar. Matahari masih panas.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episode 4 part 4
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email