Monday, October 7, 2019

Sinopsis Vagabond episode 5 part 2


All content from SBS





Hae Ri datang ke perpustakaan buat ketemu sama Wung. Wung lagi asik baca buku. Eh, padahal tempatnya gelap loh.

Wung nyuruh Hae Ri buat cepat ngomong soalnya tempatnya mau tutup.

Hae Ri meminta Wung buat menjelaskan gimana flashdisk yang diambil sama timnya bisa kena virus.

Wung heran gimana Hae Ri bisa tahu?

Hae Ri mengaku melihatnya sendiri. Wung merasa kalo Hae Ri nggak butuh penjelasan lagi.

Hae Ri merasa kalo Wung mencoba buat nutup-nutupin hal itu. Wung nggak bilang apa-apa. Hae Ri marah mengungkit tentang korban sebanyak 211 orang...

"Perintah Direktur. Musti patuh"

Hae Ri mengingatkan tentang tugas BIN yang selalu Wung katakan padanya. Ia merasa kalo Wung sudah berubah.

Wung malah nyuruh Hae Ri buat membongkarnya sendiri kalo emang dia cukup percaya diri.

"Dikiranya aku nggak berani?"

"Enggak"

Mata Hae Ri berkaca-kaca. Dia lalu pergi ninggalin Wung.

Wung menutup bukunya lalu menghela nafas. Dia mengembalikan bukunya lalu ngambil sesuatu diantara buku-buku. Kamera apa, ya?



Wung nungguin Se Hun di tepi sungai. Nggak lama kemudian Se Hun datang dengan langkah sempoyongan.

Wung mengira kalo Se Hun mabuk. Se Hun membantahnya. Dia cuman pura-pura ternyata.

Wung ngasih Se Hun sesuatu dan memintanya buat ngasih itu ke dewan Lee Sang Bok. Ia pikir mereka lebih berpengaruh daripada kejaksaan.

Se Hun memberitahu Wung kalo Lee sedang dinas ke Jepang dan baru balik akhir pekan ini. Apa itu harus?

Wung mempersilakan Se Hun buat mundur kalo dia nggak mau.

Se Hun nunjukin surat pengunduran dirinya. Ternyata dia selalu bawa itu kemana-mana. Dia minta Wung buat nggak ngomong gitu.

Wung nggak membalas.

Se Hun menanyakan gimana kalo Hae Ri membocorkannya ke media?

Wung merasa kalo Hae Ri nggak akan punya keberanian atau kemampuan. Pun kalo dia bicara maka mereka selalu bisa menyangkalnya.




Eh, Hae Ri ternyata merekam apa yang dia bicarakan dengan Wung tadi di ponselnya. Pas dia lagi mendengarkan tahu-tahu Gun nelpon.

Mereka ketemu sambil makan. Hae Ri cerita ke Gun kalo videonya ilang kena virus.

Gun marah. Dia mengingatkan tentang wartawan yang meninggal saat mereka baru balik ke Korea. Dia aja hampir terbunuh.

Hae Ri mengiyakan. Terus kenapa?

Gun menduga kalo ada mata-mata di BIN yang kerja buat John & Mark. Mereka harus nemuin orang itu.

Hae Ri nggak semangat kayak biasanya. Dia mengakui kalo dia nggak punya kuasa sebesar itu.

Gun lalu nanyain O Sang Mi siapa yang nyelidikin? Dengan sangat berat Hae Ri bilang kalo nggak ada penyelidikan.



Gun kesal. Dia bangkit dan ngamuk. Mecahin gelas, menendang kursi. Katanya mereka melayani rakyat. Hae Ri minta dia buat percaya karena mereka adalah ahlinya. Nyatanya?

Mata Hae Ri merah. Dia minta Gun berhenti. Kenapa juga Gun neriakin dia? Dia sudah melakukan semampunya. Dia harus ngelakuin apa kalo atasannya menutupnya?

Hae Ri malas berdebat sama Gun dan mau pergi. Gun menahannya. Dia menebak kalo Hae Ri melakukannya demi promosi. Dan karena sudah nggak bisa makanya mundur.

Gun minta Hae Ri buat nemuin kebenarannya. Bukankah mereka dibayar dari pajak rakyat? Apa Hae Ri nggak punya tanggung jawab sebagai PNS?

Hae Ri menceritakan tentang ayahnya yang wafat setelah menyelamatkan 8 nyawa di militer. Dia jadi pahlawan tapi hidup sangat berat bagi keluarganya. PNS, tanggung jawab, dia nggak peduli soal itu. Dia melakukannya cuman buat hidup.

Kalo dia dipecat maka keluarganya harus hidup di jalanan. Yang lagi kesulitan bukan Gun doang.

Mata Gun berkaca-kaca. Dia melepaskan tangan Hae Ri.


Gun pulang ke rumahnya. Kayaknya dia mabuk. Dia melihat baju tidur Hoon di sofa. Ia mau ke kamar Hoon.

Di pintu ada gambarnya Hoon. Kamarnya Hoon. Tolong ketuk. Dia jadi sedih lagi. Gun hanya bisa bersandar di dekat pintu sambil nyiumin bajunya Hoon. Gun nangis.



Di rumah Hae Ri mendengarkan rekaman itu lagi. Dia bingung antara mau membaginya atau menghapus.

Hae Ri nggak tahu keputusan apa yang ia harus ambil sampai ia melihat foto ayahnya bersamanya saat ia masih kecil. Dia nangis.


Hae Ri kebangun keesokan harinya saat ia dengar berita tentang para keluarga korban B357 yang akan ketemu sama presiden untuk membicarakan kompensasi jatuhnya pesawat.

Seketika dia bangun dan melihat jam. Jam 9. Dia merasa nggak punya waktu lagi. Ia bangun dan nelpon Gun.

Lah, Gun juga masih tidur.

Hae Ri sambil menyikat gigi dan milih baju  ngasih tahu kalo ada yang mau dia katakan. Dia akan ke tempatnya Gun.

Gun masih belum ngeh tapi Hae Ri sudah menutup telponnya.


Ada yang menekan bel. Gun sudah mandi. Dia mengira kalo itu Hae Ri.

Gin mengintip lewat lubang pintu. Bukan Hae Ri. Dia kan Lily?

Lily mengaku sebagai tetangga baru. Dia membawakan kue beras buat Gun.

Gun ragu mau membukakan. Lily berniat buat meninggalkannya di depan pintu.

Nggak disangka Gun malah keluar. Dia mengambil makanan itu dan berterima kasih.

Lily menyemprotkan sesuatu ke mata Gun. Gun jadi lengah. Kuenya jatuh.

Gun menyerang dan mencekik Lily. Dia menanyakan siapa yang nyuruh Lily? John & Mark?

Gun hilang kesadaran. Dia pingsan. Lily lalu nelpon timnya.


Nggak butuh waktu lama, ambulans datang. Lily membawa Gun ke ambulans itu. Barengan dengan Hae Ri yang baru saja sampai.

Hae Ri  nggak tahu kalo itu Gun, karena emang tubuh Gun ditutupi kain. Ia naik ke atas. Di depan pintu Gun ada makanan yang berceceran. Pintunya juga nggak dikunci.

Hae Ri masuk dan manggil Gun tapi nggak ada balasan. Ia langsung ingat sama pasien yang dibawa sama paramedis dibawah tadi. Ia segera keluar dan mendapati ambulans itu baru jalan.

Sambil lari Hae Ri melapor ke polisi kalo ada penculikan.


Di dalam mobil ambulans anak buahnya Lily bersiap buat ngasih suntikan ke Gun. Tiba-tiba mobil berguncang. Dan itu membuat Gun sadar.

Gun nggak bisa bangun karena tangannya terikat.

Rupanya di depan ada Hae Ri. Ia emang sengaja melakukannya. Ambulans berusaha buat ngambil jalur lain tapi Hae Ri selalu menghalangi.

Kecepatan mereka makin bertambah. Hae Ri terpaksa berhenti karena ada lampu merah sementara mobil ambulans itu terus melaju.



Di dalam sudah lebih tenang. Anak buah Lily bersiap buat nyuntik Gun. Tiba-tiba Gun bangun dan menjatuhkannya.

Lily panik. Dia mencekik Gun pakai stetoskop. Gun menarik Lily dan menjatuhkannya. Ia lalu melepaskan ikatan di tangannya.

Anak buah Lily menendang Gun. Gun menendangnya balik.

Sopir menarik Gun dan membuat mobil hampir nabrak.

Gun ngambil suntikan yang disiapkan buat dia. Ia menggunakannya buat nusuk sopir. Sopir itu kesakitan dan hampir nabrak truk di depan.

Beruntung dia masih bisa menghindar. Ambulans berguling dan terbalik.

Lily adalah orang pertama yang sadar. Dia membangunkan anak buahnya dan nyuruh pergi kalo nggak mau mati.

Mereka keluar dari mobil. Anak buah Lily ngambil tabung oksigen dan berniat menghantamkannya ke Gun.

Lily malah menamparnya. Ia mengingatkan kalo mereka dibayar bukan buat membunuh. Anak buah Lily yang lainnya datang dengan sebuah mobil.

Lily nyuruh anak buah yang pertama buat ngambil jarumnya lalu naik ke mobil.



Gun sadar. Dia berusaha buat bangun dan keluar dari ambulans.

Mobil polisi datang. Mereka menolong Gun dan mau membawanya. Ambulans akan datang sebentar lagi.

Mobil Hae Ri sampai. Dia nyuruh Gun buat ikut dia. Mereka nggak punya waktu lagi. Gun menurut. Mereka pun pergi dari sana.

Polisi bingung.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episode 5 part 2
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email