Sunday, October 13, 2019

Sinopsis Vagabond episode 7 part 3


All content from SBS




Bandara Tangier Ibnu Battuta, Maroko


Wung dan yang lainnya turun dari pesawat. Hae Ri menengok kebelakang melihat Gi.

Gun dengan pakaian serba hitam jalan mengikuti Hae Ri dan rekan-rekannya.

Wung bilang ke tim kalo dia akan ke kantor polisi sama Hae Ri dan minta mereka untuk melanjutkan.

Se Hun mengiyakan.

Hae Ri melihat Wung dan Se Hun. Dirasa suasana sudah aman. Ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke Gun.

Gun sendiri ternyata mengikuti di belakang. Ia menerima pesan Hae Ri.



Kantor polisi Tangier


Kepala polisi di sana mengatakan kalo ia mendapat permintaan kerja sama tapi belum di setujui.

Hae Ri menerjemahkannya untuk Wung.

Wung menghela nafas jesal. Dia nyuruh Hae Ri untuk menanyakan kapan kepala polisi akan setuju?

Hae Ri menurut dan menanyakannya. Kepala polisi mengaku nggak tahu. Hae Ri lalu memberitahukannya ke Wung.

Wung nyuruh Hae Ri bilang ke polisi untuk nelpon mereka saat disetujui. Ia lalu bangkit mau pergi.

Belum juga Hae Ri menerjemahkannya, polisi mengatakan kalo Wung harus menghentikan investigasi kalo ada komplain dari penduduk.

Wung nggak paham dan menanyakan pada Hae Ri apa yang barusan dikatakannya?

Hae Ri mengulanginya apa adanya.

Wung menatap polisi itu dan memberitahu kalo itu nggak akan terjadi. Dia lalu beneran pergi.

Hae Ri meyakinkan polisi kalo mereka akan berhati-hati jadi nggak usah khawatir. Ia lalu nyusul Wung.



Polisi itu memastikan kalo Wung sama Hae Ri sudah pergi. Dengan sangat mencurigakan dia llau mengambil ponselnya dan nelpon seseorang. Ia bilang ke orang itu kalo ia sudah menangani sesuai permintaan. Nggak ada kerja sama sama mereka.

Eh, ternyata orang yang polisi itu telpon adalah Jessika. Dia bilang ke polisi kalo mereka harus menemukan Kim Woo Gi sebelum BIN.

Polisi merasa kalo itu terlalu berisiko.

Jessika mengingatkan kalo tempo hari Jenderal Usama sangat memuji polisi itu. Dipikirnya ia akan jadi kepala yang handal di kepolisian.

Polisi itu termakan omongan Jessika. Ia nampak senang mendengarnya.

Jessika terus membesarkannya. Ka5anya Jenderal Usama sangat ingin mendengar ucapannya. Ia menanyakan ke polisi itu, apa yang harus dia katakan?

Polisi itu mengitakan dan menjanjikan akan menangkapnya sendiri.

Jessika tersenyum puas setelahnya.




Sambil makan Min Jae Sik menyindir kalo kayaknya berjalan mulus.

Jessika sebal melihat Min. Dia menghampirinya dan nenanyakan kapan dia pergi?

Min Jae Sik mengingatkan kalo dia menunggu saat yang tepat.

Jessika sinis menanyakan gimana kalo mereka mengurus semuanya dan Min Jae Sik hanya nenunggu di sana?

Min malah santai. Ia rasa itu bagus karena semua sudah terurus.

Jessika makin kesal. Dia lalu nyuruh sekretarisnya untuk menghubungi Shadow.

Min Jae Sik mengatakan kalo sekarang dia pasti lagi sibuk mengasah pedangnya.

Sekretaris nggak menggubris dan tetap nelpon. Sayang nomornya nggak bisa dihubungi.

Min Jae Sik nengatakan kalo mereka melakukan kesalahan tapi mereka nggak seceroboh yang Jessika duga.

Jessika langsung menatap Min.

Min menyuruh Jessika untuk melihat tarian pedang nanti.


Kim Woo Gi menggigil di tempatnya. Seseorang mengetuk pintu. Kim Woo Gi langsung bangkit dan membukakan.

Seorang pria masuk sambil membawa sesuatu. Kim Woo Gi menanyakan di mana permennya?

Pria itu memberikannya. Kim Woo Gi menciumnya lega. Kayaknya bukan permen, deh. Narkoba jangan-jangan.

Nggak lama kemudian orang itu sudah selesai menyuntik Kim Woo Gi. Kim Woo Gi lebih tenang. Dia memberikan uang pada orang itu dan menyuruhnya untuk mengambilkan air dan sisanya bisa disimpan.

Orang itu mengiyakan lalu pergi.

Kim Woo Gi membuka laptopnya dan membaca berita tentang hilangnya O Sang Mi yang kemungkinan diculik.

Wajahnya kembali tegang. Kebenaran tentang kecelakaan pesawat B357 telah menjadi misteri. Berita lainnya, O Sang Mi dan Kim Woo Gi telah menghilang. Di mana Kim Woo Gi bersembunyi? o menggunakan ponsel sekali pakai.

Kim Woo Gi makin panik. Dia bangkit  terus menatap ke arah jendela. Ia mengambil palu di lemari lalu menggunakannya untuk merusak ponselnya.


Se Hun melapor ke Wung kalo ponselnya Kim Woo Gi mati.

Wung kesal dan menanyakan apa maksudnya.

Se Hun merasa yakin kalo mereka dapat sinyal saat masuk van. Tapi sekarang hilang.

Wung menduga kalo mungkin dia tahu mereka ada di sana.

Hae Ri melihat berita melalui ponselnya. Ia memberitahu kalo berita hilangnya O Sang Mi muncul di berita.

Wung langsung mendekat. Ia merebut ponsel Hae Ri dan melihatnya sendiri.

Se Hun menduga kalo itulah penyebabnya. Ia menenangkan kalo Kim Woo Gi masih radius 3 km jadi mereka pasti menemukannya tepat waktu. Dia bertanya pada Hae Ri kenapa nggak ada polisi lokal?

Hae Ri memberitahu kalo ada penundaan prosedur jadi butuh waktu.

Se Hun menyayangkan karena sinyalnya akan hilang.


Wung rapat dengan timnya. Mereka akan membagi areanya menjadi 3 wilayah.

Sebuah drone terbang di area itu. Anak-anak bermain gembira.

Wilayah A akan diawasi oleh Robin dan Gorila.

Wilayah B oleh Mustang dan Zombie.

Plato memegang ruang kendali.

Wung dan Hamster akan mengawasi wilayah C.

Wung memberitahu kalo air di wilayah itu bila diminum oleh orang Asia akan mengakibatkan sakit perut dan diare. Artinya Kim Woo Gi harus membeli minuman kemasan botol. 

Se Hun mengangguk.

Wung nyuruh mereka untuk mengecek wilayah masing-masing. Apakah ada pria Asia yang membeli banyak air minum. Ia meminta mereka untuk bergerak mulai sekarang.

Mereka mengiyakan lalu bangkit untuk melaksanakan tugas.



Hae Ri bangkit dan manggil Wung. Ia mengingatkan kalo Wung belum menyebut Elsa. Ia menanyakan harus kemana?

Wung malah nyuruh Hae Ri untuk mencari makanan Korea. Hae Ri nggak ngeh. Wung terpaksa mengulangi, air dan makanan. Ia rasa agen mereka membutuhkannya.

Hae Ri kesal. Maksudnya dia...
Wung memotong dan nyuruh Hae Ri jadi cadangan. Ia menekankan kalo tugasnya Hae Ri sangat penting untuk operasi itu.

Hae Ri hanya mendengus lalu menghampiri Wung. Kalo emang itu sangat penting maka orang lain bisa melakukannya. Dia nggak mau jadi gadis antar.

Se Hun langsung menegur Hae Ri agar nggak begitu.

Hae Ri nggak ngerti kenapa Wung mendebaknya sebelum memberi kesempatan? Seberapa jauh Wung tahu tentangnya? Srmangat dan keahliannya sama seperti agen lain.

Wung memotong dan mengatakan kalo agen seperti Hae Ri tewas di lapangan. Hae Ri langsung terdiam. Wung menilai kalo Hae Ri agen yang nggak berpengalaman tapi terlalu bersemangat. Ia selalu bisa pulang.

Wung lalu pergi.


Se Hun merasa kalo Wung keterlaluan. Dia kan nggak perlu sekasar itu. Ia berusaha membesarkan Hae Ri kalo Wung peduli sama Hae Ri.

Hae Ri membantahnya. Wung nggak memperdulikannya tapi mencoba menyingkirkannya.

Se Hun malah tertawa. Ia memberitahu kalo saat ia pertama bekerja untuk Wung. Ia harus mengurus atasannya selama 6 bulan. Ia menasehati kalo ini adalah peluang Hae Ri untuk mempelajari trik dari agen lain.

Hae Ri hanya menghela nafas.




Akhirnya Hae Ri menuruti apa yang disuruh sama Wung. Ia berbelanja makanan dan minuman.

Tiba-tiba ada orang mencurigakan yang muncul di belakangnya. Orang berpakaian hitam itu nendekati Hae Ri.

Hae Ri menyadarinya. Dia berbalik dan menodongkan wortel ke orang itu. Orang itu membuka cadarnya dan ternyata dia adalah Gun.

Hae Ri menurunkan wortelnya dan menghela nafas lega. Ia mengomentari pakaian Gin yang kayak Darth Vader. Apa itu halloween?

Gun memberitahu kalo itu disebut menyamar. Ia nembandingkannya dengan Hae Ri. Dia bahkan bisa mengenali Hae Ri dari jauh.

Hae Ri memberitahu kalo Gun nggak bisa menutupi bunga dengan kertas koran.

Hae Ri malas dan lanjut belanja.

Gun heran Hae Ri nggak menginvestigasi malah belanja. Dia bertigas buat memasak?

Hae Ri menghela nafas. Dia paham kalo Gun amatir. Ia memberitahu Gun kalo ia sukarela ikut tugas itu.

Gun nggak paham dan bertanya kenapa?

Hae Ri sedikit mendekat dan memberitahu kalo orang Korea nggak minum air lokal. Ia yakin kalo Kim Woo Gi akan kesana untuk membeli air mineral. Itu adalah intel yang berharga dan nggakvada agen lain yang tahu tentang itu. Ia meminta Gun untuk ingat.

Gun mengatakan kalo nggak ada alasan untuk mengirim agen kayak Hae Ri ke pasar swalayan. Ia berpikir kalo bosnya Hae Ri pasti g*la.

Hae Ri heran. Kenapa Gun tiba-tiba memujinya?

Gun menanyakan siapa yang mengetahui kalo kecelakaan pesawat adalah serangan teror? Ia mengacungkan jempolnya dan mengatakan kalo Hae Ri adalah agen khusus terbaik BIN.

Hae Ri tersenyum malu sambil menyingkirkan jempol Gun. Nggak terbaik juga. Dia hanya sedikit beruntung.

Gun mendekat dan meminta Hae Ri untuk bekerja sama dengannya. Kalo Hae Ri mengintai dan Kim Woo Gi mengetahuinua maka seluruh operasi akan hancur. Tapi kalo mereka bekerja sama dan menangkap b*debah itu maka...

Hae Ri kesal dan nyuruh Gun untuk diam. Jadi itu tujuannya Gun ngomong manis?


Hae Ri mau pergi tapi kereta belanjanya malah nggak sengaja menabrak seorang pria yang lagi beli banyak air minum kemasan. Eh, itu kan pria yang disuruh belanja air minum sama Kim Woo Gi?

Gun membantu Hae Ri mengambil botol pria itu yang jatuh tadi.

Pria itu nggak bilang apa-apa dan pergi gitu aja.

Hae Ri kembali menatap Gun. Ia memberitahu kalo polisi lokal akan membantu investigasi mereka. Ia melarang Gun untuk mengacau.

Gun nggak bilang apa-apa dan membiarkan Hae Ri pergi. Ia mengingatkan kalo ia tetap menunggu kalo Hae Ri berubah pikiran.

Hae Ri nggak peduli dan jalan terus.



Polisi bergerak mencari Kim Woo Gi dengan mendatangi tiap rumah. Sayang orang-orang itu nggak ada yang pernah lihat.

Ternyata para polisi itu bukannya sedang membantu BIN.

Kepala polisi sedang telponan sama Jessika dan menjanjikan kalo Kim Woo Gi akan langsung dihabisi saat dia terlihat.

Jessika berpesan agar kepala polisi itu berhati-hati. Jangan sampai BIN tahu tentang itu.




Ada yang datang. Jessika langsung menutup telponnya.

Orang-orang dari BIN yang diketuai oleh Kepala Gang datang. Sekretaris Jessika bangkit dan nyuruh kepala Gang untuk pergi tapi kepala Gangnya nggak menggubris.

Kepala Gang menunjukkan surat perintah geledah dan penyitaan Jessika

Sekretaris Jessika mengambilnya dan membacanya.

Kepala Gang nggak begitu peduli dan langsung menyuruh anak buahnya untuk menggelefah semua ruangan.

Jessika sendiri hanya diam. Dia tersenyum sengit ke kepala Gang dan memberitahu kalo kepala Gang membuat kesalahan besar.

Kepala Gang minta Jessika membiarkannya membuat kesalahan lain. Dia minta Jessika untuk ikut dengannya.

Sekretaris Jessika menyarankan agar Jessika menolaknya karena warga asing nggak wajib turut serta sebagai saksi.

Kepala Gang membantahnya. Dia mengambil borgol dari tangan bawahannya dan menarik tangan Jessika. Bukan sebagai saksi. Mereka menangkap Jessika tanpa surat perintah atas kecurigaan terkait kecelakaan B357.

Kepala Gang memborgol tangan Jessika. Ia menatap sekretaris Jessika yang juga adalah seorang pengacara. Harusmya dia tahu kalo warga asing juga bisa ditangkap. Ia lalu menugaskan anak buahnya untuk memberitahu hak-hak Jessika.

Anak buah Kepala Gang mengiyakan. Kepala Gang lalu pergi.


Anak buah Kepala Gang menghadap Jessika dan memberitahu kalo ia ditahan karena melanggar Undang-undang Keamanan Nasional.

Sekretaris Jessika minta Jessika untuk bertahan selama 48 jam. Kalo kesalahannya nggak terbukti selama 48 jam maka mereka nggak akan dapat surat perintah dan Jessika bisa mengajukan petisi.

Jessika tersenyum lega.

Jessika pergi bersama kepala Gang. Sekretarisnya lalu nelpon seseorang dan memberitahu kalo BIN telah menangkap Jessika. Ia marah karena orang di seberang hanya mengatakan sesuatu yang nggak membantu.

Ia menyarankan agar orang itu mengambil keputusan yang bijak. Pun dalam kondisi terburuk mereka akan tetap hidup tapi orang itu akan mati.




Gedung GA Blok NA


Jessika dibawa ke markas rahasia dan dipertemukan dengan Edward yang ternyata sudah menunggunya.

Jessika yang nggak suka dengan Edward menyindir kalo itu adalah tempat yang aneh untuk bertemu. Ia duduk.

Edward memberitahu kalo ia dipanggil sebagai saksi.

Jessika menduga kalo Edward tahu banyak tentang dirinya sebagai saksi.

Edward hanya tersenyum. Ia mendekat dan memberitahu kalo orang-orang itu sangat gigih. Ia menenangkan Jessika kalo ia belum bilang ke mereka kalo ia dan Jessika pernah tidur bersama.

Jessika nggak merespon.

Hwa Suk dan yang lain mengawasi melalui kaca di ruang sebelah. Dia suka situasi canggung itu. Sementara Kepala Gang malah nampak tegang.

Jessika menyindir kalo Edward sudah berubah. Dia nggak menangani urusannya dengan cara yang kotor.

Edward membalas kalo Jessika juga nggak pernah sekejam itu.

Jessika mulai kesal. Dipikirnya Edward sudah memenangkan permainan itu?

Edward mengingatkan kalo ia nggak pernah kalah dari penjahat.

Jessika mengingatkan agar jangan pernah yakin atas apapun dalam bisnis itu. Itu yang Edward ajarkan padanya.

Edward melarang Jessika memaksakan hal yang nggak bisa dipaksakan. Ia juga mengajarkan hal itu. Jessika berkuasa menjatuhkan pesawat itu.

Mata Jessika berkaca-kaca. Edward tahu benar kalo itu bukan dia.

Edward mengangguk. Ia melihat tangan Jessika dan ingat kalo Jessika pernah diborgol sebelumnya di Ekuador. Dan ialah yang melepaskan borgol itu.

Jessika tersenyum menantang. Dia nyuruh Edward buat mengingat kalo dia juga akan diborgol. Soon.

Edward tersenyum. Ia tertawa.


Hwa Suk mengingatkan kalo sudah 4 jam. Apa kepala Gang nggak akan menginterogasinya?

Lah, Kepala Gang malah akan memanaskannya selama 40 jam dan menginterogasinya selama 4 jam.

Hhh Hwa Suk hanya bisa menghela nafas lalu lanjut mengawasi.

Wow 14 halaman

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episode 7 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email