Wednesday, October 16, 2019

Sinopsis Vagabond episode 8 part 2


All content from SBS




Kepala polisi memberitahu sekretaris Jessika kalo mereka nggak bisa menahan Kim Woo Gi terlalu lama. Paling lama 2 hari.

Sekretaris Jessika memintanya untuk menahan selama mungkin. Orangnya akan segera kesana.

Sekretaris Jessika bertanya pada kepala Min kapan Jessika akan bebas? Kata kepala Min paling lambat besok pagi.

Sekretaris Jessika kayak nggak yakin gitu.

Kepala Min menunjukkan berkas di tangannya dan mengatakan kalo Shadow akan mengeceknya malam ini. Dia lalu bangkit dan ninggalin sekretaris Jessika.


Direktur nelpon sekretarisnya dan memberitahu kalo ia akan bertemu dengan presiden pukul 8.30.

Ia lalu mengambil ponselnya yang lain. Orang itu ngajak direktur untuk makan malam. Direktur melihat jam tangannya lalu mengiyakan.




Direktur makan malam bersama dengan sekretaris Yun.

Sekretaris Yun menuangkan minuman untuk direktur. Dia dengar direktur telah menangkap Kim Woo Gi. Tapi apa hal itu akan membuat presiden senang?

Presiden selalu memikirkan hal terbaik untuk rakyatnya. Menurutnya rencana F-X bekerja dengan John & Mark lebih bagus untuk kepentingan rakyat.

Menurut sekretaris Yun, menangkap dalang dari kecelakaan pesawat, pelaku teroris mengaku kalo John & Mark ada di balik serangan itu adalah kabar buruk bagi presiden.

Direktur menanyakan maksud sekretaris Yun.

Sekretaris Yun meminta agar direktur merombak satuan tugas yang bertanggung jawab untuk menginvestigasi. Nggak ada lagi kepala Gang Ju Cheol dan semua anggotanya.

Direktur menyimpulkan kalo dia harus menutup kebenaran?

Sekretaris Yun menganggap kalo itu adalah kebenaran yang mengganggu.

Direktur marah. Srkretaris Yun, dah g*la apa, ya?

Sekretaris Yun memotong, pertunjukan akan tetap berlanjut asal ada penjahatnya. Demi presiden dan demi kepentingan bangsa ia rela menanggung mahkota duri.




Direktur nggak mau. Ia bangkit dan mau keluar. Tiba-tiba Min Jae Sik muncul dan membuka pintu. Direktur nampak terkejut. Ia menyimpulkan kalo sejretaris Yuh adalah bagian dari kejahatan.

Min Jae Sik masuk. Ia menunjukkan berkas yang ia bawa. Itu adalah dokumen tentang korupsi direktur saat menjabat Kepala Keamanan di gedung biru. Direktur diperas habis-habisan oleh perusahaan indusyri pertahanan dan juga dua kali menerima suap dari Dynamic.

Direktur geram dan menegur Min Jae Sik.

Sekretaris Yun bangkit. Min Jae Sik  menambahkan kalo saham yang diberikan oleh saudara iparnya naik 5 kali lipat. Direktur mendapatkannya secara gratis dengan jalan yang bijaksana.

Direktur marah dan menarik kerah Min Jae Sik.

Sekretaris Yun mengancam kalo dokumennya terkuak, maka Direktur dan rekannya akan merugi. Partai oposisi yang mengincar pemilu selanjutnya akan sangat semangat.

Direktur melepaskan Min Jae Sik. Ia ingin menanyakan pertanyaan yang sama pada sekretaris Yun, dipikirnya skema s*alannya akan menyenangkan presiden?

Sekretaris Yun mengingatkan kalo dia sudah 15 tahun menjadi sekretarisnya. Semenjak dia masih menjadi anggota dewan. Ia merasa kalo nggak ada yang lebih tahu pemikiran presiden selain dirinya.

Direktur membantahya. Ia akan melakukan hal yang menurutnya benar. Ia mempersilakan sekretaris Yun untuk melakukan apapun yang ia mau.

Direktur pergi. Min Jae Sik mengeluhkan direktur meradang. Ia bertanya bagaimana kalo mereka disalahkan?

Sekretaris Yun nggak bilang apa-apa.




Direktur datang ke gedung biru. Ia nampak tegang saat sedang menunggu. Sekretaris Seo menghampirinya dan mempersilakannya untuk masuk.

Direktur masuk. Rupanya presiden sedang dipijat. Direktur merasa nggak nyaman dan mengatakan akan menunggu di luar.

Presiden menanyakan apa itu penting. Ia memberitahu kalo mereka baru aja mulai jadi akan butuh waktu.

Direktur mendekat dan memberitahi kalo itu adalah sesuatu yang harus presiden tahu.

Presiden menoleh dan mengaku tegang, direktur sampai mengganggu sesi pijatnya.

Wanita yang memijat presiden tiba-tiba meminta maaf. Presiden memintanya untuk melanjutkannya. Ia lalu naik ke punggung presiden.

Direktur nggak enak lihatnya dan memalingkan wajahnya. Presiden mendengar kalo stres bisa menyebabkan kanker. Ia menanyakan kesehatan direktur Ahn. Apa dia baik-baik aja?

Direktur mengiyakan.

Presiden mengatakan kalo ia sakit karena direktur BIN sangat sehat. Lemburnya akan meringankan kerjanya.

Direktur meminta maaf.

Presiden menyinggung tentang ulasan Harian Minju yang mengkritisi secara buta jet tempur masa depan. Ia memberitahu kalo ia mendukung John & Mark bukan karena punya agenda tapi karena itu adalah kesepaka5an bagus untuk membantu kemandirian peryahanan nasional. Kecuali klaim dari Cha Dal Gun yang nggak ada buktinya. Apa ia salah?

Direktur mau mengatakan yang sebenarnya. Tapi entah kenapa ia memilih untuk nggak jadi mengatakannya.

Presiden menanyakan kenapa direktur membiarkan ulasan itu terbit? Pers itu kayak anak kuda yang akan menjadi liar saat kekangnya dilepas. Itulah sebabnya ia menjadi lemah sementara Direktur kuat. Presiden lalu nyuruh direktur untuk nunggu di luar.

Direktur nggak bilang apa-apa dan langsung keluar.

Presiden mengaku pusing. Ia menanyakan apa ada yang tewas karena darah tinggi saat dipijat?

Wanita itu menjawab nggak ada. Ia lalu memijat kepala presiden.

Presiden mengatakan kalo menjadi pendukung setia itu mudah. Bertugas secara tulus agar ia bisa melakukan tugas negara. Eh, itu kok tangannya presiden kemana-mana?




Di luar direktur bertemu dengan sekretaris Yun yang beneran membawa dokumen tentang korupsi Direktur Ahn.

Sekretaris Yun merasa kalo direktur mengalahkannya. Ia telah banyak berpikir saat dalam perjalanan. Mereka melakukannya demi tugas negara. Tapi cara berpikir mereka sangat berbeda.

Sekretaris Yun mau melewati direktur. Direktur mmberitahu kalo presiden bisa terluka kalo ada yang nggak beres.

Tapi sekretaris malah bilang kalo itu karena presiden nggak tahu. Dia nggak pernah diberi tahu tentang itu.

Direktur menatap sekretaris Yun dan mengaku ingin mendengar rencananya. Apa tujuannya nerombak satuan tugas? Apa bedanya dengan mengganti satu tim?

Sekretaris Yun mendekat. Ia memberitahu kalo besok Kim Woo Gi akan mati. Mereka ingin pemakaman yang rapi dan sunyi. Dan untuk melakukannya mereka perlu mengubah ketua pelayat.




Lily bertemu dengan kepala polisi Maroko. Eh, di sana juga ada pak Kim. Pak Kim ikut menyapa Lily dan memperkenalkan diri. Lily nggak mau menyalaminya. Mereka di sana bukan buat hal baik soalnya.

Lily mengaku dengar kalo polisi akan melepaskan Kim Woo Gi pagi ini. Kepala polisi membenarkan dan memberitahu kalo nanti malam Kim Woo Gi akan pergi.

Lily minta kepala polisi untuk bertindak cepat. Kalo semuanya aman terkendali maka ia nggak akan mengecek lagi.

Polisi meminta Lily agar nggak membuat keributan. Lily nyuruh kepala polisi untuk mrnangani kemacetan jalan dan dia yang akan ngurus sisanya.

Kepala polisi mengiyakan.

Kim Do Su minta Lily untuk memberitahunya tentang apa yang mereka bicarakan tadi.

Lily malas. Dia kan bukan penerjemah. Dasar amatir!


Kim Do Su mengingatkan kalo Lily harus bekerja dekat dengannya. Lily mengatakan kalo Kim Do Su hanya akan mendapat untung darinya. Parasit!

Kim Do Su manggil Lily j*lang. Apa dia punya permintaan terakhir?

Luly meremehkan, berapa sih dia dibayar sama BIN?

Kim Do Su membalikkan, berapa John & Mark membayarnya?

Lily akan memberikan bayarannya asal Kim Do Su nggak usah mengganggunya.

Mereka malah jadi terus bertengkar dan puncaknya Lily ngambil senjatanya dan menodongkannya ke Kim Do Su.

Kepala polisi bangkit dan menenangkan. Lily menyimpan senjatanya lagi.




Hae Ri menyiapkan kamera di markas. Tiba-tiba agen yang tempo hari meremehkannya malah jadi minta maaf dan mengacungkan jempol hae Ri sampai heran lihatnya. Dia sampai nanyain ke Gun, dia tadi ngacungin jempol?

Lah Gunnya malah bilang kalo mungkin maksudnya lain.

Nggak lama kemudian Se Hun masuk sama yang lainnya. Dia bertanya pada Hae Ri, sudah siap interogasi?

Hae Ri mengiyakan. Se Hun lalu bilang kalo Mustang pingin ngomong sesuatu sama Elsa.

Mustang mengatakan kalo apa jadinya mereka tanpa Hae Ri. Ih, Hae Ri ngerasa aneh. Mustang meralat. Itu katanya Zombie. Habis itu dia pergi.

Zombie membantahnya. Kalo aja dia punya adik kayak Elsa. Itu kata Mustang. Habis itu dia juga pergi.

Hae Ri benetan bingung dan menanyakannya ke Se Hun. Mereka kenapa? Se Hun memberitahu kalo Hae Ri adalah daya tarik dari operasi itu. Mereka minta maaf atas perlakuan kasar mereka pada Hae Ri.

Ih, Hae Ri hanya tersenyum. Gun juga senyum dikit.

Se Hun melanjutkan kalo mereka nggak bisa mengatakannya karena pak Gi. Tapi setelah mereka balik ke Seoul, mereka akan melaporkan ...


Kim Woo Gi masuk. Dia dipaksa duduk di depan kamera. Nggak lama kemudian Wung datang. Dia heran kenapa ada Gun juga.

Hae Ri memberitahu kalo Gun di sana sebagai saksi. Wung mengatakan nggak butuh dan nyuruh Hae Ri untuk mengeluarkannya.

Hae Ri mengingatkan kalo hanya Gun yang melihat teroris. Mereka membutuhkannya untuk pemeriksaan silang.

Wung menatap Gun sinis. Gun sendiri hanya menghela nafas.




Kamera sudah siap. Wung menanyakan siapa dalang di balik serangan pesawat?

Dengan ekspresi aneh Kim Woo Gi mengaku melihat peswatnya jatuh ...

Kita lalu di kasih lihat gimana Kim Woo Gi dan teroris lompat meninggalkan pesawat.

Jadi ia menyelamatkan diri.

Semua orang menghela nafas nggak percaya.

Sekali lagi Wung menanyakan siapa dalang penyerangannya? Siapa yang merintah?



Kim Woo Gi menatap Wung lalu menyebut nama Cha Dal Gun. Dia tersenyum puas berhasil mempermainkan mereka.

Gun tersulut. Ia mendekat dan mau menghajar kim Woo Gi. Dipikirnya itu lelucon?

Se Hun sigap menjauhkan Gun dari Kim Woo Gi.

Sekali lagi Wung nyuruh agar Gun dikeluarkan.

Gun minta dilepaskan. Dia nyuruh Kim Woo Gi buat jujur. B*d*bah dengan luka wajah itu mengakui segalanya.

Kim Woo Gi malah tertawa. Kalo Jerome tertangkap maka Gun nggak akan ...

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episode 8 part 2
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email