Saturday, November 23, 2019

Sinopsis Fake Affair episode 10 part 3


All content from NTV





Kenji sudah setuju untuk bercerai dengan Yoko tapi Yoko masih tidur di kamarnya Shouko. Shouko yang tidur di atas ranjang bertanya apa Yoko benar-benar akan meninggalkan rumah? Apa dia akan datang ke tempatnya Fuuta?

Yoko mengatakan kalo dia harus bertanggung jawab atas keputusannya. Ia menatap Shouko dan merasa menyesal karena menyeret Shouko dalam masalahnya. Ia meminta maaf.

Yoko tersenyum. Dia ikut bahagia buat Yoko. Yoko tersenyum. Meski dia nggak melakukan apa-apa selain bohong?

Shouko menatap Yoko dan memberitahu kalo Yokolah yang telah membuatnya berubah. Terima kasih. Yoko sekarang pasti bahagia. Dia sudah menemukan kebahagiaan sejati.

Yoko mengiyakan dan nanya balik. Shouko sendiri?

Shouko kembali berbaring. Dia menghela nafas dan mengaku nggak tahu. Tadinya dia pikir setelah melihat Yoko bahagia. Semuanya terserah padanya untuk memutuskan apa yang akan membuatnya bahagia.

Yoko membenarkan.



Jyo berdiri di dekat jendelanya. Ia nampak memikirkan sesuatu. Dia berjalan dan membuka laci mejanya. Ada banyak foto di sana. Salah satunya ada fotonya Shouko. (Ih, Jyo kurusan๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ)

Nggak tahu kenapa dari sekian banyak foto, hanya foto Shouko yang dia ambil.

Pagi harinya




Yoko sudah mengemasi semua barangnya. Dia akan pergi. Dia pamit sama ayah dan Shouko.

Ibu masih di dalam rumah. Dia masih marah pada Yoko.

Shouko berpesan agar Yoko berhati-hati.

Yoko meminta ayah agar menjaga ibu. Ayah mengangguk mengiyakan.

Yoko berbalik dan mau pergi. Ibu tiba-tiba keluar. Dia tersenyum menatap Yoko. Ibu mengaku nggak tahu kalo Yoko akan menyesal nantinya.

Yoko mengiyakan. Ia memberitahu kalo itu adalah keputusan yang ia ambil sendiri. Ibu mengangguk. Dia ngerti. Ibu nampak sedikit lega. Ia mengucapkan selamat tinggal lalu masuk kembali.

Yoko tersenyum menatap Shouko dan ayah lalu pergi.



Yoko berjalan dan melihat Fuuta sudah menunggunya. Ia tersenyum dan teriak manggil Fuuta.

Fuuta melihat Yoko. Ia heran melihat sedikitnya barang bawaan Yoko. Yoko mengingatkan kalo Fuuta bilang kamarnya kecil jadi dia meninggalkan semuanya.

Fuuta mengangguk membenarkan. Ia tersenyum. Mungkin lebih baik seperti itu.

Yoko menanyakan apa Fuuta nggak papa bersamanya?

Fuuta tersenyum dan merentangkan kedua tangannya seolah siap menyambut Yoko. Nggak masalah.



Yoko tersenyum. Ia berlari menuruni tangga dan menghampiri Fuuta. Ia menjatuhkan tasnya dan menghambur ke pelukan Fuuta. Keduanya nampak sangat bahagia.


Jyo menemui dokter Ichinose. Dokter Ichinose merasa heran. Ia dengar Jyo kehilangan ingatannya tapi Jyo ingat padanya?

Jyo mengiyakan. Dokter bertanya kenapa begitu? Jyo bilang ke dokter kalo ada sesuatu yang ingin ditanyakannya.


Masako datang ke rumah Shouko dan memberikan hadiah boneka, oleh-oleh dari Bali. Katanya boneka itu akan mewujudkan cinta Shouko.

Shouko menerimanya dan berterima kasih. Ia mennayakan gimana pernikahannya adiknya Masako?

Masako langsung mengeluh kalo dia nggak menikmatinya. Semua kerabatnya nanyain "Masako, kamu belum punya kabar baik?"

Shouko mengaku ngerti banget.

Masako mendekat dan menyindir apa Shouko akan menceritakannya padanya? Shouko nggak ngeh. Soal apa?

Masako nyebut soal hubungan Shouko sama Todo.

Hehe... Shouko cuman nyengir doang.


Jyo diperiksa matanya sama dokter. Tapi kali ini yang meriksa bukan dokter Ichinose.


Masako kaget dengar Shouko nolak Todo. Masako merasa nggak habis pikir. Pria sekeren itu? Putra pemilik anggur? Shouko mengiyakan.

Hhh, Masako cuman bisa menghela nafas.


Dokter melihat hasil pemeriksaan Jyo. Penurunan penglihatan yang tiba-tiba pada mata kanan, gejalanya meliputi penglihatan yang melengkung. Ia sendiri sudah menduga kalo itu adalah efek samping dari operasi pengangkatan tumor otak yang telah dijalani oleh Jyo.

Jyo mengangguk paham.




Jyo dan dokter Ichinose duduk di luar. Jyo memberitahu kalo setelah menjalani operasi di Spanyol, ia merasa rada buram saat melihat dengan mata kanannya. Tadinya dia pikir itu hanya sementara dan akan sembuh dengan cepat. Ia mengaku ingin cepat-cepat melihat Shouko.

Dokter Garcia mengiriminya email konsultasi dan ia pergi ke Jepang.

Jyo sampai di bandara dan tiba-tiba pandangannya kabur. Ia duduk dan mengirim pesan pada Dokter Garcia dan menanyakannya.

Dokter memberitahu kalo itu adalah efek dari operasinya dan sayangnya itu nggak akan membaik. Jyo nangis.

Ia melanjutkan langkahnya dengan menggunakan kacamata hitam.


Dokter menyimpulkan kalo itu adalah alasan Jyo berbohong. Jyo mengangguk membenarkan. Dia menunduk dan nangis. Baginya yang seorang fotografer, gimanapun juga dia nggak bisa nerima kenyataan itu.

Jyo berpikir kalo dia nggak akan bisa melanjutkan pekerjaannya.

Dokter mengerti. Tapi...

Jyo memotong. Saat ia nggak di Jepang. Dia melihat kalo Shouko sudah menemukan cinta baru.


Masako baru ingat kalo dia ketemu sama Jyo saat di bandara dan menanyakan apa Shouko sudah ketemu sama Jyo?

Shouko bertanya gimana Masako tahu tentang Jyo yang balik ke Jepang?

Masako cerita kalo dia kebetulan melihat Jyo saat mau berangkat ke Bali. Dengan emosi dia ngasih tahu Jyo,...




Masako mengejar Jyo dan menariknya. Jyo membuka kacamatanya. Masako?

Masako menanyakan apa yang Jyo lakukan di sana? Jyo memberitahu kalo dia baru kembali dari Spanyol. Ia menanyakan kabarnya Shouko.

Masako merasa nggak terima dengan apa yang dikatakan Jyo. Dia tiba-tiba pergi ninggalin Shouko. Apa Jyo tahu betapa sakitnya Shouko?

Jyo hanya diam.

Masako memberitahu kalo Shouko akhirnya bisa move on. Jyo kaget dengarnya. Masako melanjutkan kalo Todo nggak kayak Jyo. Todo sangat baik dan dewasa. Dia yakin kalo Todo akan membuat Shouko bahagia.

Masako memperingatkan agar Jyo jangan mendekati Shouko lagi.

Jyo syok dengarnya. Rasanya pingin nangis.


Shouko kaget dengarnya. Jadi sebenarnya Jyo ingat padanya?

Masako bingung. Dia nggak ngerti dengan apa yang Shouko katakan.



Dokter Ichinose nggak ngerti  Jyo melukai Shouko?

Jyo menceritakan kalo dua bulan yang lalu saat dia mendengar kalo Shouko masih sendiri, ia merasa senang.

Dokter menyimpulkan kalo Jyo berpikir untuk hidup demi Shouko dan itulah sebabnya dia bersedia menjalani operasi?

Jyo mengangguk membenarkan. Dia melanjutkan kalo Shouko mengatakan mencintainya sebelum ia pergi.

Jyo merasa kalo perasaan itu terlalu mendadak. Dia merasa nggak bisa meninggalkan Shouko seperti itu. Lagipula dia mungkin nggak bisa bertahan.

Itulah yang ada di pikirannya. Jadi ia sengaja bersikap dingin dan mutusin Shouko.


Jyo meminta maaf pada Shouko. Selama ini dia baik-baik saja karena itu hanya perselingkuhan. Selamat tinggal.

Jyo ninggalin Shouko gitu aja. Shouko yang nggak bisa apa-apa hanya bisa nangis.

Dokter mengaku tahu kalo itu demi Shouko. Kalo emang itu masalahnya, maka...



Jyo memotong. Ia ingin minta maaf pada Shouko karena telah menyakitinya waktu itu. Dan ia langsung nyari Shouko begitu tiba di Jepang.

Dan saat Jyo melihat Shouko ternyata dia nggak sendiri. Sama seperti yang dikatakan Masako. Orang itu nampak tulus. Jyo melihat kalo Shouko tersenyum. Ia yakin kalo Todo nggak akan menyakiti Shouko atau membuat Shouko sedih.

Jyo berbalik dan pergi. Dia nggak ingin menghancurkan Shouko kalo dia sudah bahagia. Ia pikir akan lebih baik kalo dia nggak melihat Shouko lagi.


Jyo sampai di restoran Akari. Shouko mendadak muncul. Dia seperti pingin nangis. Akhirnya ia menatap Shouko dan pura-pura nggak mengenalinya.



Jyo nangis ingat dia yang sudah membohongi Shouko. Dokter tahu kalo Jyo berbohong lagi agar Shouko bisa bahagia. Dia tahu kalo Jyo takut.

Jyo mengaku nggak punya keyakinan kalo dia bisa memberi Shouko kebahagiaan.

Dokter menebak kalo karena itu Jyo berniat meninggalkan Shouko lagi? Jyo mengangguk. Dokter bertanya apa itu yang terbaik?

Jyo mengangguk sambil memaksakan senyumnya. Nggak papa kayak gini juga.



Jyo berjalan meninggalkan rumah sakit. Tangannya mengepal seolah ia yakin sama keputusannya.

Dokter Ichinose masih di tempatnya. Ia merasa nggak tenang mendengar apa yang terjadi pada Jyo tadi.

Bersambung...



Artikel Terkait

Sinopsis Fake Affair episode 10 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar: