Tuesday, November 12, 2019

Sinopsis Fake Affair episode 7 part 4


All content from NTV





Shouko masih sama kakaknya. Ia menanyakan apa yang akan Yoko lakukan kalo nggak cinta sama Kenji?

Yoko memberitahu kalo Kenji pingin punya anak. Shouko pikir itu wajar. Lagian mereka sudah menikah juga.

Yoko mengambil es batu dan memberitahu kalo mereka ketemu di tempat kerja dan segera menikah. Mereka juga mengalami tahun yang baik. Mereka menikah karena saling memenuhi persyaratan.

Shouko pikir itu bagus karena Yoko punya suami yang tampan. Yoko tersenyum kecut. Ia memberitahukan apa yang Kenji katakan padanya.

"Aku ingin anak sepertiku jadi aku menikah"

2 Tahun yang lalu





Yoko sedang mencuci piring. Kenji ngajak buat punya anak sebelum akhir tahun. Ia menanyakan apa Yoko bisa mengatur pekerjaannya untuk mengambil cuti tahun depan?

Yoko mengingatkan kalo mereka baru aja nikah. Apa nggak bisa menikmati hidup berdua aja sedikit lebih lama?

Kenji membantahnya. Ia mengingatkan kalo Yoko sudah 35 tahun dan mereka nggak bisa nunggu lagi. Yoko nggak percaya Kenji bilang kalo mereka nggak bisa nunggu.

Kenji melanjutkan kalo itulah alasannya bergabung dengan keluarga Yoko dan menjadi Masuo-san. Kalo mereka punya anak maka ibu Yoko bisa merawatnya kapan aja.

Yoko memberitahu kalo dia nggak buru-buru. Kenji nggak sependapat. Menurutnya saat memikirkan masa depan maka yang terbaik adalah melakukannya secepat mungkin. Kalo anak mereka lahir tahun depan maka saat dewasa ia akan bisa berselancar di Hawaii bersama putranya.

Yoko mengingatkan kalo mereka kan nggak tahu itu akan jadi anak laki-laki atau perempuan.

Kenji tertawa dan menenangkan. Kalo mereka punya gadis, maka mereka akan punya yang lain.

Yoko nggak bisa bilang apa-apa. Dia kayak syok dengar semua yang Kenji katakan.

Kenji mendekat dan meyakinkan akan melakukan yang terbaik biar bisa punya anak dengan cepat.


Yoko bertanya-tanya apa artinya melakukan yang terbaik? Kenyataannya dia yang melakukan yang terbaik. Ia ingin tahu apa ia merasalan rasa kewajiban suaminya. Kenji merasa putus asa. Selain itu kebanyakan hubungan mereka tanpa jenis kelamin.

Shouko kayak nggak nyangka setelah mendengar semuanya.

Yoko melanjutkan kalo dia nggak punya pesona kayak gitu. Dia polos dan kaku tanpa daya tarik s*ks. Yoko bertanya-tanya apa dia bisa membesarkan seorang anak? Wanita yang sangat serius.

Shouko merasa kalo itu nggak mungkin.

Yoko menghela nafas dan melanjutkan kalo karena itulah ia tumbuh membenci s*ks untuk prokreasi.




Yoko dan kenji duduk bersama di meja makan. Dia bilang ke Kenji kalo ia ingin menunda untuk punya anak.

Kenji kaget dengarnya. Yoko beralasan kalo mereka hampir nggak punya waktu buat jadi kekasih, keluar sebagai pasangan atau pergi ke sumber air panas terdekat untuk akhir pekan.

Yoko menunjukkan beberapa buku yang telah ia beli.

Kenji tersenyum dan mengiyakan. Ia mengajak Yoko untuk bersenang-senang selama setengah tahun ke depan.




Shouko ngeri dengarnya. Setengah tahun? Gimana bisa Yoko mutusin menikah dengan orang kayak gitu?

Yoko memberitahu kalo seperti itulah Kenji. Kelihatannya diskusi terbuka tapi sebenarnya enggak. Kayak nyerah tapi nggak pernah nyerah. Bagi Kenji ia hanya nggak lebih dari sepotong rencana hidupnya.

Makan malam ulang tahun pernikahan,

Perjalanan air panas akhir pekan,

Sebelum punya anak mereka menghabiskan waktu bersama sebagai pasangan. Itu semua adalah rencana hidup Kenji. Ia terus melakukannya seperti ruang karaoko yang diperluas.

Shouko merasa kalo itu nggak mungkin. Yoko melanjutkan kalo apa yang diminta Kenji sebenarnya sangat umum. Menikah, punya anak dan menjadi keluarga. Itulah yang mereka bilang tentang kebahagiaan. Saat itu ia berpikir kalo ia adalah pilihan yang tepat makanya dia menikah. Saat itu ia memilih pria yang baik yang memenuhi kondisinya. Tapi ia dan Kenji sama. Jadi dia nggak bisa menyalahkan Kenji.

Yoko meletakkan gelasnya. Ia juga merasa aneh.  Pernikahannya nggak tanggung-tanggung.

Shouko nenghela nafas. Itukah sebabnya Yoko selinkuh? Ia menanyakan apa yang akan Yoko lakukan sekarang?




Yoko tersenyum. Dia nggak berpikir kalo perceraian adalah bagian dari rencana hidup Kenji. Ia juga nggak bisa melakukan apa-apa jadi ia akan melakukan keduanya. Kebohongannya tentang pernikahan, perselingkuhannya yang serius.

Shouko kaget Yoko serius dengan perselingkuhannya. Yoko merasa lega saat bersama dengan Fuuta. Gembira, senang, sedih, dia juga teriak. Tertawa. Ia merasa kalo semuanya indah.

Shouko nampak tersentuh dengar itu semua.

Yoko menghela nafas. Setelah mendapatkan kebahagiaan yang membuat semua orang iri, ia sendiri menyadari apa itu kebahagiaan sejati.

Shouko meminum birnya. Ia merasa kalo kakaknya terlalu b*doh. Tadinya dia pikir kalo Yoko adalah wanita yang pintar. Tapi... Shouko meraih tangan kakaknya dan menggenggamnya. Ia mengaku ngerti karena Yoko adalah kakaknya. Pas Yoko membuat kesalahan dia juga ngerti. Pada akhirnya ia menemukan kebahagiaannya. Mingkin itu nggak terlalu membantu tapi...

Shouko nggak bisa melanjutkannya. Dia nangis.

Yoko merangkul adiknya dan menenangkannya.


Yoko ngabarin Kenji kalo sekarang dia pulang. Ia nyuruh Kenji buat tidur aja. Kenji nggak membalas. Ia mematikan lampu lalu masuk ke kamarnya.



Restoran Akari sudah sepi. Jyo mau minum tapi tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing. Gelas sama botol minum yang ia pegang seketika terjatuh.

Akari yang lagi ada di bawah sampai kaget dengarnya.

Jyo meminum obatnya dan merasa sedikit tenang.





Akari masuk ke kamarnya. Nanyain Jyo sudah pulang? Akari kaget lihat gelas pecah sama air minun yang tumpah di lantai. Apa ada yang salah?

Jyo ngasih tahu kalo itu barusan terlepas dari tangannya.

Akari memperhatikan Jyo dan merasa kalo Jyo bohong padanya. Jyo kelihatan nggak baik.

Jyo kesal dan mendorong Akari keluar.

Akari syok. Dia teringat saat Jyo merasa pusing pas lagi motret makanan. Dan hasil pemeriksaan Jyo. MRI. Dan saat di rumah sakit, Jyo bilangnya cuman anemia. Jangan-jangan...


Jyo duduk di tepi tempat tidurnya sambil megangin kepalanya. Dia nangis. Puk puk puk. Sini tak peluk.



Shouko dan Yoko sampai rumah. Yoko mau naik ke kamarnya tapi Shouko manggil. Ia bertanya apa Yoko baik-baik aja?

Yoko tersenyum dan mengangguk. Ia mengucapkan selamat malam lalu naik ke atas.

Ponsel Shouko bunyi. Dia tersenyum karena itu dari Jyo. Tapi pesannya nyakitin😭😭😭

"Cincin itu dan semua yang aku katakan.., bisa kamu ngelupain semuanya?"

Shouko langsung sedih.

Yoko bertanya ada apa?

Shouko nggak menjawab.


Jyo mandi. Dia frustasi banget.



Yoko bertanya apa Shouko sudah mengatakan semuanya pada Jyo kalo dia belum menikah? Shouko menggeleng. Belum.

Yoko menghela nafas. Sudah ia duga. Jyo mengira kalo dia adalah wanita yang sudah menikah. Harusnya Shouko mengatakannya kalo dia merasa bersalah.

Shouko lalu memandangi cincin dari Jyo. Ia bertanya-tanya apakah akan lebih baik kalo ia mengakhirinya?

Ia mau melepaskan cincinnya tapi ditahan sama Yoko. Nggak papa untuk mrngatakan yang sebenarnya pada Jyo. "Aku jomblo". Ia menekankan kalo Shouko belum menikah jadi itu bukan perselingkuhan. Dengan satu atau lain cara itu masih bisa berlanjut.

Yoko mengulangi kalo Shouko harus mengatakan yang sebenarnya. Kalo dia mencintainya maka mereka harus saling berhadapan dengan sungguh-sungguh.

Shouko nggak seperti dirinya. Ia adalah wanita yang bebas. Ia nyuruh Shouko untuk mengambil kebahagiaan sejatinya.


Yoko pulang ke rumahnya. Ia melihat foto pernikahannya dan menghela nafas.



Shouko mengambil bukunya. Kebahagiaan sejati.

Ia memandangi cincinnya dan mengatakan kalo dia juga cinta sama Jyo.


Wajah Jyo yang tersenyum,


suara lembutnya saat bicara..ekspresi seriusnya saat mengambil foto, semuanya.



Jyo juga lagi galau. Dia ada di jendela kamarnya memandang ke luar.

Shouko nggak ingin bohong lagi. Ia ingin mengatakan yang sebenarnya kalo dia belum menikah. Ia akan menghadapi Jyo dengan sungguh-sungguh.


Akari datang ke rumah sakit dan bertemu dengan dokter Ichinose. Ia ingin bertanya tentang Jyo. Dokter mengangguk.

Di dapur ada surat dari Jyo buat Akari. Dia akan pergi mengambil foto.

Akari meninggalkan rumah sakit sambil nangis.



Shouko lagi ada di luar. Ia mau mengirim pesan ke Jyo. Saat pertama kali ketemu.. Nggak jadi. Shouko menghapusnya. Dia bingung mau nulis apa.

Jyo lagi ada di pantai. Ngambil foto.


Shouko menulis kalo dia bohong. Dia benar-benar lajang. Ia mau mengirimkannya tapi ragu. Kayaknya mending ketemu dan ngomong langsung aja.

Masako tiba-tiba datang dan menepuk pundaknya. Pesannya nggak sengaja kekirim. Shouko panik bukan main. Dia mau membatalkannya. Tapi...sudah dibaca.


Coba perhatiin, deh. Itu yang di perutnya Jyo tato atau apa, ya???

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Fake Affair episode 7 part 4
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

2 komentar

November 12, 2019 at 8:25 PM delete

Semangat sampe end kaka...🤗🤭

Reply
avatar
E28
November 14, 2019 at 8:57 PM delete

Iya,semangat smp end....Lanjut....

Reply
avatar