Friday, November 15, 2019

Sinopsis Fake Affair episode 8 part 2


All content from NTV




Shouko nangis. Dia memberitahu kalo dia sudah bohong sama orang itu.

Fuuta khawatir lihatnya dan menanyakan apa yang salah?

Shouko memperjelas kalo dia bohong dengan bilang kalo dia sudah menikah.

Fuuta bingung dan menanyakan alasannya. Shouko juga nggak tahu kenapa dia bohong. Secara nggak sengaja di pesawat,..cincin kawin kakaknya ada di sakunya.

Awalnya Shouko nggak nyadar kalo dia sudah keceplosan. Butuk beberapa detik buat dia menyadarinya.

Fuuta kayak syok. Cincin kawin? Yoko?




Shouko nyesel.

Fuuta mengonfirmasi apa yang Shouko katakan tadi. Yoko bukan seorang lajang?

Shouko menghapus air matanya. Bingung mau menjelaskannya gimana.

"Yoko sudah menikah?"

Fuuta tersenyum pahit. Dia mengaku ngerti. Yoko nggak pernah mengundangnya kerumah. Mereka selalu ke hotel. Fuuta tahu diri. Ia selalu bertanya-tanya apa Yoko merasa malu terlihat bersamanya?

Shouko berusaha buat membantahnya. Nggak kayak gitu.

Fuuta melanjutkan kalo rambutnya, ia adalah anak nakal. Sedetik kemudian Fuuta berusaha buat kuat. Sekarang dia sedang mendengarkan ceritanya Shouko. Dia laki-laki dan dia akan baik-baik aja.

Shouko memberitahu kalo Fuuta adalah pria yang baik. Meski berselingkuh tapi mereka saling mencintai satu sama lain.

Fuuta mengangguk membenarkan. Dia jatuh cinta pada Yoko. Shouko tersenyum lihat Optimisme Fuuta.

Fuuta terkenang saat pertama kali ketemu sama Yoko.

Ia sedang latihan. Yoko berdiri di luar dan menatapnya.

Fuuta memberitahu kalo dia terg*la-g*la pada Yoko. Dia nggak melihat cincin.




Jyo dalam perjalanan pulang. Tiba-tiba ia melihat sepasang kakek dan nenek yang sedang bersama dengan cucu mereka. Ia tersenyum menatap kedekatan mereka.

Jyo memotret mereka dan menunjukkan hasilnya pada kakek. Kakek nggak nyangka ada fotografer yang memotret mereka. Itu adalah kenang-kenangan yang bagus.

Jyo memberitahu kalo dia biasanya berspesialisasi dalam lanskap. Melihat kakek dan nenek, menurutnta mereka adalah pasangan yang serasi. Ia menanyakan sudah berapa lama mereka menikah?

Kakek mengingat-ingat dan menjawab kalo sudah 50 tahun. Jyo tersenyum. Menurutnya itu sangat luar biasa.

Giliran kakek balik nanya ke Jyo. Apa Jyo belum menikah? Jyo mengiyakan. Belum. Bahkan mungkin nggak akan pernah.

Kakek kayak heran dengarnya. Jyo buru-buru tersenyum dan menutupinya. Bukan apa-apa.


Cucu kakek manggil. Kakek bangkit dan menuju ke sana. Cucunya kakek minta dibuatkan istana pasir yang lebih besar.

Kakek mengiyakan dan membuatkannya.

Jyo tersenyum tapi hatinya kayak kosong.




Shouko jalan pulang sama Fuuta. Fuuta menanyakan kalo Shouko kebalikannya Yoko? Belum menikah tapi bilangnya sudah menikah?

Shouko mengiyakan. Dengan keberaniannya dia mengirim pesan dan bilang kalo dia masih jomblo. Tapi sejak itu dia nggak pernah mendapat balasan.

Fuuta nggak ngeh. Harusnya kan dia senang karena Shouko jomblo. Shouko berpikir kalo Jyo cuman mau main-main.

Fuuta jadi bertanya-tanya apa pria itu buruk banget? Merebut wanita yang sudah menikah. Atau dia sangat menakutkan?

Shouko membantahnya.

Fuuta mengaku ngerti. Melihat cincin yang dia berikan, apa dia dengan tulus mengatakan mencintai Shouko?

Shouko juga berharap kalo dia melakukannya. Biarpun cuman sekali.

Lah, Fuuta malah jadi ingat sama Yoko. Yoko juga mengatakan padanya. Berkali-kali. Dia nggak berpikir kalo itu bohong. Fuuta menatap Shouko dan bertanya apa Shouko berpikir kalo pria itu bohong?

Shouko terdiam memikirkannya.

Fuuta menanyakan hal-hal yang Jyo katakan, apa Shouko pikir itu bohong?

Shouko nggak menjawab dan malah menatap cincinnya.


Yoko lagi sibuk kerja. Shouko tiba-tiba mengirim pesan. Dia minta maaf. Dia ketemu sama Fuuta dan nggak sengaja bilang kalo Yoko sudah menikah.

Hah? Yokonya kaget banget. Semua karyawan langsung melihat ke arahnya.



Yoko nelpon Shouko dan menanyakan apa maksudnya kalo rahasianya sudah terbongkar?

Shouko memberitahu kalo itu nggak benar. Nggak sengaja terbongkar. Dia kelepasan bilang kalo cincinnya ketinggalan di saku. Dia beneran nggak sengaja mengatakannya. Dengan nggak enak hati Shouko minta maaf ke kakaknya.

Yoko menghela nafas dan bilang nggak papa. Justru itu bagus.

Bagus? Shouko heran.

Yoko mengingatkan kalo dia sudah menikah. Dia siap buat ketahuan kapanpun. Ia lalu menanyakan apa yang Fuuta katakan.

Shouko menceritakan kalo awalnya Fuuta rada tertekan.



Eh, ada yang nelpon. Jyo? Shouko buru-buru nutup telponnya Yoko untuk menjawab panggilan Jyo.

Ternyata yang nelpon Akari pakai ponselnya Jyo. Dia minta Shouko untuk datang ke restoran, dia mau bicara.

Shouko mengiyakan.


Yoko masih terdiam di tempatnya. Fuuta mengirim pesan. Dia pingin lihat Yoko.


Shouko datang ke restoran. Akari memberinya air minum dan ngasih tahu kalo Jyo nggak ada di sana. Ia memperlihatkan ponselnya Jyo. Kemarin Jyo meninggalkan ponselnya dan pergi mengambil foto.

Shouko mengangguk paham. Eh, dia baru ngeh kalo yang membaca pesannya kemarin pasti...

Akari mengakui kalo dialah yang membacanya.


Saat itu Akari mau pergi. Dia manggil Jyo dan masuk ke kamarnya. Jyo nggak ada. Dia bermaksud buat nelpon Jyo tapi ponselnya Jyo malah tertinggal.

Akari mengambilnya. Pesan dari Shouko masuk. Dia membacanya dan kaget banget sama apa yang Shouko tulis. Ia lalu menghapusnya.



Akari memberitahu Shouko kalo ia sudah menghapus pesan itu jadi Jyo masih belum tahu tentang hal itu. Shouko mengangguk paham.

Akari menanyakan apa Shouko belum punya pasangan? Shouko membenarkan. Akari bertanya kenapa Shouko bohong? Shouko memberitahu kalo itu cuman kebetulan. Tapi makin lama dia jadi kesulitan buat mengatakan yang sebenarnya pada Jyo.

Shouko menghadap Akari dan meminta maaf. Akari menanyakan apa yang Shouko harapkan dengan mengatakan kalo dia jomblo.

Dengan penuh keyakinan Shouko memberitahu kalo dia nggak ingin bohong lagi. Ia akan menemui Jyo dan meminta maaf dengan benar.

Wajah Akari berubah serius. Dia bertanya apa Shouko tahu tentang Jyo? Akari melihat kalo Shouko nampaknya belum tahu jadi dia nggak jadi mengatakannya.



Shouko berjalan pulang. Di saat yang sama Jyo juga baru pulang. Mereka sebenarnya berpapasan tapi keduanya nggak menyadarinya.


Jyo sampai kamarnya. Dia meletakkan tasnya lalu mengambil ponselnya. Ia nampak sedikit kecewa saat melihat nggak ada pesan dari Shouko.


Akari masuk ke kamarnya dan mengucapkan selamat datang. Ia mengaku sudah dengar penyakitnya Jyo dari dokter Ichinose.

Jyo hanya menunduk dan nggak berniat memberi penjelasan.

Akari maju dan mengungkit tentang operasi yang akan dilakukan oleh seorang dokter terkenal terhadap Jyo. Ia meminta Jyo agar segera kembali ke Spanyol  dan menuruti kemauan dokter itu. Ia akan menemani Jyo ke sana.

Jyo mengaku nggak papa. Ia meminta Akari untuk memperlakukannya seperti biasa. Akari heran. Dia nggak ngerti dengan apa yang Jyo inginkan.




Jyo beralih dan duduk di tepi tempat tidurnya. Ia membenarkan kalo ia sakit. Selama ini ia tetap diam karena nggak ingin orang yang ia sayangi bersedih atau terluka. Sekali lagi ia meminta agar Akari memperlakukannya seperti biasa.

Akari mendekat dan membentak Jyo.

"Apa, sih yang kamu bicarakan?"

Jyo sekarat dan mungkin akan jadi lebih buruk lagi. Apa Jyo nggak akan memutuskannya? Jyo nggak bisa memutuskan apakah ia sedih atau enggak.

Jyo menunduk. Dia nangis.

Akari mendekat. Dia juga nangis. Dia ngajak Jyo untuk pergi ke Spanyol bersamanya.

Jyo mengaku sangat takut. Operasi kali ini sangat menakutkan. Kalo nggak berjalan baik, mungkin ia akan mati.


Akari meluk Jyo. Sambil nangis dia memberitahu kalo sudah dengar tentang risikonya. Tapi kalo Jyo membiarkannya, ia mungkin akan benar-benar mati.

Jyo nggak bilang apa-apa. Dia hanya nangis.



Akari melepaskan pelukannya. Ia menanyakan kalo Jyo benar-benar mencintai Shouko, kan?

Jyo seolah ingin membenarkan. Tapi itu nggak benar. Shouko adalah istri orang.

Akari meraih tangan Jyo dan memberitahu kalo Shouko akan sendirian kalo Jyo benar-benar pergi.

Jyo membantahnya. Itu nggak akan terjadi. Suami Shouko...

Akari buru-buru memotong dan menegaskan kalo Shouko belum menikah.

Jyo kaget dengarnya.



Yoko bersiap untuk pulang kerja. Bawahannya melihat kalo penampilan Yoko beda dari biasanya. Apa dia akan kencan dengan suaminya?

Yoko tersenyum dan mengiyakan.

Ia berjalan keluar kantor.

Tanpa Yoko sadari ternyata ada Kenji yang sedang mengawasinya. Sebelumnya Yoko mengirim pesan pada Kenji kalo ia akan lembur hari ini maaf.



Yoko dan Fuuta ketemuan di keramaian. Yoko meminta maaf karena Fuuta sudah menunggu lama. Fuuta membantahnya. Dia juga baru sampai.

Ada suara klakson. Yoko nenoleh dan melihat Kenji di seberang jalan menatapnya dengan tatapan marah, kecewa. Kenji berbalik dan pergi.

Yoko meminta maaf pada Fuuta dan memberitahu kalo dia punya urusan mendesak. Ia pamit dan mengejar Kenji. Sayang Kenji sudah nggak ada.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Fake Affair episode 8 part 2
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email