Saturday, November 9, 2019

Sinopsis Vagabond episode 12 part 3


All content from SBS





Hakim memasuki ruangan. Semua orang berdiri dan kembali duduk saat hakim juga duduk. Hakim membacakan berkas kasus  pertanda dimulainya persidangan. Ia menanyakan apa saksi dari kedua belah pihak sudah hadir?

Sekretaris Jessika memberitahu kalo O Sang Mi telah hadir tapi Kim Woo Gi.. Edward memotong dan ngasih tahu kalo dia juga akan segera tiba.

Semua orang pada bertanya-tanya. Hakim bertanya memastikan Kim Woo Gi akan tiba? Edward membenarkan. Ia memberitahu kalo nggak cuman Kim Woo Gi aja tapi Cha Dal Gun dan Go Hae Ri juga.

Semua orang heran dengarnya dan membuat ruang sudang sedikit ramai.

Hakim mempersilakan pembela untuk memanggil saksi pertama. Edward manggil Park Kwang Duk.

Para keluarga korban nggak ngerti apa yang terjadi. Kenapa Kwang Duk jadi saksi dari pihak Dynamic? Mereka minta Kwang Duk buat sadar.

Kwang Duk yang justru merasa lagi sadar banget berjalan menuju ke depan. Edward bangkit dan memberikan sesuatu pada hakim.


Sementara itu di jalan para polisi masih mengejar mobilnya Gun. Di dalam mobil Gun dan yang lainnya santai.




O Sang Mi masuk ke ruang sidang. Ia duduk sebagai saksi. Sekretarisnya Jessika bangkit dan menanyakan apa O Sang Mi punya bukti kalo suamimya adalah komplotan Dynamic?

O Sang Mi mengiyakan. Rekening bank rahasia yang Kim Woo Gi pakai buat bertransaksi dengan Dynamic. Semua orang kaget.

Sekretaris Jessika berbalik dan menunjukkan transaksi bank antara Kim Woo Gi dan Dynamic pada para keluarga korban.

Para keluarga korban seakan terhasut dan umumnya mereka sudah menduganya.

Kwang Duk nggak percaya. Dia bangkit dan menuduh kalo John & Mark sudah memalsukan bukti. Dia minta pada para keluarga korban agar jangan mau dib*dohi.

Para keluarga korban malah nuduh kalo Kwang Duk yang sudah db*dohi sama Dynamic. Dia dibayar berapa, sih?

Wanita yang duduknya di sebelah Kwang Duk merasa nggak terima. Ia bangkit dan membela Kwang Duk. Tapi nggak ada gunanya juga. Mereka malah mengira kalo Gun juga disuap sama Dynamic

Kwang Duk nyuruh mereka buat diam kalo emang nggak tahu apa-apa.


Hakim kesal dengar orang-orang itu malah bikin gaduh pengadilan. Dia mengetuk palu keras-keras sampai palunya rusak.

"Hentikan!!!"

Dengar hakim sampai teriak membuat mereka langsung diam. Hakim mengancam kalo mereka akan ditahan karena menghina pengadilan kalo mereka mengabaikan peringatannya lagi.

Duh, hakimnya kayaknya gedheg banget lihat mereka.

Kwang Duk dan yang lainnya kembali duduk.



Hakim lalu nyuruh sekretarisnya Jessika untuk melanjutkannya.

Sekretaris Jessika melihat kalo ada uang 5 miliar dalam rekening itu. O Sang Mi memberitahu kalo cuman suaminya yang tahu sandinya. Jadi dia nggak bisa mengakses uang itu.

Sekretaris Jessika tersenyum puas. Semua sesuai rencana. Ia lalu menatap hakim dan memberitahu kalo ia memasukan catatan transaksi itu sebagai bukti nomor 12.

Edward menyampaikan kalo ia keberatan. Ia memberitahu kalo rekening bank yang digunakan Kim Woo Gi adalah rekening rahasia di Swiss. Mustahil tahu pemiliknya.

Sekretaris Jessika menanyakan maksudnya Edward saksinya bohong?

Hakim menghentikan perdebatan mereka. Ia memutuskan kalo pengadilan menerima itu sebagai bukti. Sekretaris Jessika tersenyum dengarnya sementara Edward tampak cemas.

Hakim mengatakan kalo pengadilan akan ditunda dan akan mulai lagi pukul 14:00. Dia mau ngetuk palu untuk mengesahkan tapi malah palunya rusak. Akhirnya ia hanya mengetukkan gagangnya saja.



Mobil polisi yang mengejar Gun makin banyak. Sekarang aja nambah dua lagi. Dia terpaksa ngebut lagi buat menghindarinya.

Apa yang Gun lakukan terpantau di kantor BIN. Direktur Ahn sama Sekretaris Yun tegang melihatnya. 

Sektetaris Yun nyuruh direktur Ahn untuk memerintahkan eksekusi. Direktur menanyakan apa itu perintah dari Presiden?

Sekretaris Yun dengan tenang menanyakan kalo saat teroris bersenjata berkeliaran di kota, apa yang akan Direktur lakukan?

Direktur nggak menjawab.

Restoran Ttobong



Jang Su dengan diawasi sama Hwa Suk dan Kepala Gang sedang mencoba meretas kamera di jalan. Hwa Suk kagum banget lihat aksinya. Gimana bisa Jang Su menembus keamanan ketat BIN?,

Kepala Gang ingin mengambil cuplikan itu untuk disebarkan ke media sosial.

Jang Su mengiyakan. Kayak biasanya dia minta tos dulu sebelum mengerjakannya. Kepala Gang memberikannya.

Jang Su mulai beraksi lagi. Hwa Suk melihat jari-jarinya yang bergerak dengan sangat cepat. Dia bertanya sama Kepala Gang, dia tuh siapa?

Jang Su ngasih tahu nama lengkapnya. Gye Jang Su. Eh, Hwa Suk malah nanya Jang Su yang menjual anjing di restoran ayam. 

Jang Su mengiyakannya.



Para keluarga korban menunggu di luar ruang sidang. Kwang Duk menghampiri mereka dan ngasih tahu kalo mereka nggak akan punya harapan kalo sampai mereka kalah dalam persidangan itu.

Seseorang lalu minta agar Kwang Duk nggak mengacau lagi.

Seorang wanita yang ada di pihaknya Kwang Duk dari tadi melihat ponsel mulu. Dia menjunjukkan apa yang ia lihat pada Kwang Duk.

Ada video Gun sama Kim Woo Gi yang lagi dikejar sama polisi. Dia lalu nyuruh keluarga korban buat nyari Kim Woo Gi. Dia menuju ke sana sekarang.

Mereka lalu melihat ponsel masing-masing. Mereka heran lihat polisi mengejar mereka dan bukannya mengantar.

Kwang Duk mau pergi. Dia mau nyari Gun. Kalo sampai ketangkap sama polisi, maka buktinya pasti akan dipalsukan lagi. Dia mau nyusul. Wanita itu melarang. Enangnya Kwang Duk mau nyari di mana?

Kwang Duk pikir ia bisa mencarinya dari ponsel. Ia yang nggak punya banyak waktu segera pergi.

Wanita yang mihak Kwang Duk ngajak yang lain buat pergi juga.

Yang lain nggak percaya dan menganggap kalo itu cuman iseng doang. Pun kalo beneran pasti sudah ada beritanya. Wanita itu berusaha buat ngasih tahu kalo mereka menutupi kebenarannya. Eh, lama-lama wanita itu kesal sendiri. Berasa bicara sama tembok. Dia lalu berlari mengejar Kwang Duk.

Para keluarga korban bingung. Siapa yang harus mereka percaya?


Lily sedang menyiapkan senjata. Jessika yang sedang nelpon marah-marah karena sidangnya ditunda sangat lama. Ia meminta gimanapun caranya hakim sudah harus memutuskan sebelum Kim Woo Gi tiba.

Sekretaris bilang kalo dia nggak bisa mengendalikan hakim. Tapi Ketua Mahkamah Agung mungkin bisa.

Jessika sedikit tenang. Dia akan minta sekretaris Yun untuk segera menyelesaikannya.

Lily minta Jessika buat nggak merasa kesal. Ia menenangkap kalo satu tembakan akan menyelesaikan semuanya. Dengan rapi.

Jessika mengatakan kalo itu adalah pilihan terakhir. Mereka nggak akan pakai sampai membutuhkannya. Ia meminta Lily untuk melakukannya dengan benar. Kali ini dia nggak akan menoleransi kesalahan.

Lily tersenyum. Egonya terluka. Ia lalu nerima telpon. Orang yang nelpon ngasih tahu kalo dia nemuin posisi yang bagus.


Edward menemui sekretarisnya. Segalanya nggak berjalan dengan baik. Ia membisikkan sesuatu ke Edward.

Edward mengangguk paham. Ia lalu nelpon seseorang dan menanyakan keberadaannya.




Sidang kembali dibuka. Hakim akan menyampaikan putusan sidang pertama dari klaim kompensasi B357. Edward memotong memberitahu kalo Kim Woo Gi sedang dalam perjalanan. Menurutnya kesaksian saksi penting.

Sekretaris Jessika bangkit. Menurutnya ia akan tahu kalo Kim Woo Gi datang karena Kim Woo Gi adalah saksi dari penggugat. Para keluarga korban bertanya-tanya apa benar Kim Woo Gi akan datang?

Sekretaris Jessika meminta Hakim untuk segera membacakan putusannya mengingat mereka sudah menunggu lama.

Seseorang mendatangi hakim dan memberikan sebuah catatan. Ketua Mahkamah Agung mendesak hakim agar segera menyelesaikan sidangnya.

Hakim nampak sedikit tegang setelah membacanya. Eh, sekretaris Jessika malah senyum lihatnya.

Tapi hakim yang satu ini kayaknya beda. Pesan dari Ketua Mahkamah Agung nggak mempan. Dia malah ngasih waktu 30 menit ke Edward untuk mendatangkan Kim Woo Gi. Ia lalu menutup catatan itu.




Hae Ri melihat kalo ada helikopter yang mengejar nereka. Dan setelah dilihat lagi. Itu adalah helikopter dari stasiun tv.

Gun malah merasa tertantang dan mau nunjukin aksi menyetir yang keren. Ia menambah kecepatannya.

Hae Ri melambaikan tangannya. Reporter melapor kalo mereka menemukan Kim Woo Gi dan akan memulai siaran langsung.

Sementara itu Sekretaris Yun mendesak pimpinan stasiun tv berita itu agar menarik helikopter yang sedang meliput. Pimpinan tv itu nggak mau dengan alasan etika penyiaran dan kewajiban melaporkan.

Sekretaris Yun nggak hilang akal. Ia mengungkit tentang kejahatan, pelecehan seksual dan penyuapan yang dilakukan sang CEO yang ditutupi oleh sekretaris Yun.



Gun sudah hampir sampai. Wung memberitahu kalo polisi juga akan ada di sana. Dia minta Gun untuk mempersiapkan diri.

Dan benar aja. Jalannya ditutup sama tentara. Pun mau putar balik juga nggak bisa. Ada polusi yang ngejar mereka tadi.

Gun nggak bisa kemana-mana. Semua jalan ditutup. Hae Ri menanyakan mereka harus gimana? Gun mengatakan kalo mereka akan bertahan. Polisi nggak akan menembak selama ada helikopter.

Min datang bersama dengan Kim Do Su. Berbarengan sama Kwang Duk. Dia nggak habis pikir melihat semua itu.

Min dan ketua tim SWAT melihat helikopter di atas.




Reporter dapat telpon dari atasannya buat menghentikan semuanya. Reporter itu nggak mau. Dia nggak melakukannya buat mendapat berita besar. Masalahnya ada polisi bersenjata yang mencegah Kim Woo Gi datang ke pengadilan. Itu salah banget. Kalo mereka nggak melaporkannya...

Kwang Duk merasa nggak habis pikir lihat helikopternya mendadak berbalik dan pergi.

Min tersenyum lihatnya.

Hae Ri ngasih tahu kalo helikopternya berbalik. Gun nggak ngerti kenapa.

Wung memberitahu kalo ada yang maksa mereka. Jangan harap sapat bantuan karena mereka...melawan pemerintah Korea.

Gun dan Hae Ri kesal banget dengarnya.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episode 12 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email