Saturday, November 16, 2019

Sinopsis Vagabond episode 14 part 3


All content from SBS



Kabar kalo perdana menteri akan mengadakan konferensi pers sampai ke telinga Presiden. Sekretaris Seo yang menyampaikannya. Presiden nggak tahu tentang hal itu karena Perdana menteri nggak bilang apa-apa tentang hal itu padanya. Menurutnya itu terlalu mendadak.

Perdana menteri sedang bersiap-siap. Presiden menelponnya. Eh, bukannya menjawab perdana menteri malah mematikan ponselnya.



Wartawan dan para keluarga korban sudah lama menunggu. Dan akhirnya perdana menteri hadir ke ruang konferensi pers.

Pertama-tama perdana menteri memerdengarkan sebuah rekaman. Itu adalah rekaman suara dari Jessika dan sekretarisnya.

Sekretaris Jessika memberitahu kalo Jessika akan ditangkap kalo sampai Sekretaris Yun atau menteri park menyebut namanya.

Jessika meyakinkan kalo itu nggak akan terjadi mengingat berapa banyak yang diambil oleh Jeong Gook Pyo dari mereka. Lebih dari 500 miliar won. Dipikirnya mereka akan menghancurkan gedung biru? Mustahil. Presiden juga nggak akan melakukannya.

Sekretaris Jessika bertanya apa Jessika sedang memproses kesepakatannya? Jessika memberitahu kalo kantor pusat bersikap aneh. Kalo ia mau selamat maka kesepakatan itu harus berakhir.



Para wartawan langsung bertanya-tanya. Mereka menduga kalo presiden menerima suap.

Perdana menteri memberitahu kalo itu tadi adalah suara dari Jessika Lee, direktur dari John & Mark Asia.

Seorang wartawan menanyakan apa perdana menteri punya bukti lain selain rekaman itu?

Perdana menteri mengiyakan. Ia baru aja menemukan kalo John & Mark menginvestasikan 500 juta dolar ke perusahaan dagang bernama Deep Blue di Singapura. Uang itu ditransfer ke akun rahasia di bank Arab.

Wartawan tadi bertanya lagi. Perdana menteri langsung membenarkan bahkan sebelum wartawan itu selesai bertanya. Itu memang perusahaan fiktif milik presiden Jeong Gook Pyo.

Wartawan yang lain bangkit dan mengangkat tangan mau bertanya juga.


Presiden melihat semuanya melalui tv di tuang kerjanya. Dia nggak ngerti apa yang perdana menteri bicarakan.

Wartawan lain menanyakan bukti kalo presiden adalah pemilik dari akun itu?

Perdana menteri memberitahu sekretaris  senior punya.

Gun langsung menatap Perdana Menteri.



Yun juga lagi melihat konferensi pers perdana menteri dari rumah sakit. Perdana menteri memberitahu kalo presiden berusaha melimpahkan semua tanggung jawab pada Yun. Presiden menggunakannya sebagai perisai manusia.

Ia berasumsi kalo itu sebabnya Yun mengambil langkah ekstrem.

Salah seorang wartawan menanyakan cara untuk membenarkan klaim itu sedang Yun Han Gi sendiri masih koma.

Perdana Menteri mengatakan kalo ia mendoakan agar Yun segera siuman. Ia juga ingin berjanji pada warga negara Korea kalo dia nggak akan pernah nyerah. Ia membenarkan kalo ada keganjilan dengan jatuhnya pesawat B357 dan dalangnya bukan Yun Han Gi melainkan presiden Jeong Gook Pyo. Ia berjanji akan membuktikan klaimnya.


Presiden marah dengar apa yang perdana menteri katakan padanya. Dadanya sampai terasa sakit. Sekretaris Seo mau manggil dokter tapi presiden melarang. Dia minta air putih.

Sekretaris Seo pergi untuk mengambilkannya.




Wartawan yang tadi bertanya pertama kali kembali mengajukan pertanyaanya. Ia menyinggung kedekatan perdana menteri dengan presiden yang bagaikan saudara. Ia menanyakan alasan perdana menteri menyebarkan semua berita itu?

Perdana menteri meminta para keluarga korban untuk berdiri.

Para keluarga korban menurut. Perdana menteri lalu mengungkit ke saat mereka berusaha membawa Kim Woo Gi kembali ke sana.

Cha Dal Gun-ssi pasti punya dorongan beberapa kali untuk membalas dendam dan mungkin juga membunuhnya. Ia yakin kalo keluarga yang lain juga merasakan hal yang sama.

Tapi mereka malah mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan Kim Woo Gi. Lalu kenapa dan dari mana datangnya keberanian itu? Itu karena mereka percaya pada Korea.

Para keluarga korban mulai menangis diingatkan tentang apa yang telah mereka alami selama ini.

Perdana menteri melanjutkan kalo karena mereka nggak bisa melepaskan kepercayaan itu, maka sekarang negara dan hukum, pemerintah dan cabang yudikatif harus merespon kepercayaan mereka.




Perdana menteri sudah selesai. Ia bangkit dan menghampiri para keluarga korban. Ia membungkuk meminta maaf pada mereka. Ia mengakui kesalahannya sebagai pejabat pemerintah. Ia juga berterima kasih karena mereka sudah mempercayai Korea.

Perdana menteri menyalami para keluarga korban satu persatu dan berjanji akan menjadi lebih baik lagi.

Presiden sudah lebih tenang. Ia meminum airnya dan nenanyakan tentang Yun Han Gi yang masih koma.

Sekretaris Seo menyampaikan apa yang dikatakan oleh dokter kalo Yin Han Gi nggak akan siuman.

Presiden meminta sekretaris Seo untuk mengadakan rapat darurat dengan para sekretaris kepala.

Sekretaris Seo mengiyakan dan akan melaksanakannya.

Presiden manggil lagi. Dia ingin menemui Yun Han Gi dulu. Sekretaris Seo mengiyakan dan akan mengaturnya.

Presiden kembali menatap layar tv. Ia bertanya-tanya apa perdana menteri berencana untuk mengkudeta dirinya?


Sekretaris Seo nenelpon sekretaris Ha dan minta disambungkan dengan perdana menteri.


Presiden dengan orang-orangnya datang ke rumah sakit tempat Yun dirawat. Dia minta semuanya untuk nunggu di luar. Dia mau berdua dengan Yun.

Presiden nenggenggam erat tangan Yun. Ia meminta agar Yun tidur selama satu dekade. Ia berharap dunia akan lebih baik saat itu. Dan saat Yun siuman, ia akan memberikan hadiah besar. Sebelum itu ia berharap agar Yun nggak terbangun.

Presiden pergi setelah mengatakan itu. Tangan Yun sampai merah. Matanya terbuka. Dia nangis.


Gun sama Hae Ri minum bareng. Hae Ri melihat ponselnya. Hari ini semua orang memuji apa yang dulakukan sama perdana menteri tapi kenapa Gun nampak nggak senang?

Gun minum. Dia bertanya apa menurut Hae Ri perdana menteri bersandiwara dengan menggunakan mereka?


Wung tiba-tiba datang dan merasa kalo mungkin itu benar. Ia bergabung bersama mereka. Ia memberitahu kalo hakin yang membebaskan O Sang Mi adalah An Seung Tae, dan dia sangat dekat dengan Hong Sun Jo.

Gun sama Hae Ri nampak kaget. Hae Ri menyimpulkan kalo maksud Wung, Honglah yang membebaskan O Sang Mi?

Wung berpikir kalo mereka nggak bisa mengabaikan kemungkinan itu. Mengingat hakim An sangat politis dan akrab dengan Hong.




Gun mengaku nggak paham kenapa mereka membebaskan O Sang Mi. Hae Ri juga merasa kalo harusnya menyelidiki mereka.

Wung memberitahu kalo mereka sudah memulainya. Itu rahasia. Ia minta agar mereka jangan berisik.

Hae Ri merasa kalo konferensi pers hari ini sangat mendadak. Tangan kanan presiden menyerang seperti itu?

Wung menanyakan siapa yang paling diuntungkan kalo presiden mengundurkan diri? Gun menjawab perdana menteri karena dia bisa menjadi presiden interim.

Wung mengambil minuman Hae Ri. Ia mengatakan kalo kecelakaan pesawat terjadi karena keganjilan, tapi juga karena isu politis.

Gun menghela nafas sambil megangin kepalanya. Pusing banget kayaknya. Ia lalu menanyakan Jerome. Apa Wung menemukan sesuatu?

Restoran ayam Ttobong




Jang Su sedang melakukan sesuatu ditemani sama Hwa Suk dan kepala Gang. Suasananya tegang banget. Ternyata dia sedang mengakses Badan Intelijen Pusat.

Hwa Suk kagum banget sama Jang Su yang bisa meretas CIA. Kepala Gang sih nggak kaget.

Hwa Suk bertanya gimana kalo mereka nggak bisa menemukannya di sana?

Kepala Gang santai. Mereka akan meretas MI6 di Inggris, FSB di Rusia, Mossaid di Israel, CIRO di Jepang, DGSE di Prancis dan BND di Jerman.

Hwa Suk bertanya-tanya apa Jang Su bisa meretas semua badan intelijen itu?

Jang Su mengakui kalo ada beberapa yang nggak bisa.

Kepala Gang mengatakan kalo mungkin akan makan waktu tapi ia yakin kalo Jang Su akan sukses dalam delapan atau sepuluh kali. Kalo mereka nggak nemuin Jerome maka nggak akan ada cara lainnya.

Jang Su mukulin kepalanya sendiri.



Gun sama Hae Ri jalan pulang bareng. Hae Ri terus-terusan megangin punggungnya. Gun khawatir dan menanyakan apa punggungnya Hae Ri sakit?

Hae Ri mengaku nggak papa dan ngajak jalan lagi.

Gun menahan Hae Ri. Ia mengingatkan agar Hae Ri jangan berlebihan. Dia jongkok dan nyuruh Hae Ri buat naik ke punggungnya.

Hae Ri nggak mau dan kekeuh bilang kalo dia baik-baik aja.

Gun meminta agar Hae Ri nggak keras kepala. Sulit dapat taksi di sana.

Hae Ri masih bilang nggak papa. Hhh, Gunnya maksa. Hae Ri terpaksa nurut. Sebelumnya dia sudah mewanti-wanti kalo dia berat.




Gun mulai berjalan dengan Hae Ri di punggungnya. Ia mengingatkan tentang wartawan Jo Bu Yeong. Apa Hae Ri ingat?

Hae Ri menanyakan kenapa Gun tiba-tiba nanyain itu?

Gun teringat ke saat mendapati wartawan itu hampir meninggal. Ia panik dan menanyakan apa yang terjadi? Siapa yang melakukan itu padanya.

Dan saat Gun nggak sengaja lihat wartawan Jo berjalan bersama para penyeberang jalan. Kelihatan jelas wajahnya. Dia jalan sambil nelpon.

Gun mengira kalo dia salah. Tapi ada yang nggak masuk akal.



Hae Ri ingat kalo dia dari Pyeonghwa Daily. Dia ngajak Gun untuk ke sana besok.

Lah, Gun malah senyum dengarnya. Dia mengingatkan kalo Hae Ri harus istirahat. Ia memberitahu kalo dia bisa ke sana sendiri.

Hae Ri nyindir apa Gun takut kalo dia akan minta digendong lagi?

Gun membantahnya. Cuman Hae Ri berat aja. Hae Ri kesal dengarnya dan mau mencekik Gun. Gun tertawa dan terpaksa mengiyakan. Mereka akan pergi berdua.

Hae Ri terdiam bentar. Mendadak dia jadi ingat sama ayahnya. Ayahnya sering menggendongnya kayak gitu.

"Minta aja sama aku. Aku akan menggendongmu kapanpun"

Cih, Hae Ri cuman senyum dengarnya.

Pyeonghwa Daily





Gun sama Hae Ri datang ke kantor berita itu dan nanyain wartawan Jo. Mereka di kasih tahu kalo wartawan Jo sudah meninggal.

Hae Ri menanyakan apa pembunuhnya sudah ditangkap? Lah, orang yang ditanya malah heran ada pembunuhnya segala. Dia memberitahu kalo wartawan Jo meninggal karena kecelakaan mobil.

Gun heran dengarnya. Bukannya pembunuhan? Wanita itu merasa kalo mereka salah. Wartawan Jo meninggal di Selandia Baru karena mobilnya lepas kendali. Keluarganya menuntut perusahaan mobilnya.

Gun dan Hae Ri saling tatap. Gun mengambil sebuah foto dan menanyakan apa mereka wartawan di sana?

Wanita itu membenarkan. Gun melihat wajah dalam foto itu satu persatu tapi nggak menemukan wartawan Jo di sana.

Wanita itu bangkit dan menunjukkan wartawan Jo pada Gun. Anehnya wartawan Jo yang itu beda dengan wartawan Jo yang menemuinya.



Sebuah mobil jalan ke dekat sungai menghampiri mobil lain. Seseorang turun dari mobil itu. Eh, itu bukannya wartawan Jo yang lagi dicari sama Gun dan Hae Ri?

Dia bersama sekretarisnya Jessika. Mereka menemui perdana menteri yang lebih dulu ada di sana.

Perdana menteri bertanya ke wartawan Jo gadungan, apa dia akan kembali ke Amerika malam ini?

Orang itu mengiyakan.

Perdana menteri ngambil sesuatu dari sakunya dan memberikannya ke orang itu. Cuman sedikit, bisa digunakan untuk perjalanannya.

Orang itu menolak dan bilang kalo dia cuman mematuhi perintah.

Sekretarisnya Jessika menasehati agar dia nggak nolak pemberian hadiah dari perdana menteri.

Orang itu terpaksa menerimanya. Ia menyinggung tentang Samael yang kabarnya sangat menghormati perdana menteri.

Perdana menteri membenarkan. Ia juga mendengar kalo Samael akan segera mengunjungi Seoul. Ia bertanya ke orang itu apa dia pernah bertemu dengan Samael?

Orang itu menjawab belum. Belum sempat.

Perdana menteri memuji kerjanya dan minta agar terus berhubungan.

Orang itu mengiyakan lalu pergi dengan mobilnya.


Sekretaris Jessika tersenyum menatap perdana menteri. Perdana menteri kembali membuka kaca mobilnya dan bertanya kenapa sekretarisnya Jessika masih ada di sana?

"Aku mau naik mobil dengan pamanku"

Perdana menteri kayak nggak nyaman dengarnya.

Mereka duduk bersebelahan. Perdana menteri mengingatkan kalo dia melarang sekretarisnya Jessika untuk memanggilnya paman. Dia dan ayahnya sekretarisnya Jessika kan bukan saudara kandung.

Sekretaris Jessika mengaku tahu kalo silsilah keluarga mereka kacau. Tapi perdana menteri tetaplah pamannya.

Perdana menteri menghela nafas. Ia juga memuji kerja keponakannya.



Sekretaris Jessika tersenyum. Berasa bangga apa, ya? Lebih dari bagus berkat video dan rekaman yang ia berikan pada perdana menteri. Perdana menteri juga akan jadi pemilik Gedung Biru.

Perdana menteri mengangguk. Ia mengingatkan kalo Yun Han Gi belum mengambil keputusan.

Sekretaris Jessika santai. Cuman soal waktu doang. Dia jatuh dari sekretaris Senior dan jadi orang ketiga.

Sekretaris Jessika menyinggung tentang Dynamic yang dapat hadiah utama. Merekalah yang akan memiliki rencana F-X.

Perdana menteri mengaku nggak akan memberikannya dengan mudah. Mereka harus membayarnya.

Sekretaris Jessika mengingatkan kalo Edward nggak mudah untuk dihadapi. Potongan harga? Dia nggak akan goyah.

Perdana menteri menekankan kalovdia bukan Jeong Gook Pyo. Lihat aja gimana dia menghadapi Edward.

Seseorang nengetuk kaca mobil perdana menteri dan memberitahu kalo sekarang ini Presiden sedang bertemu dengan para wartawan.

Perdana menteri kaget.

"Benarkah?"

Nggak nyangka ih ternyata sekretarisnya Jessika sama perdana menteri itu sodaraan. Pantas aja marganya sama.

Eh, iya. Jangan lupa ikut sayembara, ya.

Bersambung...


Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episode 14 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

2 komentar

November 17, 2019 at 10:22 AM delete

Sayembara apa ya min, blm ngeklik link nya.. lanjut ya min,, ku pikir kmren ga update ternyata aku yg ketiggalan..

Reply
avatar
Uno
November 17, 2019 at 10:57 AM delete

Hehehe,,,"Sayembaraku Menunggu Vagabond", Cingu😊😊. Kuis kecil-kecilan, sih. Buat seru-seruan aja sambil nunggu Vagabond minggu depan. Ikutan cingu. Lumayan hadiahnya pulsa 25k.

Salam Anysti Uno😘😘😘

Reply
avatar