Friday, November 29, 2019

Sinopsis Vagabond episode 16 part 3


All content from SBS




Jessika dibawa kembali ke selnya. Dan orang yang membawanya adalah Jerome. Belum juga sampai ke selnya. Ternyata dia dipindah ke tempat lain.

Begitu juga dengan Hae Ri. Dia duduk sambil nyebut nama Edward dan memakinya. Matanya berkaca-kaca. Dia nangis.




Pintu tiba-tiba terbuka. Sipir bilang kalo Hae Ri kedatangan tamu. Dan ternyata tamunya adalah Edward. Ia mengaku terkejut pas dengar kabar soal Hae Ri.

Hae Ri hanya menatap Edward dengan tangan mengepal. Edward mendekat dan menanyakan apa Hae Ri punya pengacara? Ia akan mencari pengacara yang bagus kalo Hae Ri nggak punya. Atau ia bisa jadi...

Hae Ri menghampiri Edward dan memberitahu kalo dia datang ke sana secara sukarela. Edward mengaku nggak ngerti.

Hae Ri memberitahu kalo Gun dibunuh sama Jessika.

Edward menanyakan apa Hae Ri punya bukti? Hae Ri menyebutkan kalo Samael, Black Sun, tato si operator hitam adalah informasi yang mereka dapatkan dari O Sang Mi semuanya palsu. Jessika menipu O Sang Mi.

Edward memikirkannya. Ia bertanya-tanya kenapa dia melakukan itu? Hae Ri memberitahu kalo Jessika berusaha mengulur waktu dan membingungkan penyelidikan sementara dia bisa dipanggil ke Amerika.

Edward pura-pura terkejut.

Hae Ri melanjutkan kalo Jessika membunuh Gun karena Gun mengetahuinya.

Edward mengangguk. Tapi menurutnya Hae Ri nggak bisa membuktikan kejahatannya dengan dipenjara di sana.

Mata Hae Ri berkaca-kaca. Kalo nggak ada cara legal, maka ia akan menghadapinya sendiri. Ia akan menghukumnya sendiri karena telah membunuh Gun.

Hae Ri nangis menatap Edward.


Hae Ri dan Jessika ada di ruang klinik. Tangan Hae Ri terluka dan sedang diperban. Ia menatap Jessika penuh kebencian.

Jessika yang kepalanya terluka minta dipindahkan ke sel lain karena nggak tahan dengan Hae Ri.





Jerome melapor ke Edward kalo Hae Ri kembali menyerang Jessika. Ia merasa kalo Hae Ri nggak lagi pura-pura karena dia menunjukkan apa yang ingin dia tunjukkan.

Edward memberitahu kalo karena itulah itu disebut pertunjukan.

Hae Ri diam-diam mengambil pisau bedah tanpa sepengetahuan dokter.

Micky melihatnya dan memberitahukannya ke Edward.

Tangan Hae Ri sudah selesai diperban. Ia mau dibawa kembali ke dalam selnya. Hae Ri tiba-tiba berbalik dan berjalan menuju Jessika. Dia menusuk perut Jessika dengan pisau yang tadi dia ambil.

Sipir pria masuk dan menarik paksa Hae Ri pergi dari sana. Hae Ri berusaha buat melawan sambil teriak histeris mau membunuh Jessika.

Jessika kembali berbaring sambil memegangi perutnya yang tertusuk.

Edward mengawasi sambil menggoyang-goyangkan isi gelasnya.


Hae Ri kembali dimasukkan ke selnya. Dia bersandar sambil mengatur nafas puas.



Micky mendatangi Edward dan memberitahu kalo Jessika pingin nelpon. Edward mengaku bersedia.

Micky mengiyakan dan akan menyambungkannya.

Edward menjawab telpon Jessika sambil melihat rekaman CCTV. Jessika memberitahu kalo itu dirinya. Jessika nampak lemah dan wajahnya pucat.

Edward berbasa-basi. Dikiranya Jessika ada di penjara.

Jessika mengatakan kalo dia pingin ketemu sama Edward dan minta dikunjungi.

Edward nggak bilang apa-apa dan menutup telponnya.




Edward sudah ada di hadapan Jessika. Jessika nampak kurusan. Edward merasa kalo hidup si sana mengacaukan Jessika.

Jessika menulis sesuatu dan memberikannya pada Edward. Itu adalah alamat email dan kata sandinya. Rabat, penghindaran pajak dan perdagangan senjata ilegal. Semua kejahatan yang dilakukan oleh John & Mark ada di sana.

Edward seolah mengingatkan, kalo dia mengekspos itu, maka NEC akan menghukum perusahaan Jessika dan sahamnya akan turun sampai ke titik bangkrut. Jessika pingin dia mengambil alih?

Jessika tersenyum. Ia memberikan hadiah terakhir demi masa lalu.

Edward menghela nafas. Ia mengaku nggak paham dengan alasan Jessika yang mendadak berubah pikiran.

Jessika merasa pedih. Ia memberitahu kalo mereka nggak pingin memanggilnya ke Amerika. Tindakannya selama ini buat perusahaan nggak ada artinya buat mereka. Mereka membiarkannya mati di sana.

Edward mengambil kertas dari Jessika. Ia mengaku menghargai hadiah itu.



Jessika lalu bangkit sambil menahan sakit di perutnya. Ia pergi meninggalkan Edward.

Edward tiba-tiba menanyakan kenapa Jessika nggak meminta bantuannya? Langkah Jessika seketika berhenti.

Edward sesumbar kalo dia bisa dengan mudah membuat Jessika dipanggil.

Jessika lalu menoleh menatap Edward dengan mata berkaca-kaca.

Edward menanyakan apa karena egonya? Atau ...

"I hate you. Pun kalo aku mati, aku nggak akan minta bantuanmu"

Jessika nangis tapi dia masih berusaha buat tegar. Ia kembali berbalik dan lanjut jalan lagi.


Edward hanya bisa menghela nafas sambil menatap alamat email Jessika. Ia lalu mengambil ponselnya dan nelpon seseorang. Dari suaranya itu kayak suaranya Hong Seung Bum.

Edward menyuruhnya untuk manggil Jessika ke Amerika.


Jessika jalan kembali ke selnya sambil tersenyum. Ia menghapus air matanya sambil bergumam;

"Terbakarlah di neraka, Edward"


Di selnya Hae Ri mencoba untuk memejamkan matanya tapi nggak bisa. Dia teringat kenangannya bersama Gun selama ini.


Saat Gun menjadi pelatih taekwondonya,


Saat mereka tos di kapal,


Saat Gun mengipasi lehernya,


Saat Gun membantunya menjalani terapi jalan,


Saat Gun memijat kakinya,


Saat Gun menggendongnya,


Hae Ri nangis ingat semua itu.

Penjara Dongang




Hae Ri bebas. Dia keluar dari penjara. Matahari terasa terik tapi nggak ada satupun orang yang menjemputnya.

Sebuah mobil tiba-tiba berhenti di dekatnya. Ternyata sia adalah Jessika. Dia manggil Hae Ri dan nyuruh masuk.

Hae Ri menyibakkan rambutnya lalu jalan menghampiri Jessika.

Jessika memberinya kacamata hitam. Hae Ri mengambilnya dan memakainya.

Jesdika tersenyum dan menjalankan mobilnya.




Jessika memberitahu kalo setelah tiba di Amerika dia langsung membayar uang jaminannya. Pelobi melakukan lobi itu nggak legal. Ia menanyakan apa Hae Ri sudah mikirin usulnya? Ia meyakinkan kalo sebagai pegawai rendahan BIN, Hae Ri nggak akan bisa membalas kematian Gun. Dia menyarankan agar Hae Ri ikut dengannya ke Amerika dan ia akan dilatih selama 6 bulan. Ia akan memjadikannya pelobi hebat.

Hae Ri menanyakan kelanjutannya?

Jessika memberitahu kalo mereka akan ke kerajaan Kiria. Hpng Sun Jo dan Edward akan mengerjakan proyek pengeboran minyak di sana. Ia berniat merebutnya dari mereka.

Hae Ri nerasa tertarik dan menatap Jessika.

Jessika melanjutkan kalo mereka akan mengganti Hong sebagai presiden dan ia bisa menghasilkan uang dari itu. Ia menyuruh Hae Ri untuk memutuskan sekarang. Kalo Hae Ri setuju maka mereka akan ke bandara.

Hae Ri ngajak ke bandara.

Jessika tersenyum mendengarnya. Seorang pelobi harus tahu cara milih waktu.


Edward sedang menonton berita tentang pengeboman di Kiria yang dilakukan oleh kelompok pemberontak. Seenggaknya 100 orang meninggal dalam pengeboman itu.

Micky menghampiri Edward dan memberikan telponnya. Dari menteri pertahanan nasional Kiria.

Edward mengambilnya dan menjawabnya. Entah apa yang dikatakan oleh menteri pertahanan pada Edward.

Afrika Utara, Batas Wilayah Republik Ginapaso




Keadaan gelap banget. Beberapa orang pegang senjata berjalan dan menembaki orang di depan mereka.

Dua orang itu masuk ke sebuah ruangan dan menembaki beberapa orang di dalamnya. Nggak ada satupun orang yang tersisa. Ternyata mereka mengincar senjata biokimia dari para pemberontak.

Salah satu dari orang yang bersenjata tadi membuka teropong di wajahnya. Dan ternyata dia adalah...Gun? Seseorang melapor padanya kalo mereka menemukan bayinya.

Gun menjawab, papa dua diterima.




Beberapa orang lagi masuk. Mereka jalan sambil menembaki orang yang masih hidup. Ketua tim menanyakan status saat ini.

Gun dan yang lain mengangkat jempol mereka. OK. Ketua tim maju dan membuka lemari.

Gun melepas maskernya. Dia merencanakan sesuatu.

Ketua tim membuka sebuah kotak dan isinya adalah tabung yang mereka cari.

Gun bertanya pada ketua tim, ia merencanakan serangan bioteroris? Ketua tim melarang Gun untuk bertanya. Ia mengingatkan kalo mereka hanya menerima perintah.

Ketua tim nyuruh semuanya untuk nunggu di sana sampai pengasuh bayi datang untuk menjemput bayinya. Yang lain langsung meletakkan senjata dan melepas helm untuk beristirahat.


Gun berjalan menjauhi yang lain. Lily melaporkan kalo dia baru aja meretas radio mereka. Pengasuh bayi yang akan menjemput senjata biokimia itu adalah Jerome.

Gun nggak bilang apa-apa.


Jerome yang sedang menyetir menelpon dan menanyakan keadaan bayinya. Ia minta diberikan lokasinya.




Lily mengingatkan kalo riwayat Gun akan tamat kalo sampai si b*rengsek itu mengenalinya. Ia menyarankan agar Gun membuat alasan dan keluar kalo dia sudah selesai.

Gun berbalik dan melihat orang-orang itu.

Lily manggil Gun. Dengar nggak? Ia berharap kalo Gun nggak memikirkan tindakan b*doh.

Kim Do Su mendekat dan memberitahu kalo dia nggak peduli sama Gun. Tapi dia nggak akan membiarkan Gun membahayakan bayaran...

Lily mendorong Kim Do Su. Dia lalu memperingati Gun. Dua baru aja berhasil masuk Black Sun. Semuanya akan sia-sia kalo Gun mengacau sebelum menguak ...

Gun nggak peduli dan menyiapkan senjatanya. Lily manggil Gun tapi Gunnya nggak nyahut.

Agak gimana gitu paslihat Edward. Oramg yang segitu kejamnya, gampang banget bunuh orang tapi di depan Jessika? 

Cuman dikasih lihat beberapa tetes air mata aja langsung luluh???

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episode 16 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar:

November 29, 2019 at 2:49 PM delete

Semakin ksni kok aku malah semakin ga ngeh ya ama jalan ceritanya. Kayak jauh bangeet dr ep awal...harusnya kan ini detik2 ending yang gmna gtu kaya drakor2 yg lain

Reply
avatar