Monday, November 4, 2019

Sinopsis Vagabond episofe 12 part 2


All content from SBS





Jessika masih di gedung biru. Lagi sarapan. Presiden tiba-tiba menanyakan apa Jesdika sudah menikah?

Jessika tersenyum. Ia meminta pada presiden untuk mengenalkan kalo dia punya kenalan yang baik. Presiden tersenyum dengarnya. Menurutnya Jessika nggak bisa tapi pasti ada alasan khusus dia belum menikah.

Jessika membenarkan. Dia nggak bisa. Orang menawan kayak presiden yang membuat standarnya terlalu tinggi. Presiden hanya tertawa.

Perdana menteri sama sekretaris Yun hanya diam mendengarkan.

Jessika tiba-tiba menyinggung tentang apa yang ia dengar kali pengeboran minyak di Kiria nggak berjalan mulus.



Presiden langsung menatap Jessika. Perdana menteri dan Sekretaris Yun saling tatap. Suasana berubah jadi nggak enak.

Presiden memberitahu kalo itu adalah proyek rahasia. Ia menanyakan dari mana Jessika tahunya?

Jessika merasa menyesal. Harusnya dia nggak menyebutkannya. Ia pikir nggak masalah menyebutkannya karena Raja Abdullah yang bilang langsung padanya.

Presiden lalu menanyakannya ke perdana menteri.

Perdana menteri mau menjelaskannya tapi dipotong sama Jessika. Ia menanyakan apa perdana menteri Hong yang bertanggung jawab atas itu?

Perdana menteri mengatakan kalo tadinya ia juga mau bilang. Ia akan menjelaskannya nanti.

Presiden heran Jessika kenal baik dengan Raja Abdullah.



Jessika tersenyum. Ia memberitahu kalo dulunya mereka berbisnis tapi sekarang berteman. Presiden berpikir kalo perdana menteri bisa menggunakan bantuan dari Jessika.

Ia secara langsung minta perdana menteri untuk menggunakan Jessika pada urusan mereka.

Perdana menteri memberitahu kalo ia sudah mendapatkan rekan untuk rencana itu. Ia bilang ke Jessika akan menghubunginya kalo membutuhkan.

Jessika mengiyakan. Ia selalu siap melayani. Perdana menteri mengangguk.

Presiden nenawari Jessika buat minum alkohol. Jessika mengiyakan. Dengan senang hati. Hadeuh, ini presiden kok genit amat, ya???

Sekretaris Yun mengingatkan kalo habis ini Presiden masih ada rapat sama 3 pemimpin partai.

Lah, sejretaris Yun malah kena marah. Nggak seharusnya sekretaris Yun mengadakan pertemuan di gedung biru. Di luar kan ada banyak restoran yang bagus dan nyaman. Sekretaris Yun nggak berani membantah.

Jessika minta ijin buat mengundang Presiden ke restoran yang bagus lain kali.

Presiden tersenyum. Ide yang bagus.



Jessika meninggalkan ruangan Presiden bersama sekretaris Yun. Ia menanyakan siapa yang jadu rekannya perdana menteri?

Sekretaris Yin mengaku nggak tahu. Jessika minta tolong agar sekretaris Yun nyari tahu.

Hadeuh, sekretaris Yunnya menahan marah. Tapi Jessika kayak nggak mau menyadarinya. Ia memberitahu kalo Jessika mencoba mendapatkan lebih dari dari yang ia sanggup.

Jessika hanya tersenyum.

Sekretaris Yun mengambil ponselnya. Min mengabarkan kalo Kim Woo Gi sedang dalam perjalanan menuju pengadilan.


Min dan anak buahnya mengejar mobil Gun dari pelabuhan Incheon. Mobilnya Gun sudah terlihat. Min nyuruh anak buahnya untuk mendekat.

Gun nyetirnya g*la-g*laan. Kim Woo Gi aja sampai teriak ketakutan.

Min berhasil mensejajari mobil Gun dan bersiap buat nembak. Gun langsung tancap gas. Saat mobil Min berhasi mendahului Gun mendadak mengurangi kecepatan lalu berpindah lajur dan melawan arah. Yang di dalam mobil pada tegang semua.

"G*la!!!"

"Enggakkk!!!"

Min terus menembak sampai akhirnya ia kehilangan kesempatan buat mengikuti.


Gun senang akhirnya mereka berhasil lolos. Wung juga senyum dan memuji Gun. Hae Ri ngajakin Gun buat tos.


Min lapor ke sekretaris Yun kalo dia kehilangan Kim Woo Gi. Dal Gun adalah pemeran pengganti yang bagus. Cara nyetirnya juga gila-gilaan. Dia nyuruh Yun buat nelpon polisi dan minta bantuan.

Yun langsung pucat wajahnya. Dia ngasih tahu Jessika kalo Cha Dal Gun sedang dalam perjalanan bersama Kim Woo Gi. Dia lolos dari tim mereka dan sekarang sedang menuju ke pengadilan.

Jessika nampak ketakutan. Dia nyuruh Yun buat lapor ke Presiden. Mereka harus menghentikannya.

Yun berbalik dan kembali masuk ke ruangan Presiden.

Jessika mengambil ponselnya dan nelpon sekretarisnya.


Presiden sedang menjamu tiga ketua partai. Sekretaris Yun datang dan minta bicara sebentar. Presiden nggak bisa karena lagi ada ketua partai.

Sekretaris Yun meminta maaf pada para jetua partai. Ia harus bicara berdua dengan Presiden.


Presiden kaget dengar berita dari Yun dan memarahinya. Yun memberitahu kalo marahnya nanti lagi. Yang penting mereka harus menghentikannya.

Perdana menteri menanyakan apa Yun yang merencanakan kecelakaan B357? Sekretaris Yun nggak menjawab.

Presiden nampak nggak nyangka Yun bersekongkol atas terjadinya kecelakaan itu.

Yun mengaku nggak ada kaitannya dengan hal itu. Presiden lalu menanyakan dalangnya.

Sekretaris Yun mengungkapkan kalo dalangnya cuman Wakil Presdir John & Mark. Dia hanya berusaha menghancurkan barang bukti.




Presiden menyesalkan kenapa Yun nggak ngasih tahu dia dari awal? Sekarang mereka harus gimana? Yun sudah menandatangani kontrak?

Sekretaris Yun maju dan memberitahu kalo sekarang belum terlambat. Uang suapnya dikirim ke bank di Singapura. Ia minta agar itu dikembalikan ke John & Mark.

Presiden nggak langsung menjawab. Ia memberitahu Yun kalo uang itu buat melanjutkan silsilah politik selama 1000 tahun si Korea. Ia meminta Yun untuk mengatakan apa yang harus ia lakukan.

Emang itu yang Yun inginkan. Dia lalu minta presiden untuk menggerakkan polisi sekarang juga.

Presiden lalu nelpon komisaris polisi.



Jalan ke pengadilan ditutup. Banyak tentara dikerahkan untuk menghadang.

Beberapa mobil polisi ditugaskan untuk mencari mobil Gun. Sekretaris Yun minta mereka buat nggak menangkap hidup-hidup.

Presiden minta Yun untuk terus mengabarinya. Sekretaris Yun mengiyakan lalu pergi.

Presiden kesal. Ia mengambil gelasnya kemudian membantingnya. Perdana menteri santai melihatnya.



O Sang Mi sampai ke pengadilan. Para wartawan memintanya untuk mengatakan apa yang terjadi. Mereka minta O Sang Mi untuk melihat ke arah mereka.

Hae Ri melihat berita. O Sang Mi sudah hadi sebagai saksi. Ia memberitahu Gun kalo sidang akan segera dibuka.

Gun melihat kalo ada mobil yang mengikuti mereka. Se Hun melihat ke belakang. Ia rasa mereka sudah jauh.


Wung nyuruh Gun buat menepi. Dia yang akan nyetir. Gun nggak mau. Dia aja.

Wung seolah meremehkan. Gimana kalo gara-gara kecerobohan Gun mengakibatkan kecelakaan? Tamatlah mereka.

Gun malah nanya ke Hae Ri. Dia maunya siapa yang menyetir? Hae R bingung jawabnya.

Mobil polisi mendekat. Se Hun nggak habis pikir. Min bahkan mengontrol polisi.

Gun makin tertantang. Dia ngebut. Para polisi itu malah nyebut Gun sebagai teroris dan melapor ke polisi lainnya ke mana arahnya Gun pergi.


O Sang Mi ada di ruang tunggu. Sekretaris Jessika masuk. Dia minta bicara berdua dengan O Sang Mi. Penjaga keluar.

O Sang Mi bangkit dan membanting kursinya. Ia mengingatkan kalo sekretaris Jessika menjanjikan kalo dia nggak akan masuk penjara. Ia nggak sudi bersaksi untuk membantu Jessika.

Sekretaris Jessika menjanjikan kalo O Sang Mi akan dibebaskan setelah persidagan.

O Sang Mi minta sekretaris Jessika buat menepati janji. Kalo dia ingkar lagi maka dia akan...




Sekretaris Jessika memotong. Ia memberitahu kalo Kim Woo Gi mungkin akan muncul di pengadilan.

O Sang Mi langsung terdiam. Ia menyimpulkan kalo persidangannya akan sia-sia.

Sekretaris Jessika menanyakan bukti yang dimiliki Kim Woo Gi. O Sang Mi memikirkannya dan seingatnya nggak ada. Sekretaris Jessika menanyakan apa O Sang Mi yakin?

O Sang Mi memberitahu kalo suaminya nggak bilang apa-apa. Sekretaris Jessika mengira kalo mereka hanya menggertak.

O Sang Mi mendekat dan menanyakan mereka bisa menang kalo mereka nggak punya bukti?

Sekretaris Jessika berpikir kalo yang terbaik adalah Kim Woo Gi nggak usah hadir.




Ruang sidang sudah penuh. Sekretaris Edward memberikan sesuatu pada Edward.

Sekretaris Jessika melihat ke Edward yang sempat-sempatnya minum kopi. Ia juga melakukan hal yang sama. Ia dengar Edward selalu minum kopi sebelum persidangan. Mungkin itulah rahasia kemenangannya.

Edward hanya menghela nafas dan nggak menanggapi.

Sekretaris Jessika melanjutkan. "Rusak rutinitas lawan". Ia menatap Edward dan memberitahu kalo dia mempelajari itu dari Edward. Dan ia lihat itu berhasil. ..

Edward membalas. "Kalo pengacara melakukan hal di luar rutinitas mereka, maka artinya mereka gugup". Ia menatap sekretaris Jessika dan berpikir rutinitasnya lebih rusak dari Edward.

Sekretaris Jessika kayak merasa tersindir.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Vagabond episofe 12 part 2
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar:

November 6, 2019 at 3:13 PM delete

Lanjut dong nulisnya min....
Penasaran bgt ni...

Reply
avatar