Friday, December 20, 2019

Sinopsis Nee Sensei, Shiranai No? Episode 2 part 3


All content from MBS




Warning: 18+

Jadilah pembaca yang bijak


Riichi kembali berjalan dan Jun kembali mengikutinya. Ia menanyakan sudah berapa lama mereka pacarannya?

Sambil senyum Riichi memberitahu kalo baru sebulan. Jun pikir bulan pertama adalah masa-masa yang paling menyenangkan untuk pacaran.

Riichi berbalik dan menatap Jun. Baginya...

Jun memotong. Bagi Riichi? Gimana dengan gadis itu?

Riichi nggak menjawab. Ia mengambil ponselnya. Sudah dua hari ini sejak Hanai membaca pesannya. Ia memperlihatkannya ke Jun. Jun aja sampai kaget.

Riichi merasa kalo mungkin Hanai akan segera membiarkannya menemuinya.

Riichi kembali berjalan dan Jun nggak lagi mengikuti.

Riichi mengingat-ingat tentang Hanai. Dia nggak memakai riasan. Dia selalu memakai kaos dan nggak membiarkan Riichi melihatnya sama sekali. Tapi itulah Hana. Sangat cantik dan membuatnya nggak bisa nahan.



Riichi naik kereta menuju rumah Hanai. Ia menekan bel. Nggak ada yang bukain. Ia menyimpulkan kalo asisten Hanai pasti sudah pulang. Ia pikir Hanai pasti sudah menyelesaikan naskahnya.

Riichi duduk di samping pintu. Dia mengirim pesan ke Hanai tapi nggak dibaca. Padahal sudah dua jam. Riichi merasa kalo mungkin Hanai ketiduran.

Riichi bangkit dan melihat ke bawah. Dia merasa kalo Hanai luar biasa.

Pagi harinya





Hanai sudah bangun. Dia keluar dan membangunkan Riichi yang sedang ketuduran di depan pintu rumahnya.

Riichi terbangun dan tersenyum menatap Hanai seraya mengucapkan selamat pagi.

Hanai bangkit dan menutup pintunya. Ia meminta maaf pada Riichi karena nggak menyadari pesannya.

Riichi mengulurkan tangannya minta dibantu buat bangkit.

Hanai menurut. Dia mengulurkan tangannya dan menarik Riichi. Eh, Riichi malah memeluknya.

Hanai berusaha untuk mendorong Riichi. Dia sudah nggak mandi selama dua hari soalnya. Dia masih kotor dan melarang Riichi buat dekat-dekat. Dia mau mandi dulu.

"Nggak boleh!"

Riichi mempererat pelukannya seolah nggak mau jauh dari Hanai lagi. Dia sudah cukup bersabar nunggu sampai naskahnya selesai. Hanai nggak maksa lagi.

Riichi melepaskan pelukannya dan menatap Hanai. Ngerti nggak? Kalo Riichi nggak bisa melihat Hanai, maka dia akan terus menunggu.




Hanai mempersilakan Riichi untuk masuk sementara dia mandi.

Riichi nggak sabar. Dia pingin melihat wajah Hanai. Dan dia nggak bisa menahan lagi.

Riichi bangkit dan jalan ke kamar mandi. Dia melepas bajunya. Pingin mandi juga.

Dari dalam kamar mandi tahu-tahu Hanai teriak. Dia membuka pintu dan kaget lihat Riichi melepas bajunya.

Riichi mengatakan kalo dia juga mau masuk ke kamar mandi. Dia mendekat dan membuang bajunya. Dia mau mencuci rambutnya Hanai.

Hanai nggak mengijinkan. Dia kembali menutup pintunya. Untung Riichi nggak kejedot pintu. Hanai mengatakan kalo dia sudah selesai.

Richi menanyakan apa Hanai beneran nggak mau?

Hanai merasa kalo itu memalukan. Dia nggak memperbolehkan Riichi untuk masuk ke dalam. Hanai malah nyuruh Riichi untuk mengambilkan handuk karena dia mau keluar.

Riichi menurut. Dia mengambil handuk di dekatnya dan memberikannya pada Hanai. Habis itu dia keluar.




Riichi menunggu Hanai di luar. Tapi habis itu dia malah heran sendiri. Kenapa? Ia kembali masuk dan ternyata Hanai sudah keluar dari kamar mandi.

Ia merasa kalo nggak ada cara lain karena mereka sama-sama sibuk. Kalo sampai dalam sebulan mereka nggak bisa kencan, maka mereka juga nggak bisa ciuman. Apa cuman dia yang menahan diri?

Hanai membantahnya. Riichi mendekat dan bertanya, kenapa?

Hanai ragu-ragu mengatakannya kalo dia masih virgin. Riichi sedikit terkejut dengarnya.

Hanai bertanya apa bagi Riichi ia merepotkan? Karena Riichi terbiasa dengan hal-hal yang seperti itu.

Riichi malah tersenyum dan menghampiri Hanai. Hanai beneran mangaka?

Hanai menanyakan apa Riichi merasa jijik?

Riichi membelai rambut Hanai dan mencium bibirnya. Dia lalu menatap Hanai dalam.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Nee Sensei, Shiranai No? Episode 2 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email


EmoticonEmoticon