1/30/2020

Sinopsis Homeroom episode 1 part 3


All content from MBS


Raburin ternyata nggak pulang ke rumahnya. Dia ke perpustakaan dan menciptakan jebakan baru buat Sakurai, menari-nari.

"Aku bukan penjahat!!"

Raburin meletakkan wadah kotak di atas rak buku.



Pagi harinya Sakurai di perpustakaan, menata buku.

Raburin mengawasinya sambil menyiram bunga. Petugas UKS tiba-tiba menghampirinya dan memuji Raburin yang telah merawat bunga-bunga cantik itu dengan penuh kasih sayang. Dia ngajak Raburin untuk mengerjakan tugas keliling malam bersamanya.

Raburin mengiyakan. Petugas UKS senang dengarnya. Ia bilang sudah menantikannya sejak minggu lalu.

Raburin rada kesal karena petugas UKS menghalanginya melihat Sakurai.



Ada satu buku yang Sakurai nggak tahu tempatnya. Ia menanyakannya ke ketua perpustakaan.

Ketua memeriksanya lalu memberitahukan tempatnya, di rak paling belakang paling atas.

Sakurai memgambil kembali bukunya dan berterima kasih.

Ketua merasa aneh. Masalahnya nggak ada riwayat peminjaman dari buku itu.

Sakurai berpikir kalo mungkin seseorang mengeluarkannya tanpa ijin.

Ketua mengiyakan. Belakangan itu emang sering terjadi. Ia meminta Sakurai untuk berhati-hati.

Sakurai mengiyakan.

Ketua melarang Sakurai untuk memanggilnya ketua. Panggil aja Yahagi.

Sakurai masih berat.

Yahagi bangkit dan memberitahu kalo ia hanya ingin nyaman aja bicara sama Sakurai. Ia mendengar kalo belakangan Sakurai sedang mengalami kesulitan. Katanya ia dirisak di kelas.

Sakurai nggak bisa bilang apa-apa.




Petugas UKS masih ngajak ngomong Raburin. Dia penasaran sama apa yang Raburin lakukan tiap malam. Pacaran?

Raburin memberitahu kalo dia nggak punya pacar. Petugas UKS girang dengarnya. Ia merasa kalo Raburin pasti kesepian. Apa pernah kepikiran buat menikah?

Raburin menjawab belum. Petugas UKS memberitahu kalo secara medis menikah harus di usia muda. Ia memberitahu kalo dia juga belum menikah.

Raburin tertawa tapi dalam hatinya kesal banget. Gara-gara petugas UKS Sakyrai jadi nggak kelihatan.

Sakurai mau meletakkan buku itu tapi kesulitan. Ternyata ada sebuah tombol di sana. Kotak yang Raburin siapkan akan jatuh kalo Sakurai berhasil meletakkan bukunya.

Petugas UKS makin mendekat. Raburon teriak dalam hati, nyuruh petugas UKS untuk pergi.

Tiba-tiba terdengar suara teriakan Sakurai.




Raburin segera berlari ke sana sambil teriak nyuruh para murid untuk minggir. Ia adalah pahlawan.

Raburin tertawa dalam hati. Responnya lebih bagus dari yang ia duga. Dan orang yang kejatuhan kotak lumpur adalah.. Yahagi.

Raburin syok lihatnya. Sakurainya malah baik-baik aja di samping Yahagi.

 Raburin berlari menggendong Yahagi menuju UKS.



Sakurai dan Maru menemui Yahagi sepulang sekolah. Ia menanyakan apa Yahagi nggak papa?

Yahagi mengaku nggak papa dan nggak terluka juga. Sakuraivmeminta maaf. Yahagi jadi seperti itu karena menggantikannya meletakkan buku.

Maru membenarkan. Orang yang mereka incar adalah Sakurai. Ia menduga kalo pelakunya adalah orang yang sama.

Yahagi bersyukur ia yang kena. Sakurai membantahnya dan meminta maaf lagi.

Yahagi nggak ngerti kenapa Sakurai harus minta maaf. Ia melarang Sakurai untuk manggil dia ketua.

Sakuri kembali minta maaf.

Yahagi melarang Sakurai untuk minta maaf mulu. Tapi kalo di rumah ia emang selalu dipanggil ketua, sih.

Ketiganya jalan bareng.

Raburin tiba-tiba muncul dari sebuah ruangan yang dilewati Sakurai. Ia nampak depresi karena telah gagal.


Malamnya Sakurai kembali minum minuman dari Raburin. Dan saat Sakurai sudah terlelap, Raburin kembali muncul.

Ia menyisir rambut Sakurai sambil menenangkan diri sendiri. Sekali gagal cuman masalah sepele. Waktu buat mereka berdua akan selalu ada. Iya, kan, Sakurai?

Raburin membelai rambut Sakurai dengan penuh cinta.


Petugas keamanan selesai berkeliling. Ia menatap rumah Sakurai llau lanjut jalan lagi.



Raburin menjelaskan tentang tata surya ke anak-anak. Maru berdiri dan ngasih tahu kalo Sakurai dibully lagi.

Raburin kaget dan segera mendekat. Hari itu dia bahkan belum ngapa-ngapain. Dia syok. Siapa m*nyet itu yang menggunakan cara seperti dirinya?

Raburin tetingat saat-saat Sakurai menengok ke arahnya sambil senyum.


Raburin berdiri di atap gedung tanpa s*h*lai b*nang, alias t*l*nj*ng b*l*t. Dia teriak kalo cuman dia yang boleh membuat Sakurai menderita.

Awalnya nggak ada niatan buat nyinop ini. Pas lihat cuplikannya di akhir episode "Nee Sensei, Shiranai No?" kemarin kayaknya biasa aja. Nggak ada yang istimewa. Cuman guru sama murid doang. Apa, sih istimewanya. Bahkan sepupuku juga nikah sama gurunya biasa aja.  Pun waktu itu download juga buat ngabisin kuota internet doang.

Habis download juga nggak langsung ditonton. Hari berikutnya baru sempat. Dan..what??? Mataku membelalak lihat kelakuan Raburin. Nih Sensei sedheng (g*la) apa gimana? Sakit jiwa kayaknya. Ngerjain muridnya sendiri, nyelametin sendiri biar bisa dianggap pahlawan. Nggak waras.

Dan di akhir kayaknya dia terpukul banget polanya diikutin sama orang lain. Kira-kira siapa, ya? Aku langsung mikirnya Takenouchi. Secara dari semua murid cuman dia doang yang nggak mau nurut sama Raburin. Kalo menurut kamu, siapa???

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Homeroom episode 1 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 comment

  1. Iya bener ni raburin emang aneh dan seram. Seperti terobsesi gitu kan ya...

    ReplyDelete

Annyeong Cingu!!! Komentar boleh, tapi jangan spam, ya..
EmoticonEmoticon