1/13/2020

Sinopsis Touch episode 2 part 1

Sinopsis Touch episode 2 part 1


All content from Channel A




Jung Hyuk mengenali Soo Yeon. Diagkit dan menghampiri Soo Yeon. Meletakkan tangannya di kedua bahu Soo Yeon dan memarahinya. Beraninya Soo Yeon datang ke sana.

Direktur (yang kemarin aku bilang sekretaris, ternyata dia adalah Direktur. Mian, yaπŸ˜€) ingat kalo Soo Yeon adalah salah satu anggota Miracle yang dulu dikeluarkan.

Dia bangkit dan menghampiri Jung Hyuk, menariknya kembali ke tempat duduknya.

Jung Hyuk sama sekali nggak bisa tenang. Dia nyuruh Soo Yeon untuk keluar karena dia telah gagal.

Yang lain berusaha untuk menenangkan Jung Hyuk. Jung Hyuk menghela nafas dan bersedia melanjutkan wawancara. Ia memberitahu Soo Yeon kalo mereka meriksa karakter dan sikap orang itu dalam wawancara. Tapi karena dia sudah mengenal Soo Yeon menurutnya wawancara itu hanya akan menghabiskan waktu.

Sekali lagi Jung Hyuk nyuruh Soo Yeon untuk keluar.



Pak Kim nggak setuju. Menurutnya Jung Hyuk harus mewawancarai Soo Yeon karena telah lolos fase pertama.

Direktur membenarkan dan menambahi kalo Jung Hyuk tadi bilang kalo Soo Yeon lebih baik dari Won Ahn.

Wanita yang duduk di sebelah Jung Hyuk juga merasakan hal yang sama. Dia meminta Jung Hyuk untuk tenang. Sebagai CEO, akan terasa canggung kalo Jung Hyuk menyuruhnya pergi seperti tadi.

Direktur ngasih segelas air ke Jung Hyuk agar ia merasa lebih tenang. Ia pikir kalo mereka seenggaknua harus mendengar dari Soo Yeon sendiri karena telah ada di sana.

Jung Hyuk nggak bisa ngeyel lagi. Dia minta mereka untuk cepat.

Wanita di samping Jung Hyuk bertanya pada Soo Yeon, dia ikut audisi?

Soo Yeon membenarkan. Dia memperkenalkan diri dan menyebutkan namanya.

Direktur menanyakan gimana Soo Yeon datang ke sana? Pak Kim ikutan bertanya, apa Soo Yeon punya obsesi pada make up?

Flashback...



Soo Yeon merias wajah Jung Young. Jung Young prihatin karena Soo Yeon nggak dapat panggilan lagi buat pertunjukan paruh waktu hari ini.

Soo Yeon merasa kalo mereka sudah menemukan orang lain.

Jung Young mengaku mendengar kalo pertunjukan paruh waktu di mart dijual dengan harga tertentu.

Soo Yeon menghela nafas berat. Ia berpikir untuk kembali pada orang tuanya dan membantu di kedai mie.

Jung Young mencoba untuk nenghibur Soo Yeon. Soo Yeon bisa menjadi penata riasnya kalo pertunjukannya kali ini berhasil. Ia akan membayar Soo Yeon.

Soo Yeon meremehkan. Berapa banyak pengikut yang Jung Young miliki? Berapa banyak balon yang ia terima kemarin?

Jung Young minta Soo Yeon untuk nunggu aja. Ia yakin akan bisa mendapatkan banyak reaksi. Perlahan tapi pasti. Ia penasaran kenapa mukbang dan kolabirasi tata rias bisa nggak berhasil. Padahal itu adalah produksi yang mematikan.

Soo Yeon melarang Jung Young untuk bicara dan fokus.



Nggak lama kemudian riasan Soo Yeon selesai. Ia mengambil cermin dan memberikannya pada Jung Young.

Jung Young nampak puas dengan hasilnya. Ia meyakinkan kalo ia akan mendapatkan klik terbanyak  hari ini.

Soo Yeon sesumbar kalo tangannya terbuat dari emas.

Jung Young terpikir kalo Soo Yeon mendapatkan sertifikasi untuk riasan dan itu bisa ia gunakan sebagai spesialisasinya.

Soo Yeon memberitahu kalo mendapatkan sertifikasi sama melakukan pekerjaan itu beda.

Jung Young menyarankan agar Soo Yeon menunggu. Ia lalu bangkit dan memberikan sesuatu pada Soo Yeon.

Sertifikasi tata rias. Sertifikasi: rias orang-orang terkenal dibayar seperti 1,5 juta untuk sesi make up.

Soo Yeon kaget. 1,5 juta buat sesuatu yang bakal dihapus setelah sekali?

Jung Young mengangguk. Soo Yeon lalu menanyakan kalo Cha Jung Hyuk? Jung Young memberitahu kalo mungkin sekitar 3 juta won.

Soo Yeon merasa sayang. Apa waktu itu ia menghapus make up yang bernilai 3 juta won?

Jung Young merasa kalo Soo Yeon juga bisa seperti itu. Ia nggak akan kelaparan kalo dia punya keterampilan. Soo Yeon merasa nggak yakin.

Flashback end...



Soo Yeon akan jujur karena dia sendiri telah tersingkir. Alih-alih minatnya pada make up, ia cukup sederhana kalo dibandingkan dengan peserta pelatihan yang lain. Jadi untuk mengisi kolom khususnya, ia mendapatkan sertifikasinya dalam pikirannya.

Ditektur menanyakan kalo sekarang Soo Yeon bukan lagi penyanyi?

Soo Yeon memberitahu kalo dia nggak bisa.

Wanita di samping Jung Hyuk menanyakan kalo impian baru Soo Yeon adalah menjadi penata rias?

Soo Yeon malah nanya balik. Apa itu harus jadi impiannya? Ia memberitahu kalo ia nggak lagi punya mimpi dalam hidupnya. Ia mengaku takut gagal. Tapi kalo ia diberi kesempatan, maka ia akan bekerja dengan rajin. Ia yakin kalo ia bisa bertahan.

Jung Hyuk malah tertawa dengarnya ia merasa kalo apa yang Soo Yeon katakan tadi adalah bentuk penghinaan terhadap Cha Beauty. Ia memberitahu kalo Cha Beauty memberikan lingkungan dan kompensasi terbaik di industri. Jadi ia membutuhkan tenaga kerja terbaik.

Direktur dan pak Kim menatap Jung Hyuk agar nggak sampai keterlaluan. Tapi Jung Hyuk sama sekali nggak mau berhenti. Ia menekankan apa yang Soo Yeon katakan kalo ia membutuhkan pekerjaan, takdir. Maka Soo Yeon harus pergi ke tempat lain. Kenapa ke sana?

Soo Yeon hanya diam.

Jung Hyuk lalu mendesak Pak Kim dan direktur untuk mengatakan sesuatu.




Pak Kim mengangkat tangannya dan mengaku punya pertanyaan. Ia mengaku nghak peduli Soo Yeon punya impian apa enggak. Dia cuman pingin seseorang yang baik. Menurutnya ini sangat penting. Ia menanyakan arti make up buat Soo Yeon.

Soo Yeon memberitahu kalo saat ibunya masih muda, ia punya mimpi untuk menjadi aktris. Itu sebabnya ibunya menginginkannya untuk menjadi penyanyi. Ibunya sering mengatakan kalo "Mimpimu adalah mimpiku".

Keluarganya bangkrut saat ia berusia 20 tahun. Orang tuanya nengelola kedai mie eojuk di luar Seoul. Tanpa sarung tangan, tangan yang biasa memakai cincin cantik, membuat eojuk tiap hari.

Walaupun begitu, ibunya tetap memakai make up tiap pagi. Walaupun itu akan terhapus saat ia bekerja di restoran dengan keringatnya. Buaknkah itu arti make up buat semua orang? Mungkin akan terasa merepotkan tapi akan merasa senang saat memakainya. Membuat diri merasa sedikit lebih baik dan bergaya. Membuatnya merasa seakan bisa menjadi diri sendiri.

Semua orang mendadak terdiam mendengarkan Soo Yeon.


Soo Yeon meninggalkan Cha Beauty. Saat sampai di luar, ia menatap tempat itu sekali lagi lalu pergi.



Manajer, wanita yang duduk di sebelah Jung Hyuk merasa kalo Soo Yeon nggak buruk. Pak Kim membenarkan. Menurutnya Soo Yeon punya gaya dan nampak bagus.

Direktur mengaku merasa tersentuh saat Soo Yeon bicara soal ibunya.

Manajer menanyakan apa Soo Yeon akan bertahan? Ia harus datang pagi sekali dan bekerja tanpa henti sepanjang akhir pekan.

Pak Kim mengingatkan kalo Soo Yeon bisa bertahan di Window entertainment yang kejam. Ia yakin Soo Yeon bisa melakukannya.

Manajer lalu menanyakan pendapat Jung Hyuk.

Jung Hyik mengaku nggak suka sama Soo Yeon. Yang lain langsung terdiam. Jung Hyuk mengulanginya kalo dia hanya nggak suka aja.

Pak Kim nggak suka karena itu terlalu subjektif.



Jung Hyuk kembali ke ruangannya. Ia menjatuhkan desain make up dari Soo Yeon di atas meja. Ia menghela nafas lalu melihatnya lagi

Hyun Jun mengetuk pintu dan masuk. Ia memberitahu kalo make up dasar kamar #3 telah selesai.

Jung Hyuk mengiyakan dan memberitahu akan segera keluar.

Hyun Jun mengiyakan lalu pergi.

Jung Hyuk ngelihat desain itu lagi. Ia menghela nafas panjang lalu menjatuhkannya.


Sudah malam. Soo Yeon duduk di depan Cha Beauty dan menunggu Jung Hyuk. Ia segera menghampirinya saat Jung Hyuk keluar.

Jung Hyuk menanyakan apa yang Soo Yeon lakukan di sana?

Soo Yeon mengaku ingin mengatakan sesuatu. Dia nggak nyangka akan ketemu sama Jung Hyuk hari ini.

Jung Hyuk nyuruh Soo Yeon untuk langsung ke intinya aja. Soo Yeon mengiyakan. Ia mengingatkan saat Jung Hyuk terus bertanya padanya kala itu. Kenapa ia mengubah riasannya?

Jung Hyuk seperti nggak ingin tahu lagi dan nyuruh Soo Yeon untuk pergi aja. Jangan nakal.

Jung Hyuk pergi meninggalkan Soo Yeon dengan mobilnya.

Soo Yeon menghela nafas dan merasa nggak nakal.



Jung Hyuk yang sudah pergi tahu-tahu balik lagi. Dia turun dari mobil dan menanyakan kenapa Soo Yeon merubahnya?

Soo Yeon memberitahu kalo itu nggak seperti dirinya. Ia nampak terlalu cantik.

Jung Hyuk merasa nggak habis pikir. Terlalu cantik?

Soo Yeon melanjutkan kalo orang nggak akan melihatnya dan hanya melihat riasannya. Ia memberitahu kalo ia nggak sampai sejauh ity karena dia cantik. Ia mengaku menyesal karena nggak mempertimbangkan posisi Jung Hyuk.

Jung Hyuk menekankan, kalo saat itu Soo Yeon tetap dengan riasannya maka ia akan di posisi peetama dan bukannya ketiga. Itu akan membuatnya lebih sulit untuk dikeluarkan dari tim.

Soo Yeon nggak bisa berkata-kata. Jung Hyuk lalu pergi meninggalkannya. Soo Yeon hanya bisa menghela nafas selepas Jung Hyuk pergi.

Bersambung...

Sinopsis Touch episode 2 part 1
4/ 5
Oleh
Add Comments

Annyeong Cingu!!! Komentar boleh, tapi jangan spam, ya..
EmoticonEmoticon

About Me

My photo
Uno
Halo!!! Salam kenal. Uno disini. Semoga enjoy ya sama tulisanku. Luv you 🍍🍍🍍sayangeπŸ™†‍♀️πŸ™†‍♀️πŸ™†‍♀️ Salam Uno