Tuesday, January 14, 2020

Sinopsis Touch episode 2 part 2


All content from Channel A



Warning: 18+

Jadilah pembaca yang bijak


Soo Yeon ada di atap. Dia melihat ponselnya. Semua posisi telah terisi. Do Jin tiba-tiba nelpon tapi dia nggak mengangkatnya.

Do Jin sendiri lagi ada di ruang make up. Dia kecewa karena Soo Yeon nggak mengangkat telponnya. Dia nyoba buat nelpon lagi tapi telponnya malah mati.

Akhirnya ia hanya meninggalkan pesan suara. Apa Soo Yeon akan membuatnya khawatir? Ia meminta Soo Yeon agar menghubunginya.

Dia nggak tahu di mana Soo Yeon tinggal. Dia juga nggak tahu kafe atau restoran yang sering Soo Yeon datangi. Ia meminta agar Soo Yeon menelponnya. Dia akan nunggu.




Manajer Do Jin datang dan menegurnya yang sudah membuat janji saat syuting belum selesai.

Do Jin membantahnya. Dia nggak buat janji. Ia hanya bosan.

Manajernya meminta ponselnya. Ia akan mengembalikannya setelah memeriksanya.

Do Jin nggak mau memberikan ponselnya. Ia mengancam akan memberontak kalo manajer maksa.

Manajer sesumbar kalo ia adalah mantan atlet nasional judo. Do Jin mengaku tahu. Lagian dia sudah mengatakannya ratusan kali.

Manajer mengancam mau membalik Do Jin. Apa Do Jin pingin tahu gimana tekniknya melempar punggung?

Do jin berpegangan pada kursi dan menanyakan pada manajernya apa dia akan bermain secara jujur dan adil?

Manajer Do Jin tersenyum dan memberitahu kalo ia nggak akan mengalah meski Do Jin adalah seorang pria.

Do Jin nggak menjawab. Dia hanya memperhatikan manajernya.

Manajer menyuruhnya untuk keluar.




Jung Hyuk dan manajer membicarakan tentang Double X bersama kepala redaksi yang dirasa akan menjadi masalah khusus global. Apakah ada gunanaya punya kecantikan khusus di Korea?

Kepala redaksi memberitahu kalo itu adalah proyek khusus editor Anna di New York. Ia memberitahu kalo sampul itu akan dirilis di 36  negara tempat Duble X diterbitkan.

Jung Hyuk dan direktur saling menatap. Jung Hyuk merasa kalo itu ada benarnya.

Direktur memberitahu kalo CEO Cha sekarang bermain di pasar global. Jung Hyuk hanya tertawa dengarnya.

Kepala redaksi memberitahukan kalo ada satu orang lagi selain Jung Hyuk. Akan ada persaingan antara Cha Jung Hyuk dan Oh Shi Eun.

Senyum Jung Hyuk seketika hilang.

Kepala redaksi melanjutkan kalo setelah masing-masing dari mereka membuat gambar bergaya X Ganda, maka kantor pusat di New York akan membuat konfirmasi akhir. Mereka akan memilih satu foto.

Direktur menanyakan foto yang nggak terpilih.

Kepala redaksi menganggap kalo itu akan dirilis dalam 10 halaman khusus.

Jung Hyuk menyatakan kalo ia akan melewatkannya.

Direktur merasa kalo Jung Hyuk merasa canggung untuk bersaing dengan Shi Eun.

Kepala redaksi mengingatkan kalobDouble X adalah majalah mode global yang dilihat sama desainer top dunia. Ada beberapa contoh saat merek meminta persetujuan dari editor Anna sebelum merilis koleksi musim berikutnya. Ia memberitahu kalo itu berjalan baik maka itu akan menjadi merek Cha Jung Hyuk menjadi pusat perhatian dunia.

Jung Hyuk menanyakan kenapa mesti CEO Oh?

Kepala redaksi menjawab kalo Anna secara pribadi hanya akan milih satu orang. CEO Oh. Dan ia sendiri merekomendasikan Jung Hyuk. Keindahan. Kosmetik yang dikenal. Make up artist yang belum dikenal.

Itulah alasan kenapa CEO Oh dipilih, karena banyak berinvestasi di pasar itu. Ia berpikir kalo sekarang ini CEO Oh lebih jadi seorang pengusaha alih-alih seorang seniman.

Double X menempatkan citra mereknya dan harusnya Jung Hyuk membuat foto yang bagus untuk itu.

Setelah mendengarkan semuanya, akhirnya Jung Hyuk memutuskan untuk melakukannya.

Direktur kaget mendengar keputusan yang Jung Hyuk ambil.




Direktur bicara berdua dengan Jung Hyuk sambil jalan. Ia melarang Jung Hyuk untuk mengambilnya karena mereka akan kehilangan banyak hal. Ia yakin kalo CEO Oh akan menggunakan semua koneksi yang dimilikinya dan memilih seniman terbaik untuk membuat gambar yang megah. Ia pikir Jung Hyuk akan kalah.

Jung Hyuk mengingatkan apa yang dikatakan sama kepala redaksi tadi kalo Editor Anna lebih milih CEO Oh ketimbang dirinya.

Direktur menanyakan apa ada gunanya terlibat dengan CEO Oh? Ia merengek agar Jung Hyuk nggak melakukannya.

Jung Hyuk memberitahu kalo itu adalah kesempatannya untuk secara resmi menunjukkan diri sebagai CEO Cha. Ia mengaku lelah dipandang sebagai mentor dan mentee.

Direktur menangkap kalo Jung Hyuk melihatnya sebagai peluang buat masuk ke pasar Amerika dan Eropa. Ia menyarankan agar mereka melakukan itu dengan baij di pasar di sana. Ia merasa kalo Jung Hyuk nggak bisa jadi nomor satu kalo pergi ke sana.

Jung Hyuk mengatakan kalo ia ingin tahu seberapa jauh ia bisa melangkah. Ia nyuruh direktur untuk melihat jadwal Ha Woon untuknya. Ia berpikir untuk menggunakan model yang populer di sana.

Direktur mengerti. Ih, Jung Hyuk juga sebenarnya kesal banget.



Jung Hyuk sedang membuat desain make up. Direktur nelpon dan memberitahu kalo ia sudah menghubungi Ha Woon. Ia akan mengatur pertemuan.

Jung Hyuk mengiyakan dan berterima kasih.

Ia meletakkan ponselnya lalu lanjut menggambar.

Sepertinya Jung Hyuk sudah menghabiskan banyak waktu. Gambarnya juga sudah jadi.

Gambar itu mengingatkannya pada masa lalu.




JungHyuk sedang bersama dengan Baek Ji Yun. Ia duduk dan Ji Yun tiduran di pangkuannya. Ji Yun yang sedang membaca majalah nturuh Jung Hyuk untuk membalikkan halamannya. Berat. Dia nggak bisa.

Jung Hyuk menurut. Ia melihat kalo Ji Yun selalu membaca majalah New York. Ji Yun memberitahu kalo itu adalah mimpinya. Di papan iklan elektronik New York Times Square sampul Double X ditanpilkan tiap bulan.

Ia ingin dirinya tampil di sana.

Jung Hyuk berpikir kalo itu akan luar biasa.

Ji Yun bangkit dan menatap Jung Hyuk. Ia meyakinkan kalo ia akan mewujudkannya. Apa Jung Hyuk akan meeias wajahnya?

Jung Hyuk. Tersenyum. Ia merasa kalo pada saat itu semua artis di Hollywood pasti ingin merias wajahnya.

Ji Yun merangkul tangan Jung Hyuk dan memasang wajah termanisnya. Ia merasa paling cantik saat Jung Hyuk merias wajahnya.

Jung Hyuk tersenyum lalu mencium bibir Ji Yun. Ji Yin tersenyum. Jung Hyuk menarik Ji Yun lagi dan kembali menciumnya.


Jung Hyuk menghela nafas teringat kenangannya. Ia mengganti pensilnya lalu melanjutkannya.



Oh Shi Eun merasa nggak tenang. Dia nggak suka dengan desain make up yang ada di hadapannya. Koleksi 2019 F/W Paris, sampul edisi 2017 Styleln New York. Ia memuji mereka yang menyalin dengan baik.

Bawahan Shi Eun membantahnya.

Wanita yang duduk di sofa mengingatkan siapa yang mereka mau coba tipu!

Shi Eun membuang semua desain itu.

Wanita yang duduk di sofa bangkit. Ia memberitahu mereka selaku junior kalo seniman adalah pencipta. Dan orang tang cuman menyalin sesuatu itu bukan artis.

Oh Shi Eun mengingatkan kalo itu buat sampul global Double X. Apa mereka sama sekaki nggak dapat inspirasi?

Mereka lalu mengatakan akan mencoba lagi.

Shi Eun makin kesal dan nyuruh mereka untuk keluar.

Mereka mengiyakan dan pergi.




Shi Eun mengeluh sakit kepala karena mereka bahkan nggak bisa melakukan hal yang segitu sederhana.

Wanita yang duduk di sofa tersenyum. Ia berpikir kalo Cha Jung Hyuk pasti tumbuh dengan baik. Dan bisa membuat Shi Eun gugup.

Shi Eun membantah kalo dia nggak pernah seperti itu.

Wanita itu menanyakan kalo Shi Eun kenal Anna? Ia memberitahu kalo Anna mengatakan satu hal setelah melihat portofolio Jung Hyuk.

Shi Eun menanyakan apa itu?

"Kamu semua dipecat!"  "Kenapa kamu menunjukkannya padaku?"

Shi Eun hanya tersenyum lalu meletakkan cangkirnya. Ia merasa kalo Anna hanya melebih-lebihkan.

Wanita itu memberitahu kalo ia bilang ke Anna kalo Shi Eun yang sudah membuat Jung Hyuk jadi seperti sekarang. Anna mengatakan kalo kompetisi ini adalah acara besar. Ia sangat berharap pada Shi Eun.

Shi Eun tersenyum. Ia berpikir kalo wanita itu pasti nengatakan satu hal lagi. Kalo Ia, Joo Seong Hwa, yang membuat Oh Shi Eun dan Cha Jung Hyuk jadi kayak sekarang. Benar?

Wanita itu, Seong Hwa, tertawa dan membenarkan.

Shi Eun menanyakan kapan Seong Hwa balik ke Amerika?

Wanita itu meminum kopinya dan menjawab akan segera pergi. Ia mengharapkan Shi Eun berhasil karena ia amat menantikan sampul Double X itu. Ia ngajak Shi Eun untuk ketemuan di atas. Yang paling atas.




Jung Hyuk melakukan rapat bersama dengan timnya. Pak Kim bertqnya apa mereka harus mulai sama nomor 9?

Jung Hyuk nggak sependapat. Menurutnya mereka memimpikan kecil tapi pasti. Kebahagiaan? Mereka harus nyari karier baru saat itu.

Yang lain juga sepaham sama Jung Hyuk.

Jung Hyuk nunjukin pilihannya. Nomir 15. Direktur setuju.

Pak Kim giliran nggak suka. Menurutnya itu adalah gaya yang membuat frustasi. Ia kerasa kalo Jung Hyuk nggak punya mata yang tajam.

Jung Hyuk terdiam. Ia tiba-tiba batuk dan menjatuhkan pilihannya ke dalam kotak.

Pak Kim melihatnya dan merasa kalo itu milik Soo Yeon. Dia mengambilnya dan mengaku setuju. Yang lain juga sependapat.

Jung Hyuk menatap Ditektur dan bertanya kenapa?

Direktur berpikir kalo itu menyegarkan. Ia merasa ada banyak orang yang menjual impian dan hasrat mereka. Ia mengingatkan kalo ia bekerja untuk menghasilkan uang. Sesederhana itu.

Pak Kim tersenyum. Ia memberitahu kalo ia ingin membimbing Soo Yeon.

Wanita yang duduk di sebelah pak Kin mengaku sedih untuk Soo Yeon. Pun kalo dia nggak berhasil, ia merasa harus bersikap baik padanya.

Jung Hyuk mengambil kertas itu dari tangan Pak Kin. Biarkan ia menghunakan kartu CEO-nya sekali aja. Ia membuang kertas itu dan mengaku nggak suka sama Soo Yeon.

Pak Kim merasa kalo Jung Hyuk nggak adil. Dia bilang akan memilih suara terbanyak.

Jung Hyuk membenarkan. Tapi dia beneran benci sama Soo Yeon.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Touch episode 2 part 2
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

2 comments


EmoticonEmoticon