Sunday, January 26, 2020

Sinopsis Touch episode 4 part 2


All content from Channel A




Hyun Jun, Hong Suk dan Soo Yeon datang ke ruang pertemuan dan bertemu dengan direktur Yang. Mulai saat itu mereka dilarang jadi asisten Jung Hyuk dan pak Kim.

Ketiganya kaget.

Direktur berpikir kalo keduanya harus menyadari seberapa pentingnya seorang asisten.

Pak Kim dan Jung Hyuk datang barengan dan memprotes keputusan yang telah direktur Yang ambil.

Direktur Yang mengingatkan kalo Jung Hyuk sendiri yang bilang kalo dia punya wewenang atas asisten mereka.

Jung Hyuk membantahnya. Siapa yang bilang?

Direktur Yang tetap pada pendiriannya. Jung Hyuk membenarkan kalo Direktur Yang juga punya wewenang, tapi...

Direktur Yang nggak peduli. Pak Kim menanyakan dimana direktur Yang akan mendapatkan orang yang profesional kayak mereka? Gimana juga dia akan mengurus semuanya?

Direktur Yang mengaku sudah mengatur jadwal pak Kim buat menangani semua itu.

Pak Kim memghela nafas dan nggak ngeyel lagi. Dia lalu minta direktur Yang untuk membeeinya Hyun Jun.

Jung Hyuk menegur pak Kim yang malah jadi nurut sama peraturannya direktur Yang.

Direktur Yang nggak ngijinin. Jung Hyuk ikutan milih juga. Dia mau Hong Suk.

Direktur Yang nggak memberi ijin. Kalo emang mereka mau maka dia akan ngasih Soo Yeon. Eh, Pak Kim malah nolak. Jung Hyuk juga nggak mau. Buat pak Kim aja. Pak Kim juga nggak mau. Soo Yeon bahkan nggak tahu soal make up dasar.

Jung Hyuk dan pak Kim pergi karena keinginan mereka nggak dikabulkan.

Soo Yeon nampak sedih. Direktur Yang menugaskan Hyun Jun untuk membantu manajer Lee dan Hong Suk juga Soo Yeon membantu manajer Na.

Ketiganya mengiyakan.



Jung Hyuk menangani make up Do Jin. Do Jin menanyakan kenapa nggak Soo Yeon aja yang mengerjakannya? Jung Hyuk memberitahu kalo Soo Yeon ada di tim yang berbeda. Do Jin mengatakan kalo ia lebih suka kalo Soo Yeon yang melakukannya.

Jung Hyuk sesumbar kalo dia lebih baik. Do Jin tahu kalo semua orang pergi gara-gara Jung Hyuk.

Jung Hyuk nggak mau mengakuinya.

Do Jin nggak mau percaya gitu aja. Dia tahu kenapa mereka memakai seragam itu, anak berharga dari keluarga lain.

Jung Hyuk kesal dan menyuruh Do Jin untuk diam. Do Jin hanya tersenyum. Ia memejamkan mata lalu menanyakan kelihatannya.

Jung Hyuk geram dan menepuk-nepuk wajah Do Jin agak keras.


Pak Kim melakukan pekerjaannya seorang diri.


Karena Jung Hyuk dan pak Kim nggak diberi asisten, akibatnya di tim manajer Na asistennya jadi kebanyakan. Dia bingung gimana membagi tugasnya.

Hong Suk dan Soo Yeon menangani kamar 3 dan yang lain di kamar 7.

Hong Suk bertanya pada Soo Yeon apa dia pernah nonyon film Killer Romance yang pernah dibintangi Ji Yi? Soo Yeon menjawab belum.


Hong Suk ini ternyata penggemarnya Ji Yi.

Ji Yi ini orangnya sombong dan angkuh. Ia banhkan nggak menjawab sapaan Hong Suk.

Soo Yeon mau memakaikan make up dasar pada Ji Yi tapi rada nggak nyaman dengan posisi duduk Ji Yi. Belum apa-apa Ji Yi sudah teriak duluan. Katanya Soo Yeon melakukannya terlalu kasar, padahal kulitnya sangat sentitif. Soo Yeon meminta maaf.

Ji Yi lalu nyuruh Hong Suk untuk membelikannya ice Americano. Hong Suk mengiyakan lalu pergi.

Soo Yeon kembali menyentuh wajah Ji Yi.



Do Jin mencari Soo Yeon. Dia membuka tiap pintu VIP. Jung Hyuk heran lihat Do Jin belum pergi. Do Jin menanyakan Soo Yeon. Dia mau pamit.

Manajer ngajak Do Jin untuk pergi.

Jung Hyuk juga nyuruh Do Jin untuk pergi. Soo Yeon sibuk.

Do Jin nggak mau dan mau nyari Soo Yeon lagi. Manajer menghampirinya dan ngajakin pergi. Do Jon nggak berani membantah. Dia akan pergi.

Manajer jalan duluan. Do Jin membisiki Jung Hyuk, memberitahu kalo manajernya itu pegulat judo profesional. Ia memperingatkan agar Jung Hyuk jangan berurusan dengannya.

Manajer tersenyum pada Jung Hyuk dan pamit. Jung Hyuk mengiyakan dan nyuruh Do Jin untuk segera pergi.



Hong Suk kembali dengan membawa pesanan dari Ji Yi. Ji Yi mengambilnya dan meminumnya. Tapi itu bukan kopi yang ia inginkan. Ia mengembalikannya pada Hong Suk dan memintanya untuk menggantinya. Dia mau kopi kental.

Hong Suk kagum sama Ji Yi. Dia beneran penikmat kopi rupanya. Ji Yi melarang Hong Suk untuk membawa kopi seperti itu lagi.

Hong Suk pergi untuk mengganti kopi.

Soo Yeon melanjutkan pekerjaannya.

Ji Yi marah lagi dan mendorong Soo Yeon. Dia bisa keriput kalo Soo Yeon melakukannya seperti itu. Dia malah menuduh kalo Soo Yeon sengaja melakukannya. Dia bangkit dan nyuruh Soo Yeon untuk duduk. Ia menepuk-nepuk wajah Soo Yeon dengan kasar sampai Soo Yeon kesakitan.

Keributan itu terdengar sampai luar. Jung Hyuk masuk dan melihat yang sedang terjadi.

Hong Suk memohon pada Ji Yi agar menghentikannya. Soo Yeon meminta maaf dan minta Ji Yi berhenti tapi Ji Yi malah semakin menjadi.

Jung Hyuk gedheg lihatnya. Ia mengetuk pintu keras-keras hingga ketiga orang itu melihat ke arahnya.

Jung Hyuk menghampiri mereka dan menanyakan kenapa Soo Yeon duduk di situ? Dia nyuruh soo Yeon untuk bangkit.

Soo Yeon menurut dan mengelap wajahnya.

Jung Hyuk lalu menatap Ji Yi. Manajer Ji Yi masuk. Ji Yi memberitahu kalo dia hanya melakukan apa yang Soo Yeon lakukan padanya. Biar dia merasakan kalo itu menyakitkan.

Jung Hyuk bertanya pada Ji Yi, apa dia nggak bisa membaca apa yang tertulis di seragam itu?

Soo Yeon memperlihatkan tulisan yang ada di seragamnya. Anak berharga keluarga lain. Dan tulisan di punggung Hong Suk, dilarang membentak.

Ji Yi nggak paham. Apa yang mereka lakukan?

Dengan tegas Jung Hyuk nyuruh Ji Yi untuk pergi. Kebijakan di salon mereka, nggak menerima pelanggan yang akan menganiaya karyawan.

Ji Yi membalikkan. Apa Jung Hyuk tahu berapa banyak uang yang akan ia hasilkan pada jadwal hari ini?

Manajer mengajak Ji Yi untuk pergi aja.

Jung Hyuk nyuruh Ji Yi untuk minta maaf dengan tulus kalo dia mau terlihat cantik untuk jadwal mahalnya.

Ji Yi nggak mau. Manajernya meminta maaf mengggantikan Ji Yi.

Jung Hyuk nggak mau menerimanya. Ia akan suka kalo Ji Yi melakukannya sendiri.

Manajer mendesak Ji Yi untuk segera meminta maaf. Ji Yi sendiri yang bilang nggak mau datang ke salon lain.

Dengan sangat terpaksa akhirnya Ji Yi meminta maaf pada Soo Yeon. Jung Hyuk belum puas sepertinya. Dia nyuruh Ji Yi untuk bicara yang keras.

Ji Yi menatap Jung Hyuk kesal dan mengulangi permintaan maafnya. Ia mengaku lelah hingga menjadi sedikit frustasi.

Hong Suk menambahkan kalo dia bukan ahjussi, umurnya baru 28 tahun.

Jung Hyuk nyuruh keduanya untuk merias wajah Ji Yi lalu keluar bersama manajer Ji Yi.

Soo Yeon menyentuh wajah Ji Yi lagi sambil tersenyum.


Hong Suk mengajari Soo Yeon mencuci kuas. Dia nyuruh Soo Yeon untuk menganggap itu sebagai rambut manusia karena itu terbuat dari bulu hewan.

Ia mencontohkannya. Pijat dengan sampo dan oleskan sedikit kondisioner. Pijat mereka dengan lembut. Air nggak boleh masuk ke gagang dan sikat akan mulai mengering.

Soo Yeon mengiyakan.

Hong Suk memintanya untuk melihat dengan teliti.

Soo Yeon belajar dengan cepat. Hong Suk menanyakan bukankah CEO mereka keren banget tadi?

Soo Yeon membenarkan. Dia b*rengsek banget... Eh, Soo Yeon lupa kalo mereka nggak boleh bicara kasar. Hong Suk tersenyum. Dia juga pingin bilang begitu sebenarnya.




Do Jin berada di mobil. Dia nggak bisa tenang dan menanyakan ketampanannya pada manajernya.

Manajer mengiyakan kalo Do Jin tampan.

Do Jin lalu menanyakan perasaan manajer saat menyentuh atau memegang tangannya? Srntuhan fisik...seperti...merasakan sesuatu padanya?

Lampu sedang merah. Manajer kayak nggak ngerti sama apa yang Do Jin omongin.

Do Jin bertanya apa jantungnya berdetak kayak orang g*la atau semacamnya?

Manajer mengiyakan. Kadang dia merasakannya. Sekarang juga gitu. Dia menengok marah ke Do Jin. Dia mau mati?

Do Jin mengubah pertanyaannya. Kalo Jung Hyuk yang megang tangannya gimana? Kalo dia meluk gimana?

Manajer tersenyum.

Dia menghayal. Dia datang dan menemui Jung Hyuk di ruangannya. Jung Hyuk menghampirinya dan memeluknya. Kenapa lama sekali datangnya? Jung Hyuk mengaku merindukannya, Chae Won.

Jung Hyuk kembali meluk Manajer. Manajer tersenyum bahagia.

Melihat senyuman manajernya membuat Do Jin menyimpulkan malo manajer suka sama Jung Hyuk. Tapi manajer membantahnya. Do Jin membantahnya. Soalnya cara manajer menatap Jung Hyuk sama kayak cara penggemar menatapnya.

Manajer akhirnya membenarkan. Tapi dia melarang Do Jin ngasih tahu orang lain.

Do Jin mengiyakan.

Tapi manajer penasaran. Kenapa Do Jin nanyain soal jantung segala?

Do Jin bilang nggak papa. Ih, tapi sang manajer kayaknya nggak percaya, deh.



Pak Kim sama Jung Hyuk merengek ke direktur Yang, minta dikasih asisten. Jung Hyuk juga minta agar para asisten melepas seragam aneh mereka. Pak Kim menjanjikan kalo dia akan baik kalo nanti dikasih asisten.

Direktur Yang minta pak Kim buat nggak ngomongin soal asisten lagi. Dia mau memberitahukan hal lain. Pak Kim menanyakan tentang hal apa? Dia nyuruh direktur untuk cepat ngomong.

Direktur menatap Jung Hyuk dan menyuruhnya untuk ngomong ke pak Kim.

"Cha Beauty akan meluncurkan make up"

Pak Kim senang banget dengarnya. Akhirnya Jung Hyuk melakukannya juga. Dia mengangkat gelasnya dan ngajak mereka untuk tos.

Jung Hyuk sesumbar kalo nanti dia akan punua banyak acara internasional. Pak Kim mengiyakan, Jung Hyuk emang punya banyak.

Jung Hyuk berpikir kalo pak Kim akan punya lebih banyak lagi. Pak Kimlah yang akan mengurus Cha Beauty.

Direktur meminta pak Kim punya proposal buat kepemilikan sebelumnya. Pak Kim memberitahu kalo dia nggak punya kepentingan dalam hal itu karena itu akan membuatnya sakit kepala. Dia juga nggak punya kepentingan bisnis. Dia nggak ceroboh atau mengejar uang  kayak direktur Yang. Dia cuman pingin melihat pacarnua dan pergi ke klub setelah bekerja. Yang penting dia bisa minum anggur yang lezat dan make up hanya untuk mempertahankan gaya hidupnya.

Jung Hyuk mantap mempercayai pak Kim dan melakukan acara internasional.

Direktur Yang melarang. Nggak bisa cuman percaya doang. Tulis kontrak juga. Menurutnya orang bisa aja berubah pikiran dalam sekejab. Ia lalu manggil pelayan dan minta dikasih kertas dan pulpen.

Pak Kim mengiyakan. Dan sebagai hantinya, ia akan melakukan apapun yang ua inginkan dan akan mengurusnya dengan baik. Tadinya dia pikir mereka akan menganjaknya keluar, tahunya bicara tentang kerjaan doang.

Pak Kim mau pergi. Jung Hyuk dan Direktur Yang menahan tapi dia tetap mau pergi.

Direktur Yang memperingatkan agar pak Kim merahasiakan tentang merek peluncuran karena masih rahasia.

Pak Kim ngerti dan janji nggak akan bilang ke siapapun.



Jung Hyuk lega sudah membicarakannya dengan pak Kim. Direktur merasa kalo sekarang mereka hanya perlu nyari investor.

Jung Hyuk melarang. Direktur memberitahu kalo mereka perlu uang lebih kalo pingin mulai dengan baik. Kalo enggak gimana mau bayar buat biaya promosi?

Jung Hyuk mengajak Direktur Yang untuk hidup mandiri. Jadi nggak hanya ngambil uang dan harus tahu keinginan mereka.

Direktur menanyakan cara Jung Hyuk untuk mendapatkannya? Menurutnya Jung Hyuk harus mengaitkan semua hal ke dalam bisnis.

Jung Hyuk lebih milih untuk nyari pinjaman. Pinjaman bisnis.

Direktur nggak setuju. Kalo mereka ngambil pinjaman, kan mereka sudah punya pinjaman yang harus dibayar.

Jung Hyuk mengingatkan kalo mereka sudah hampir melunasinya. Ia bahkan berpikir untuk menggunakan Cha Beauty buat jaminan.

Duh, subnya ilang lagiπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…. Kayaknya direktur setuju sama pilihan Jung Hyuk, dengan syarat Jung Hyuk harus mengikuti rencana promosinya tanoa ngeluh.

Ok, Jung Hyuk setuju.





Do Jin masih kepikiran mulu sama Soo Yeon. Sampai kebawa mimpi. Dia kaget pas bangun. Gimana bisa mimpiin Soo Yeon?

Ia mengambil ponselnya dan melihat foto Soo Yeon. Ia memperhatikan wajah Soo Yeon dan jadi heran, kenapa Soo Yeon jadi sangat cantik?

Do Jin jadi makin nggak tenang. Dia mensugesti diri sendiri dan bilang kalo Soo Yeon jelek. Ia berpikir untuk melihat yang cantik. Tapi yanh ketemu malah kontaknya Soo Yeon???

Akhirnya dia nelpon Soo Yeon.

Soo Yeon lagi tidur. Do Jin minta dinyanyikan lagu karena nggak bisa tidur. Soo Yeon malas karena sudah malam.

Do Jin nggak peduli dan tetap minta Soo Yeon untuk nyanyi. Soo Yeon mengiyakan. Eh, bukannya nyanyi malah ngorok. Anehnya suara Soo Yeon malah membuatnya berdebar. Hadeuh, Do Jin makin frustasi.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Touch episode 4 part 2
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email


EmoticonEmoticon