Wednesday, January 29, 2020

Sinopsis Touch episode 5 part 3


All content from Channel A




Ji Yun tersenyum ingat kenangannya. Dulu Jung Hyuk suka banget sama makanan itu. Ia memakannya.

Ji Yun menanyakan yang ia minta pada sopir sebelumnya. Ia minta sopir untuk memberitahunya. Ia janji kalo nggak akan ada yang terluka.

Sopir ngasih sebuah catatan ke Ji Yun dan memintanya untuk hati-hati.

Ji Yin membacanya dan berterima kasih. Ia nelepaskan kalungnya dan memberikannya pada sopir. Sopir nggak bisa menerimanya karena itu adalah hadiah dari wakil presdir buat Ji Yun saat perjalanan bisnis.

Ji Yun memberitahu kalo hanya itu yang bisa ia berikan dan meminta agar sopir menerimanya.




Nggak lama kemudian Ji Yun melihat mobil Jung Hyuk. Dia senang lihatnya. Rasanya pingin nyentuh wajah Jung Hyuk. Tapi habis itu Soo Yeon juga turun dari mobil.

Ji Yun ingat kalo dia pernah lihat Soo Yeon sebelumnya di rumh jung Hyuk habis keramas. Jung Hyuk merangkul Soo yeon dan minta Ji Yun untuk pergi. Dia sibuk.

Ji Yun sedih. Matanya berkaca-kaca.


Sampai di salon Jung hyuk melihat Direktur yang dan mengajaknya pergi 30 menit lagi.

Direktur Yang mengiyakan. Dia masih megang proposal dari Handong lalu menyusul Jung Hyuk.




Jung Hyuk nendapat banyak kiriman majalah Double X. Ia nengambil satu dna membukanya.

Direktur Yang masuk. Dia menarik jung Hyuk ke sofa dan mau mengatakannya. Jung Hyuk nengira kalo itu masalah pinjaman.

Direktur mewanti-wanti agar Jung Hyuk jangan memotong pembicaraannya dan dengarkan aja apa yang ia katakan.

Jung Hyuk mengiyakan.

Direktur memberitahu kalo dia dapat proposal. Ia rasa Jung Hyuk akan menyesal kalo nggak mengambilnya. Konglomerat akan meluncurkan merek make up. Karena sebelumnya belum pernah bekerja dalam dunia tata rias, mereka membutuhkan mitra bisnis dan bertanya pada mereka.

Jung Hyuk menanyakan siapa konglomeratnya tapi direktur nggak memberitahukannya.

Jung Hyuk nggak maksa. Mereka juga nggak akan melakukannya.

Direktur mengingatkan kalo bisnis make up sedang lesu. Konglomerat aja gagal gimana mereka? Menurutnya itu terlalu prematur. Kalo mereka mau memamerkan produk mereka maka mereka harud mengelola merek terlebih dahulu. Ia meminta Jung Hyuk untuk menggunakan proposal itu sebagai batu loncatan.

Jung Hyuk menanyakan nasib produk mereka sendiri.

Direktur meyakinkan kalo itu nggak akan hilang. Ia minta itu dihentikan selama 3 tahun dan mereka bisa memberikan kompensasi pada tuan Lee secara terpisah.

Jung Hyuk nggak ngerti sama apa yang direktur Yang bicarakan karena mereka membuat produk yang hebat sama presiden Lee. Apa yang harus ditakuti?

Direktur mengaku takut.

Jung Hyuk menanyakan apa itu pertama kalinya mereka mendapatkan tawaran kayak gini? Ada apa sama dia?

Direktur Yang mengingatkan kalo itu akan ada di departemen store dan toko bebas bea di seluruh negeri. Dan pada saat yang sama juga akan ada di Cina, Jepang, Hongkong, Vietnam, Asia Timur, dan akan diluncurkan sekaligus. Sahamnya 7:3. Ia yakin kalo mereka nggak akan kalah.

Jung Hyuk menghela nafas. Ia menanyakan asal dari proposal itu.

Direktur Yang bingung jawabnya. Ia mengambil proposal itu dan memberikannya pada Jung Hyuk.

Jung Hyuk kaget, grup Handong??? Jung Hyuk membukanya dan membacanya sekilas. Penanggung jawab: Wakil Presdir Min Kang Ho.

Direktur memberitahu kalo itulah yang membuatnya ragu. Tapi apa mereka bisa terombang-ambing sama perasaan sepele saat ada penyeban yang lebih besar?



Jung Hyuk bangkit dan membanting proposal itu. Dia balik ke mejanya. Ia merasa tersinggung saat direktur Yang menganggap kalo itu cuman perasaan sepele. Maksudnya dia harus bermitra sama Min? Tega.

Direktur bangkit. Dia ingat kalo Jung Hyuk juga pingin balas dendam sama Ji Yun.

Jung Hyuk mengaku nggak tertarik sama balas dendam yang kayak gitu. Ia memutuskan mau pergi ke bank sendiri. Ia ngambil dokumennya dan pergi.

Direktur mengejar Jung Hyuk dan ngajak pergi bareng tapi Jung Hyuknya nggak peduli.


Ji Yun lagi melakukan senam pilates tapi kepikiran mulu sama Jung Hyuk yang datang ke salon bareng sama Soo Yeon tadi pagi.

Ia minta berhenti.



Jung Hyuk berhasil mendapatkan pinjaman.  Direktur Yang nelpon ketua tim yang memberinya proposal tempo hari dan memberitahu kalo mereka menolaknya.

Jung Hyuk menyindir kenapa direktur Yang menolaknya di depan dirinya?

Direktur menjawab buat menunjukkan kesedihannya. Eh, habis itu dia malah tertawa lebar.

Jung Hyuk mengerti kalo direktur nggak bisa tidur karena sangat bersemangat.

Direktur Yang mengiyakan. Dia takut kalo Jung Hyuk akan menolak melakukannya.

Mereka bangkit dan berjalan bersama. Direktur Yang mengaku iri sama Jung Hyuk yang bisa segitu yakin.

Jung Hyuk tersenyum. Nggak tahu gimana ia ngerasa harus percaya mengingat apa yang telah mereka usahakan sampai sekarang.

Direktur merasa kalo Jung Hyuk mirip kayak Hyung.

Jung Hyuk tersenyum. Direktur meledek dengan memanggilnya Hying berkali-kali.



Utusan Min melapor kalo Jung Hyuk menolak menjadi mitra bisnis.

Min geram dengarnya. Dia bangkit dan mau pergi. Ketua tim melarang tapi dia sama sekali nggak peduli.

Min dan ketua tim datang ke Cha beauty untuk ketemu sama Jung Hyuk. Seul Gi memberitahu kalo Jung Hyuk ada rapat hari ini.

Min nggak sabar dan nyari sendiri. Ketua tim sampai kewalahan menghadapinya.


Jung Hyuk sendiri lagi ada di ruangannya. Soo Yeon masuk dan mengembalikan pakaian yang ia pakai tempo hari. Ia berterima kasih karena jung Hyuk telah meminjamkannya. Ia juga telah mencucinya dengan baik.

Jung Hyik mengiyakan dan berterima kasih. Ia malah memarahi agar Soo Yeon menghindarinya lain kali. Dia nggak habis pikir, anak kayak Soo Yeon refleksnya lambat. Karena itulah dia terjebak dalam situasi yang malu-maluin.

Soo Yeon membalikkan, Jung Hyuk sendiri juga malah menghindarinya.

Jung Yuk menekankan kalo seperti itulah hidup. Dia nyuruh Soo Yeon untuk memperhatikannya.

Soo Yeon mengiyakan dan pamit. Berbarengan sama Min yang masuk. Min menghampiri Jung Hyuk.





Di luar Soo Yeon merasa pernah melihat Min. Tapi lupa. Eh iya, suaminya Ji Yun. Tapi kenapa...

Soo Yeon mendekati pintu dan melamun.

Min memperkenalkan diri selaku wakil presdir Grup Handong. Jung Hyuk menjabatnya san menyebutkan namanya.

Min mengaku ingin melihat Jung Hyik secara langsung dan mengajak kerja sama. Dia mempersilakan Jung Hyuk untuk duduk biar mereka bisa bicara.

Min duduk di sofa Jung Hyuk dan meletakkan kakinya di atas meja. Lah, nggak sopan banget, ya. Jung Hyuk hanya diam.

Direktur menghampiri Soo Yeon dan menepuk pundaknya. Soo Yeon sampai kaget. Lagi ngapain?

Soo Yeon bingung mau ngasih tahu tapi nggak tahu namanya. Grup Handong, suaminya Baek Ji Yun.

Habis itu direktur Yang juga jadi panik sendiri. Dia ikutan menguping kayak Soo Yeon tadi.

Soo Yeon mau menguping lagi tapi malah dapat panggilan. Akhirnya dia pergi.

Min mengaku ingin tahu kenapa Jung Hyuk menolak. Jung Hyuk malah balik nanya, kenapa Handong mencoba bisnis make up?

Min tersenyum. Tentu saja untuk mendapatkan uang. Jung Hyuk mengira kalo Min punya filosofi soal bisnis itu.

Mon menekankan kalo ia hanya perduli soal uang. Dia nggak tahu sama hal semacam itu dan ia juga nggak memerlukannya.

Jung Hyuk mengayatakan kalo dia nggak akan beketja sama seseorang yang enggak punya filosofi soal tata rias. Ia lalu bangkit dan bilang mau pergi. Karena Min datang tanpa membuat janji, maka nggak akan merasa nyaman.

Jung Hyuk meninggalkan Min begitu aja dan malah ketemu sama direktur di depan pintu.

Direktur Yang menanyakan apa yang dikatakan sama Min tapi Jung Hyuk nggak mau menjawabnya dan pergi gitu aja.


Min geram banget sama apa yang Jung Hyuk lakukan. Ia mau keluar. Direktur Yang menemuinya dan memperkenalkan diri. Ia memberikan kartu namanya.

Min mengambilnya dan ngajakin ketemuan lain kali. Ia lalu pergi.

Direktur Yang kesal lihatnya.

Min melihat Cha Beauty lagi saat sampai di luar. Lihat berapa lamamereka akan bertahan.


Direktur menanyakan alasan kedatangan Min. Jung Hyuk memberitahu kalo Min ingin bekerja sama. Dia lebih keras kepala karena ia menolaknya.

Direktur mengaku gemetaran. Ia bertanya nggak ada hal lain yang terjadi? Dia tahu kalo nggak ada yang bisa Min lakukan untuk Jung Hyuk.

Direktur Yang pamit. Dia mau video call sama anaknya.



Soo Yeon mau ngambil minum dan melihat Jung Hyuk di luar. Ia meletakkan gelasnya lalu mendatangi Jung Hyuk. Dia menyinggung tentang Min. Emanh bukan urusannya, tapi karena malam itu ia ada di sana, ..

Jung Hyuk nyuruh Soo Yeon untuk langsung ke intinya.

Soo Yeon bertanya-tanya apa ia datang karena kejadian malam itu? Saat Baek Ji Yun datang malam itu? Ia mengaku khawatir.

Jung Hyuk membantah kalo bukan soal itu. Dia minta Soo Yeon buat nggak khawatir dan cepat pulang.

Soo Yeon mengiyakan dam pamit.




Do Jin syuting menyatakan cinta. Ia meluk lawan mainnya tapi pas sutradara bilang "cut!" ia langsung melepaskannya.

Do Jin duduk di tempatnya dan mainan ponsel. Lawan main Do Jin memberitahu kalo dia punya mobil dan ngajak Do Jin jalan-jalan habis syuting.

Do Jin nggak mau. Dia nggak suka bau mobil.

"Naik mobil kamu kalo gitu"

"Mobilku sudah dijual"

"Kalo gitu nonton di rumah kamu aja"

"Aku juga menjual rumahku"

Wanita itu mengerti. Tapi kenapa Do Jin minta nomornya?

Do Jin memberitahu kalo dia nggak menyimpannya.

Gaadis itu berpikir kalo Do Jin sudah punya pacar. Secepat itu?

Do Jin menatap lawan mainnya dan mengiyakan.

"Apa dia cantik?"

"Enggak. Lebih jelek dari kamu malahan"

Wanita itu marah. Ia bangkit dan memaki Do Jin lalu pergi.

Manajer yang dari tadi mendengarkan obrolan keduanya menatap Do Jin curiga.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Touch episode 5 part 3
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email


EmoticonEmoticon