Friday, January 31, 2020

Sinopsis Touch episode 5 part 4


All content from Channel A




Soo Yeon jalan sambil melihat ponsel. Young Ah datang memanggilnya dan mereka pulang bersama.

Young Ah pamer kalo tadi ada beberapa orang yang minta tandatangannya. Mereka adalah penggemarnya yang melihat siaran langsungnya.

Soo Yeon ikut bangga dengarnya. Young Ah ngerasa kalo dia adalah orang yang pandai mencari perhatian.

Soo Yeon membenarkan.

Young Ah memberitahu kalo orang itu sangat imut dan punya nomornya juga. Apa Soo Yeon pingin lihat? Young Ah menunjukkan foto di ponselnya dan menanyakan pendapat Soo Yeon.

Soo Yeon menanyakan berapa banyak pacar yang Young Ah punya? 4? 3? So Yeon heran. Kapan Young Ah kencan sama segitu banyak pria?

Young Ah menyayangkan Soo Yeon yang sudah umur 25 tahun tapi belum pernah pacaran. Apa dia nggak penasaran gimana rasanya nyium seseorang?

Soo Yeon menyatakan nggak ingin tahu sama hal begituan. Lah, Young Ah pikir Soo Yeon akan penasaran.

Soo Yeon menanyakan apa itu aneh, kalo dia nggak pernah pacaran di usia 25 tahun? Young Ah mengiyakan, aneh banget.

Soo Yeon menghela nafas lalu jalan duluan. Young Ah nenyusuknya dan memberitahu kalo ada beberapa hal yang harus dilakukan pada usia seseorang.

Soo Yeon merasa nggak bisa memikirkan tentang hal itu sekarang ini karena ia adalah seorang peserta pelatihan. Dia nggak melakukan perjalanan sekolah, belajar atau pacaran. Dia ngelakuin apa selama ini?

Young Ah mengingatkan kalo selama 10 tahun kemarin Soo Yeon beketja keras untuk sesuatu. Orang lain bahkan nggak bisa melakukannya. Ia ngerasa kalo Soo Yeon luar biasa apapun hasilnya.

Soo Yeom tersenyum. Dia nggak ingin dihibur sama seseorang yang punya 3 pacar. Ia lalu jalan duluan.

Young Ah kesal dan mengejar Soo Yeon. Mereka tertawa sambil jalan.



Pas sampai depan rumah, tahu-tahu ada mobilnya Do Jin. Young Ah sampai kagum lihat Do Jin yang pastinya punya banyak uang. Ia mengangkat tangannya dan menyapa Do Jin.

Do Jin membalas sapaan Young Ah, Pro Mukbang!!! Lah, young Ah nggak nyangka Do Jin melihatnya. Do Jon mengiyakan. Young Ah makan dengan baik?

Young Ah minta Do Jin untuk memberinya beberapa balon bintang, eh, promisiin, deh. Bisa, nggak Do Jin memasang fotonya dan bilang kalo dia dulunya adalah trainee Window Entertaiment di medsos? Bisa nggak?

Do Jin mengiyakan. Young Ah senang dengarnya. Ia menanyakan kenapa Do Jin tiba-tiba datang?

Do Jin melirik ke Soo Yeon dan mengaku ada yang perlu dibicarakan sama Sii Yeon.

Young Ah ngerti. Dia mau masuk dulu.

Suasana mendadak jadi canggung. Do Jin berbasa-basi bilang kalo tempat itu cantik. Ada sepasang kekasih yang jalan di belakang mereka.

Do Jin ngajak Soo Yeon untuk masuk mobil, kalo enggak orang-orang akan melihatnya.




Soo Yeon paham. Nggak lama kemudian mereka sudah ada di dalam mobil. Do Jin memasang musik romantis tapi Soo Yeon malah mematikannya. Ia nyuruh Do Jin untuk cepet ngomong soalnya dia harus tidur.

Do Jin tersenyum. Ia lalu mengambil sebuket bunga dari belakang. Soo Yeon mengira kalo bunga itu dari penggemar Do Jin dan diberikan padanya. Kalo sampai mereka tahu maka mereka akan pingsan.

Do Jin membantahnya. Ia memberitahu kalo dia membelinya sendiri buat diberikan untuk Soo Yeon.

"Kenapa?"

Karena dia pingin minta maaf. Itu adalah salahnya. Tadinya dia pingin memberitahu kalo dia suka sama Soo Yeon di depan Jung Hyuk.

Soo Yeon merasa nggak papa. Dia terlalu kesal saat itu.

Do Jin mengatakan pakaian berkuda. Soo Yeon tersenyum. Itukah yang Do Jin pingin bilang?

Do Jin melarang Soo Yeon untuk bicara sekarang. Ia yang akan ngomong. Ia merasa kalo ia menyukai Soo Yeon. 100%.

Soo Yeon menanyakan kenapa Do Jin tiba-tiba menyukainya?

Do Jin mengaku nggak tahu. Ia hanya bisa memikirkan Soo Yeon sepanjang hari. Dia ngajak Soo Yeon untuk berkencan.

Soo Yeon malah terdiam. Do Jin memintanya untuk nengatakan sesuatu karena dia beneran ingin melakuknnya. Ini juga pertama kalinya dia mengatakan hal seperti itu.

Soo Yeon meminta maaf. Ia nggak punya perasaan padanya. Ia pikir Do Jin harus punya hal seperti itu kalo mau pacaran.

Do Jin nggak ngeh kenapa Soo Yeon enggak? Soo Yeon mengaku nggak tahu. Mungkin dia nggak melihat Do Jin sebagai seorang pria.

Do Jin nggak habis pikir, sekali, atau satu detik pun?

Soo Yeon mengangguk. Dia ngajak Do Jin untuk berteman aja.

Do Jin langsung murung. Soo Yeon meletakkan bunganya di bangku belakang dan meminta Do Jin untuk membayangkan kalo mereka berkencan? Nggak kebayang, deh. Ia meminta agar mereka nggak membicarakannya lagi. Ia turun dari mobil Do Jin dan nyuruh Do Jin untuk pergi juga.

Do Jin sendiri hanya terdiam.


Sampai di rumah Soo Yeon menghela nafas. Itu adalah perrama kalinya dia mendengar itu dari seorang pria. Dari semua pria kenapa harus Do Jin?




Sampai rumah ternyata Do Jin sudah ditunggu sama manajernya. Dia nyuruh Do Jin untuk duduk tapi Do Jin menolak.

Do Jin memberitahu kalo hari ini dia ditolak sama Soo Yeon dan minta dibiarkan sendiri.

Manajer nggak bilang apa-apa lagi sampai Do Jin masuk ke kamarnya. Ia merasa kalo Do Jin pasti sangat menyukai Soo Yeon.



Min lagi di tempat karaoke bersama seorang wanita. Ia yang sedang nyanyi tiba-tiba nematikan lagunya.

Wanita yang bersamanya menanyakan apa ada sesuatu yang buruk terjadi? Min malah mencubit pipi wanita itu karena merasa kalo dia lucu.

Ketua tim datang. Min menyuruhnya untuk duduk.

Min marah. Dia ketua tim membawa Jung Hyuk padanya. Ia ingin Jung Hyuk berlutut dan merangkak padanya nggak peduli gimanapun caranya.

Ketua tim mengiyakan.


Min pulang dalam keadaan mabuk. Seperti biasa Ji Yun berdiri di depan pintu dan menyambutnya. Min hampir jatuh dan Ji Yun menahannya.

Dengan kasar Min menarik tangannya dan jalan duluan. Dia nyuruh Ji Yun untuk ikut dengannya.





Sampai kamar Min memarahi Ji Yun karena minta berhenti saat senam pilates.

Ji Yun memberitahu kalo dia suka sama tempat yang sebelumnya.

Min mengatakan kalo dia akan mengganti instrukturnya.

Ji Yun menolak dan mengaku nggak suka sama tempat itu. Itu adalah gedung Min, lift Min dan pesertanya cuman dia. Membuatnya merinding.

Min tersenyum mengejek. Dia malah nyuruh Ji Yun untuk membuat studio pilates di rumah. Biar sekalian Ji Yun nggak bisa keluar rumah.

Ji Yun merasa tercekik. Dia minta dibiarkan seenggaknya berolahraga di luar rumah.

Min nyuruh Ji Yun untuk mendengarkannya.

Ji Yun terdiam.

Min tiba-tiba menanyakan kalungnya Ji Yun.

Ji Yun berbohong kalo dia kehilangan kalung itu. Min mengambil ponselnya dan nelpon sopir, minta dibawakan rekaman dari kamera dashboard dari bulan lalu sekarang juga.

Ji Yun meminta agar Min berhenti. Ia hanya nggak mau olahraga. Itu aja!!

Min malah marah. Dia menarik Ji Yun dan mendorongnya ke dinding. Entah apa lagi yang Min lakukan. Dari bawah ahjumma mendengar teriakan Ji Yun. Ia menyiapkan es batu buat kompres.


Jung Hyuk datang ke Handong. Ia kepikiran apa yang Soo Yeon bilang kalo Min tahu Ji Yun datang ke apartemennya.





Wajah Ji Yun nampak biru-biru. Ia melihat kartu kredit di atas meja riasnya. Ada catatan dari Min yang bilang kalo dia ada pekerjaan di Hongkong dan nyuruh Ji Yun untuk belanja.

Ji Yun hanya tersenyum. Ia meremasnya dan membuangnya ke tong sampah.

Ji Yun duduk. Ia merasa frustasi melihat memar di wajahnya. Ia mengambil kotak make upnya.

Itu dari Jung Hyuk. Desain tang sama dengan yang dimilikinya. Ia memasukkan semua yang terbaik jadi Ji Yun bisa menggunakannya dengan nyaman. Ia membukanya dan mau mengajari Ji Yun cara menggunakannya.

Ji Yun menolak. Dia akan nelpon Jung Hyuk biar melakukannya untuknya.

Jung Hyuk menggoda Ji Yun, kalo dia nggak mau ngangkat telponnya gimana?

Jung Hyuk membukanya dan tetap mengajari Ji Yun. Kalo riasannya kacau, Ji Yun harus menggunakan concealer buat menutupi semuanya dengan ringan.

Ji Yun mengaku nggak membutuhkannya karena dia nggak pernah punya cacat. Ia lalu membuangnya.

Jung Hyuk menangkapnya. Ia mengambil yang buat alis. Ia melihat kalo bentuk alis Ji Yun sudah bagus jadi cukup mengisi area yang jarang.

Ji Yun merebutnya lagi. Ia merasa sudah cantik jadi dia juga nggak membutuhkannya. Ia membuangnya lagi.

Jung Hyuk teryawa lihatnya. Ia llau nengambil benda terakhir. Lipstik. Setelah melihat bibir Ji Yun, ia malah membuangnya. Menurutnya bibir Ji Yun sudah seksi tanpa lipstik.

Ji Yin tersenyum. Ia menarik Jung Hyuk lalu menciumnya.

Eh, tiba-tiba ada yang manggil Ji Yun dan memintanya untuk bersiap.

Jung Hyuk jadi nggak nyaman. Eh Ji Yun malah tertawa.




Ji Yun menghela nafas. Ia lalu membuka kotak itu san menutupi memar di wajahnya dengan riasan. Setelah itu Ji Yun mengambil semua jam tangannya, perhiasan, tas, sepatu, dan nemasukkannya ke dalam koper.

Jung Hyuk membersihkan ruangannya. Ia melihat kotak yang sama dengan milik Ji Yun dan mengambilnya. Ia membukanya, kosong.


Ji Yun pergi dengan koper besar. Ahjumma mennayakan jemana Ji Yun akan pergi? Ji Yun nggak memberitahu. Ia berpesan pada Ahjumma agar bilang ke wakil presdir kalo ia akan membunuhnya kalo wakil presdir mencarinya.

Ahjumma nggak nanya-nanya lagi dan membiarkan Ji Yun pergi.


Sementara itu Min ternyata ada di kantor dan bukannya di Hongkong.


Soo Yeon di salon,


Jung Hyuk menutup kotak make upnya.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Touch episode 5 part 4
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email


EmoticonEmoticon