Sunday, February 9, 2020

Sinopsis Touch episode 8 part 4


All content from Channel A




Jung Hyuk membuka tiap pintu di Cha Beauty dan terkenang hal-hal yang telah terlewati. Tapi nyatanya tempat itu sekarang kosong.

Di lantai satu yang biasanya ramai sekarang berubah sunyi.

Di ruang asisten biasanya beristirahat juga sekarang kosong. Senyim Jing Hyuk terasa pahit ingat semuanya. Ia mematikan semua lampu dan pergi.


Ji Yun demam. Hyo Jin membujuknya untuk ke rimah sakit karena panasnya nggak juga turun tapi Ji Yun menolak.

Hyo Jin menyesalkan Ji Yun yang datang ke tempat Min segala. Apa akan ada hal baik kalo dia melakukannya? Ji Yin nggak menjawab.

Hyo Jin menyuapinya makan buat minum obat tapi Ji Yun nggak mau. Dia malah mencemaskan Jung Hyuk. Ia rasa itu gara-gara dia.

Hyo Jin menggenggam tangan Ji Yun dan menguatkannya.




Young Ah mau mukbang. Dia sedih lihat Soo Yeon murung mulu dan nenasehatinya agar pergi ke Oh Secret. Saat Soo Yeon 20 tahun dan dapat potongan dari daftar debut, banyak perusahaan kecil yang menginginkannya. Kenapa Soo Yeon nggak pergi? Kenapa bertahan di tempat besar seperti Window?

Soo Yeon memberitahu kalo itu beda. Young Ah membantahnya. Itu sama. Dia nyuruh Soo Yeon untuk pergi ke tempat besar dan belajar dengan benar. Pun daepyunim juga menginginkannya. Dia nyuruh Soo Yeon untuk pergi besok.

Soo Yeon tersenyum dan bilang akan memikirkannya. Beberapa detik kemudian senyumnya hilang.




CEO Window ngasih kontrak baru ke Do Jin tapi manajer Do Jin menyatakan kalo Do Jin butuh istirahat. Ia akan mengadakan jimpa fans setelah dramanya selesai.

Daepyunim menyayangkan Do Jin yang membuang film $1,8 juta cuman buat jumpa fans.

Do Jin menekankan kalo dia belum memperbarui kontrak jadi buat apa di harus tabdatangan proyek berikutnya? CEO langsung ngasih kontrak yang baru dan nyuruh Do Jin untuk tandatangan.

Do Jin tersenyum nggak habis pikir. Kenapa daepyunim yakin banget kalo dia akan tandatangan? Dengan percaya dirinya daepyunim bilang kalo cuman dia yang bisa merawat Do Jin dengan baik. Betapa banyaknya artikel yang di blokir buat Soo Yeon. Menurutnya orang yang harusnya minta kontrak adalah Do Jin.

Senyum Do Jin menghilang. Ia mengambil dokumen itu dan bilang aka memikirkannya. Ia lalu ngajak manajernya pergi. Daepyunim berpesan agar manajer menjaga superstar mereka dengan baik. Manajer mengiyakan lalu pergi.

Daepyunim meremehkan kalo Do Jin nggak tahu seberapa menakutkannya dunia ini. Pak Choi minta Daepyunim buat nggak usah khawatir, dia akan menyelesaikan masalah perpanjangan kontrak.

Daepyunim berpesan sama pak choi agar bilang ke Do Jin untuk memperhatikan dirinya sendiri kalo nggak pingin pensiun awal.



Do Jin bertanya apa dia bisa percaya sama manajernya? Selain dia dia nggak punya orang lain lagi untuk dipercaya. Manajer mengiyakan. Siapa lagi kalo nggak dia?

Do Jin menyatakan kalo dia nggak akan memperbarui kontrak sama Window. Manajer kaget dengarnya. Ia menanyakan apa Do Jin sudah punya agensi lain?

Do Jin merasa kalo daepyunim sudah memblokirnya. Dia menanyakan apa manajer bisa mencari beberapa perusahaan? Dia pingin Soo Yeon debut. Soo Yeon nangis sambil nanya ke dia, kenapa nggak ada yang berhasil? Dia sedih lihatnya. Itu juga kesalahannya. Kalo aja dia nggak mengadakan pesta ulang tahun kala itu. Kalo sampai dia mengadakan pesta ulang tahun lagi maka dia bukan manusia.

Manajer memberitahu kalo itu bukan salahnya Do Jin. Itu kecelakaan. Do Jin cuman pingin memastikan debut Soo Yeon. Manajer menanyakan apa Do Jin sudah memberitahu Soo Yeon?

Do Jin menjawab belum. Ia aka menunggu sampai semuanya selesai.

Manajer memberitahu kalo situasinya lain. Dia minta Do Jin untuk membawanya juga. Dia tahu itu nggak mudah. Tapi dia akan nyari tahu kartu apa yang dipunya sama daepyunim.

Do Jin yakin kalo itu nggak akan banyak. Pacaran? Dia juga nggak pacaran sama siapapun. Manajer mengiyakan. Mereka akan meninggalkan Window.

Do Jin senang dengarnya. Mereka lalu tos. Rada sulit karena manajer melakukannya sambil menyetir.

Do Jin ngajak manajer untuk ke Oh secret. Lah, manajer juga sudah membuat reservasi di kantor utama yang ada soo Yeonnya. Wah, Do Jin senang banget dengarnya.



Para karyawan Cha beauty sekarang jadi karyawan Oh Secret. Mereka juga sudah berganti seragam. Oh Shi Eun mengumpulkan mereka semua dan nemberikan sedikit sambutan.

Para asisten itu menjawab dengan setengah hati. Tapi itu nggak jadi masalah buat Shi Eun. Ia menyuarakan motto Oh Secret lalu pergi.

Pak Kim mengatakan sesuatu tentang Shi Eun dan membuat Shi Eun kembali lagi. Dia memberitahu Pak Kim kalo di tempatnya sekarang pelannggan selalu benar. Habis itu dia pergi lagi. Duh, pak Kim kesal banget sebenarnya. Dia lalu manggil Hyun Jun dan minta dipijat.


Do Jin dan manajernya sampai di Oh Secret. Mereka langsung dapat sambutan nggak menyenangkan dari Shi Eun. Sampai dibilang daftar hitam segala.

Do Jin bilang kalo pak Kim ada di sana. Oh Shi Eun menghampirinya dengan wajah menkutkannya. Kirain mau ngapain, tapi ternyata cuman mau mengambil kopi yang ada pada Do Jin.

Do Jin menghela nafas lega. Tapi serelah itu dia tersenyum. Kopi tadi habis dia minum. Lah, manajer jadi ikut tersenyum.




Soo Yeon melakukan perawatan kulit buat Do Jin. Do Jin memberikan kopinya buat Soo Yeon. Susu biasa dengan dua pompa sirup.

Soo Yeon akan meminumnya nanti tapi Do Jin minta dia untuk minum sekrang. Seteguk aja soalnya dia membawakannya buat Soo Yeon.

Soo Yeon khawatir akan menumpahkannya di make up. Makanya dia akan meminumnya nanti. Do Jin jesal dan meletakkannya kembali.

Soo Yeon kembali pada pekerjaannya. Do Jin tahu-tahu manggil lagi dan menunjukkan bakatnya. Ia mengambil cotton bud dan berakting serius. Soo Yeon nampak ngga tertarik. Do Jin berubah akting lucu.

Soo Yeon nggak menanggapi dan membersihkan wajah Do Jin. Do Jin kecewa, apa itu nggak lucu? Dia meminta Soo Yeon untuk tersenyum sekali aja biar dia nggak khawatir.

Soo Yeon lalu menatap Do Jin. Do Jin kembali berakting dan sukses membuat Soo Yeon tersenyum. Dia kega lihatnya.

Soo Yeon mulai membersihkan wajah Do Jin. Do Jin bertanya apa Soo Ydon pernah nelihat Jung Hyuk Hyung? Soo Yeon menggeleng. Do Jin Juga enggak ternyata.

Soo Yeon mulai mengkhawatirkan Jing Hyuk. Dia kangen. Dia suka di Cha Beauty.

Do Jin meminta agar Soo Yeon nggak nangis. Soo Yeon membantahnya. Dia nggak nangis. Ia lalu melanjutkan pekerjaannya.





Jung Hyuk sendiri datang ke tempat penitipan abu. Dia menghadap foto seorang wanita, ibunya. Ia mengingatkan hari saat ibunya membawakan patung saat hari sedang hujan. Ia nggak tahu kalo saat itu...

Ibu merias wajahnya yang pucat agar nampak cantik.

Hujan sangat deras. Anak-anak meninggalkan kelas masing-masing. Para ibu menunggu anaknya di depan sekolah.

Jung Hyuk kecil melihat ibunya di antara banyak ibu. Alih-alih menghampiri, ia malah berlari menjauh.

Jung Hyuk nangis ingat kenangan itu. Dia malu sama ibunya. Pun sampai sekarang masih ngerasa nggak enak. Dia ingan cepat menjadi dewasa dan menghasilkan banyak uang untuk membayar perawatan agar ibunya bisa menjadi lebih sehat.

Jung Hyuk nggak bisa melanjutkannya. Cuman bisa minta maaf. Dia menyesal.




Soo Yeon berjalan pulang. Tanpa sadar dia malah sampai di apartemen Jung Hyuk. Karena dia bukan penghuni jadinya nggak bisa masuk.

Seseorang keluar. Soo Yeon memanfaatkannya dan masuk. Ia menekan bel pintu Jung Hyuk tapi nggak dibukakan.

Dia menelpon. Tapi Jung Hyuk nggak mengangkatnya padahal deringnya terdengar sampai luar. Soo Yeon mulai khawatir dan menggedor-gedor pintu.

Ji Yun yang tinggal di sebelah keluar dan memberitahu Soo Yeon kalo Jung Hyuk nggak ada di rumah. Soo Yeon yang panik memberitahu kalo ia rasa Jung Hyuk ada di dalam tapi nggak membuka pintu.

Ji Yun mencoba untuk menekan sandi pintu tapi nggak berhasil. Soo Yeon nelpon Jung Hyuk lagi tapi tetap nggak diangkat. Ia lalu pergi dan manggil tukang.

Tukang datang dan pintu berhasil dibuka. Ji Yun menyembunyikan wajahnya. Mereka langsung masuk ke dalam.




Rumah Jung Hyuk gelap. Soo Yeon menyalakan lampu. Ada banyak kaleng bir di atas meja. Dia lari ke kamar dan menemukan Jung Hyuk nggak sadarkan diri di tempat tidur.

Soo Yeon memanggil-manggil sambil mengguncangkan tubuhnya tapi Jung Hyuk nggak mau merespon.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Touch episode 8 part 4
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 comment


EmoticonEmoticon