Monday, February 10, 2020

Sinopsis Touch episode 9 part 1


All content from Channel A




Soo Yeon dan Ji Yun panik mendapati Jung Hyuk nggak sadarkan diri di tempat tidur. Ada banyak obat tidur di meja.

Ji Yun nyuruh Soo Yeon untuk menghubungi ambulans. Soo Yeon mengiyakan. Ia nelpon ambulans sembari memasukkan satu bungkus obat ke sakunya.

Petugas ambulans sudah datang dan Jung Hyuk sudah dibawa. Ji Yun mau ikut juga tapi Soo Yeon melarang. Ada banyak orang di rumah sakit. Mereka akan melihat Ji Yun bisa dilihat orang nanti.

Ji Yun merasa nggak masalah. Soo Yeon tetap nggak ngijinin. Dia menyalahkan Ji Yun atas apa yang menimpa Jung Hyuk. Ia meminta agar Ji Yun tetap di sana.

Ji Yun menurut. Dia minta ponselnya Soo Yeon dan menuliskan nomornya. Ia meminta Soo Yeon untuk ngabarin kalo sudah sampai di sana.

Soo Yeon mengiyakan dan pergi. Ji Yun menatapnya kesal.

Di dalam ambulans Soo Yeon memberikan bungkus obat yang ia bawa pada petugas. Petugas memberitahu kalo itu adalah obat tidur berbahaya. Mereka menanyakan berapa banyak yang Jung Hyuk minum?

Soo Yeon nggak tahu pasti. Banyak. Ia mengingat yang ada di meja. 50 bungkus. Lebih. Dan juga minum alkohol.

Jung Hyuk sampai di rumah sakit. Petugas ambulans memberitahu dokter kalo pasien overdosis. Dokter mau mengosongkan perutnya dulu.

Soo Yeon mau ikut juga saat Jung Hyuk di dorong tapi perawat melarangnya.



Di rumah Ji Yun nggak bisa tenang karena Soo Yeon nggak juga ngasih kabar. Ia melihat barang-barang Jung Hyuk, piagam, pakaian.

Jung Hyuk sudah di ruang perawatan. Perawat bilang keadaannya nggak parah. Mereka sudah memberinya infus dan dokter akan segera datang.

Soo Yeon lega dengarnya. Ia berterima kasih pada perawat.




Soo Yeon pergi untuk mengurus biaya rumah sakit. Totalnya 570.000 won. Soo Yeon nggak punya uang sebanyak itu. Saldo yang ia punya cuman 465.000 won. Kurangnya 105.000 won.

Dia nelpon seseorang tapi nggak diangkat. Ia lalu nelpon Soo Ah dan berniat pinjam uang. Young Ah bertanya buat apa? Ia memberitahu kalo moon ballonsnya (uang tunai online) belum ditransfer. Dia mau minta sama ibunya tapi dilarang sama Soo Yeon.

Soo Yeon lalu nelpon Ji Yun. Ji Yun udah panik aja, ngiranya Jung Hyuk kenapa-napa. Soo Yeon memberitahu kalo Jung Hyik sudah nggak papa. Dam dengan nggak enak hati ia mengatakan mau oinjam uang sama Ji Yun.

Ji Yun kaget dengarnya. Soo Yeon menjelaskan kalo uangnya kurang untuk membayar tagihan rumah sakit.

Ji Yin mau ke dana dan membayarnya tapi Soo Yeon melarang. Dia minta agar Ji Yun mentransfernya saja. Ia yang akan mengurusnya.

Ji Yun nyuruh Soo Yeon untuk mengirimkan nomor rekeningnya dan ia akan mentransfer uangnya. Soo Yeon berterima kasih dan janji akan segera membayarnya kembali.

Ji Yun meminta agar Soo Yeon menjaga Jung Hyuk baik-baik. Soo Yeon mengiyakan dan menutup telponnya.

Soo Yeon mengirimkan nomor rekeningnya. Nghak lama kemudian transferan dari Ji Yun sampai. Nggak tanggung-tanggung dia ngirim sejuta won. Soo Yeon kaget. Kan dia mau pinjamnya 110.000 won doang.




Soo Yeon kembali ke Jung Hyuk setelah menyelesaikan pembayaran. Ia penasaran karena Jung Hyuk tidur terus. Ia meriksa nafas Jung Hyuk dan detak jantungnya.

Ia ketakutan dan memanggil-manggil Jung Hyuk dengan suara keras. Semua orang langsung menatpanya.

Jung Hyuk sadar. Ia bingung. Dimana? Ia melihat jarum infus di tangannya.

Soo Yeon memberitahu kalo Jung Hyuk ada di rumah sakit. Mau bunuh diri? Jung Hyuk bangun dan mau menjelaskannya tapi Soo Yeon memotong.

Nggak peduli seberapa keras hidup ini, nggak seharusnya Jung Hyuk melkaukan itu. Gimana bisa minum obat sebanyak itu? Harusnya dia berjuang sampai mati buat hidupnya.

Jung Hyuk merasa kalo Soo Yeon...

Soo Yeon memotong lagi. Ia memberitahu kalo Jung Hyuk bukan satu-satunya orang yang mengalami kemalangan. Harusnya mereka bertahan hidup. Dia yang masih muda aja tetap bertahan. Jadi orang kayak Jung Hyuk juga harusnya hidup kebih baik.

Jung Hyuk menegaskan kalo dia nggak berusaha bunuh diri.

Soo Yeon masih nggak paham dan terus ngomel. Jung Hyuk sampai harus membentaknya biar bisa diam.

Soo Yeon syok Jung Hyuk membentaknya. Jung Hyuk memberitahu kalo dia nggak bisa tidur. Untuk bertahan hidup maka dia harus tidur. Itulah kenapa dia minum obat.


Dokter datang. Dia memberitahu Jung Hyuk kalo dia hampir mati karena kadar alkoholnya yang tinggi. Gimana bisa Jung Hyuk minum obat sama alkohol?

Soo Yeon kembali memarahi Jung Hyuk setelah dengar penjelasan dokter yang bilang kalo Jung Hyuk hampir mati.

Dokter nyuruh Soo Yeon untuk tenang karena ada pasien lain di sana. Hehe, Soo Yeon langsung menutup mulutnya.

Dokter membantah pernyataan Soo Yeon sebelumnya kalo Jung Hyuk nggak minum 50 pil. Emang sih banyak, tapi nghak sebanyak itu juga.

Soo Yeon menyampaikan kalo dia lihat ada banyak bungkus robek di meja. Jung Hyuk memberitahu kalo dia merobek dua bungkus sekaligus karena satu aja nggaj cukup.


Jung Hyuk nanya ke dokter apa dia mabuk? Lah, soo Yeon malah berpikir kalo Jung Hyuk amnesia. Dokter membentaknya. Dia yang dokter, dia yang akan mendiagnosa. Dokter nyuruh Soo Yeon untuk tenang.

Ia memberitahu kalo ada banyak efek samping dari obat tidur. Pingsan, bahkan nggak ingat setelah meminumnya. Ia meminta Jung Hyuk untuk berhati-hati. Dokter menanyakan apa ada bagian yang sakit?

Jung Hyuk memberitahu kalo dadanya terasa sakit. Dokter memberitahu kalo saat mereka mengosongkan perutnya mungkin merusak selaput bagian dalam. Ia akan baik-baik saja setelah beristirahat selama satu atau dua hari. Ia diperbolehkanuntik pulang setelah infusnya habis dan nggak punya gejala lain.

Soo Yeon berterima kasih. Dokter pergi serelah berpesan pada Soo Yeon agar tetap tenang.

Jung Hyuk mengaku merasa aneh padahal perutnya baik-baik saja.


Di rumah Ji Yun memasak bubur. Mungkin buat Jung Hyuk. Sudah malam.


Jung Hyuk sudah diperbolehkan pulang. Jung Hyuk tahunya Soo Yeon yang membayar biaya rumah sakitnya. Dia mau menggantinya. Soo Yeon melarang.

Jung Hyuk khawatir SOo Yeon akan bangkrut. Dia minta rekening Soo Yeon, dan ia akan mengirim uangnya.

Soo Yeon mengkhawatirkan Jung Hyuk. Jung Hyuk tersenyum dan nyuruh Soo Yeon untuk pulang. Soo Yeon mau mampir ke rumah Jung Hyuk karena tasnya ketinggalan di sana.

Jung Hyuk nggak bilang apa-apa lagi dan langsung jalan.


Jung Hyuk pulang bersama Soo Yeon. Belum juga Jung Hyuk selesai menekan kode pintunya, tahu-tahu sudah terbuka aja. Lah, ternyata Ji Yun masaknya di rumah Jung Hyuk.

Jung Hyuk kaget lihat Ji Yun ada di rumahnya. Dia langsung jalan melewati Ji Yun padahal Ji Yun bilang khawatir padanya.



Ji Yun menyusul Jung Hyuk dan mengabaikan Soo Yeon. Mereka bicara di kamar. Ji Yun memberitahu kalo ia mengubah sandinya jadi 0000 dan nyuruh Jung Hyuk untuk mengubahnya kalo sempat.

Jung Hyuk mengiyakan.

Ji Yun yang cemas memarahi Jung Hyuk karena minum banyak obat tidur dan mengungkapkan betapa khawatirnya ia. Ia merasa itu karena dirinya. Harusnya Jung Hyuk marah padanya.

Jung Hyuk mengatakan kalo Ji Yun harus bercerai. Ji Yun kaget dengarnya. Jung Hyuk nyuruh Ji Yin untuk hidup sebagai dirinya sendiri. Jangan salah paham.

Ji Yun menyinggung tentang barang-barang yang ada di luar. Ternyata Jung Hyuk mau pindah. Ji Yun mengatakan kalo ia akan pindah kalo emang itu gara-gara dia.

Jung Hyuk rupanya telah menjual rumahnya. Ji Yun menduga kalo itu karena hutang dan berniat membantu.

Jung Hyuk memalingkan wajahnya. Ji Yun langsung tahu kalo itu bukan sesuatu yang bisa ia bantu. Nggak ngerti siapa yang harusnya disalahin.

Jung Hyuk nyuruh Ji Yun untuk pergi. Dia lelah. Ji Yun mengiyakan. Dia nyuruh Jing Hyuk untuk istirahat. Dia juga sudah membuatkan bubur. Harus makan.

Jung Hyuk menghela nafas setelah Ji Yin meninggalkan kamarnya.


Soo Yeon ternyata masih ada di sana. Ia melihat bubur buatan Ji Yun di meja. Dia heran lihat Soo Yeon belum pergi. Jung Hyuk butuh istirahat.

Soo Yeon mengatakan kalo dia akan pergi sebentara lagi dan nyuruh Ji Yun untuk pergi duluan.

Ji Yun nggak bilang apa-apa dan pergi.




Soo Yeon melihat bungkus obat Jung Hyuk di meja lalu membuka laci dan mencari sesuatu. Ia menemukannya.

Jung Hyuk yang baru keluar dari kamar mandi mengambil tas Soo Yeon dan menyuruhnya untuk segera pergi. Oh, rupanya yang Soo Yeon ambil adalah persediaan obat tidur Jung Hyuk.

Soo Yeon mengambil semuanya dan mau membawanya. Jung Hyuk meminta untuk ditinggalkan karena dia nggak bisa tidur tanpa itu.

Soo Yeon nggak mau menyerahkannya. Dia takut akan terjadi lagi. Ia akan menahannya jadi Jung Hyuk nggak bisa mengambilnya. Dia lalu nyuruh Jung Hyuk untuk tidur.

Jung Hyuk nyuruh Soo Yeon untuk pergi tapi Soo Yeon nggak mau petgi sebelum melihat Jung Hyuk tidur. Jung Hyuk malah memarahi Soo Yeon. Dia nggak akan bisa tidur kalo diawasi.

Soo Yeon mengambil tasnya dan nyuruh Jung Hyuk untuk segera tidur. Jung Hyuk mengiyakan. Soo Yeon melirik tempat tidur. Jung Hyuk paham. Ia melompat ke tempat tidur dan mematikan lampu baru Soo Yeon pergi.


Soo Yeon berpikir kalo Jung Hyuk pindahan gara-gara Ji Yun di depannya.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Touch episode 9 part 1
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email


EmoticonEmoticon