4/23/2020

Sinopsis Homeroom episode 10


All content from MBS




Paginya Raburin masih berangkat ke sekolah kayak biasa. Take sama teman-temannya menghadang di depan.

Take dan yang lain mengira kalo dia nggak akan datang. Raburin mengabaikan mereka dan jalan ke parkiran sepeda.

Raburin masih mengajar seolah nggak terjadi apa-apa. Luka di wajahnya ia bilang karena jatuh dari sepeda.

Ia mengumumkan kalo ia akan berpisah dengan mereka. Murid-murid nggak terima. Raburin menuliskan alasannya di papan tulis. Cinta.

Murid-murid nggak paham. Raburin lalu bilang kalo dia cinta sama Sakurai.


Sakurai hari ini nggak berangkat sekolah. Ia berdiam diri di rumahnya. Wajahnya pucat.

Maru datang dan langsung memeluknya. Sakurai nangis dan minta maaf sama Maru. Maru menenangkan dan bilang kalo Sakurai nggak salah.



Raburin mengungkapkan ke anak-anak tentang apa yang dia lakukan selama ini pada Sakurai. Dan tentang peniti yang menirunya, ia menyebut kalo mereka beda level dengannya. Itu karena dia punya cinta.

Anak-anak terdiam. Raburin bilang kalo mereka juga punya andil dalam dirinya. Ia mengaku putus asa saat pertama datang ke sekolah. Mereka semua busuk. Damainya cuman palsu sampai nggak ada waktu buat pahlawan muncul.

Dia bosan dan serasa mau mati. Sampai akhirnya dia ketemu sama orang yang pingin dia lindungi.

Take teriakin Raburin. Raburin sama sekali nggak mau berhenti dan ngomong hal-hal yang nggak guna. Anak-anak marah dan melempari Raburin pakai apa aja.

Raburin terus bicara sampai anak-anak berhenti melemparinya. Meski mereka dilahirkan 1000 kali tetap nggak akan bisa ngerti perasaannya.

Anak-anal kembali marah. Mereka melemparinya lagi dan puncaknya menariknya dan memukulinya.




Sakurai tiba-tiba datang dan nyuruh mereka untuk berhenti.

Raburin melihat Sakurai dan ngasih tahu kalo dia telat. Ia bangun dan bersyukur. Ia nggak masalah Sakurai mau menangkapnya apa enggak. Dia cuman pingin ketemu. Karena itulah dia datang ke sana.

Raburin nangis.

Sakurai duduk menghadap Raburin. Ia memberitahu kalo ia sudah merenungkannya. Apa yang Aida lakukan itu busuk. Sama buruknya dengan dia sendiri.

Dengan sangat berat Sakurai mengakui kalo dia juga melakukan kesalahan. Ia menyiram dirinya sendiri saat di toilet. Itu karena dia ingin Aida datang kayak Napoleon.

Dalam dirinya ada sesuatu yang mirip sama Aida yang mengintainya. Karena itu...mungkin ada saat dia ngerti cintanya, dua tiga tahun, mungkin juga 10 tahun. Tapi kalo sekarang nggak bisa.

Sakurai nangis. Itulah yang pingin dia bilang.

Raburin minta Sakurai untuk bilang cinta. Karena ia juga mencintainya.

Sakurai menghela nafas panjang lalu bilang selamat tinggal sama Aida. Dia lalu bangkit dan pergi.


Raburin merangkak manggil-manggil Sakurai tapi Sakurainnya dah nggak ada.





Setelah hari itu Raburin nggak ada lagi di sekolah. Semua masalah selesai dalam 10 hari. Padahal itu cuman cinta. Anak-anak berangkat sekolah seperti biasa.

Sakurai menata buku di perpustakaan. Yahagi datang dan membawakan buku yang lain pada Sakurai.

Sakurai mengiyakan, Yahagi. Yahagi nampak tersentuh karena Sakurai barusan nyebut namanya. Dia senang banget.

Sakurai lalu melanjutkan pekerjaannya. Shiratori tiba-tiba muncul di sela-sela buku dan menatapnya dengan tatapan tajam. Dia menghampiri Sakurai dengan senyum mengerikan dan membuat Sakurai takut.

Ia mengangkat kursi dan seakan mau menghantamkannya ke Sakurai. Dia tahu kalo orang yang memukulnya dan ngambil kameranya adalah Sakurai.

Sakurai terduduk. Dia mau menjelaskannya. Shiratori meletakkan kursi di tangannya dan menggunakannya untuk duduk. Ia tahu kalo dia merasa aneh dan jatuh cinta sama Raburin adalah kesalahan. Tapi ia malah bisa jadi lebih kuat karena itu.

Ia menunjukkan sebuah poster dan ngasih tahu kalo dia mencalonkan diri lagi jadi ketua OSIS. Dan janjinya, melarang percintaan di sekolah karena cinta membuat orang jadi aneh. Ia lalu menyerahkannya pada Sakurai.

Sakurai menerimanya. Dia bertanya-tanya apa dia akan jadi aneh lagi?


Take bicara sama Maru membahas mengenai Raburin yang hanya memaksakan perasaan sendiri. Itu adalah kesalahan. Ia minta agar Maru nggak melakukannya.

Maru menatapnya. Ia memberitahu kalo ia nggak bermaksud mengambil kesempatan saat Maru lagi ada masalah.

Maru tahu. Take melakukannya buat dirinya sendiri. Nggak tahu kenapa dia merasa kalo itu salah.

Mereka bersyukur bisa ketemu sama teman yang baik. Maru menyudahi. Dia bangkit dan menepuk lengannya Take. Dia minta Take mentraktir yakiniku kalo emang dia temannya.




Sakurai jalan di lorong. Mari menemuinya dan mengajak ke atap.

Keduanya duduk bersama sambil menikmati langit. Sakurai merasa kalo cuacanya bagus.

Maru mendadak jadi serius. Dia minta ijin untuk menyukai Sakurai. Sakurai mengangguk membolehkan. Dia lalu bangkit dan meregangkan tubuhnya.

Di bawah ia seperti melihat dirinya dibonceng sama Raburin. Sakurai yang dibawah tersenyum menatapnya. Mereka nampak bahagia.

5 tahun kemudian






Aida kerja di tempat pembuangan. Penampilannya berantakan.

Sakurai menjadi guru. Ia mengajar seni, sama kayak Raburin.

Tiba-tiba ada yang melapor kalo Ninomiya dijahili lagi.

Sakurai langsung menghampiri anak itu. Ada lem di kursinya.

Sakurai memikirkan kejadian itu. Rekan sesama guru mengajaknya minum  tapi dia menolak.

Sakurai pulang mengajar sambil senyum.



Raburin juga baru pulang kerja. Dia mampir ke mini market buat beli makanan. Di dekatnya ada anak kecil yang mainannya jatuh.

Raburin mendekat dan menganjurkannya. Ibunya tahu-tahu datang dan mengambilnya dari tangan Raburin lalu menggendong anak itu.

Ibunya ternyata adalah Shiina. Suaminya mendatanginya dan putri mereka. Mereka nampak bahagia.



Raburin sampai rumahnya pada malam harinya. Sejak saat itu dia nggak pernah lagi ketemu sama Sakurai. Dan memikirkannya membuat hatinya kesemutan.

Karena itulah dia minum teh yang sama yang diminum Sakurai agar bisa tidur. Dan dalam tidurnya ia memimpikan Sakurai.

Kita lalu diajak untuk melihat kolong tempat tidur Raburin. Ada Sakurai di sana. Tersenyum dengan ekspresi menakutkan.

"Sensei!!"

T A M A T

Artikel Terkait

Sinopsis Homeroom episode 10
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Annyeong Cingu!!! Komentar boleh, tapi jangan spam, ya..
EmoticonEmoticon