4/21/2020

Sinopsis Homeroom episode 9


All content from MBS




Raburin datang ke rumah Sakurai, melepas semua p*k*iannya lalu tidur di samping Sakurai dan bilang cinta.

Sakurai yang nggak jadi minum teh nya tiba-tiba membuka mata. Dan sampai pagi datang dia sama sekali nggak bisa tidur.

Paginya Raburin bangun dan memakai pakaiannya kembali lalu pamit sama Sakurai yang dikiranya masih tidur.

Sakurai langsung membuka matanya begitu Raburin nggak ada. Dia bingung maksudnya apaan. Dia juga cinta sama Aida Sensei, tapi...kalo kayak gini dia nggak tahu harusnya gimana.




Sakurai sampai di kelas. Dia merasa nggak semangat. Maru nggak ada di tempat duduknya. Di sebelahnya ada yang ngomongin soal stalker yang ternyata adalah teman kakaknya. Kakaknya juga selalu keluar sama orang yang lebih tua.

Raburin masuk dan minta semua orang untuk tenang. Ia menilai pelajarannya hari itu.

Baik Sakurai dan Raburin keduanya sama-sama nggak tahu harus gimana. Sakurai sendiri nggak berani menatap Raburin.



Maru sama Take datang ke rumahnya Yua. Take nanyain kenapa Yua nggak masuk kelas? Yua malah nanya balik, mereka sendiri kenapa?

Take mengaku pingin nanya ke Yua. Apa terjadi sesuatu antara dirinya dan Aida? Yua ngasih tahu kalo alamat yang mereka kasih salah. Yang tinggal di apartemen itu adalah cewek cantik kelas 2.

Maru tahu kalo yang dimaksud adalah Sakurai. Gua ngasih tahu kalo ia melihat Raburin sembunyi di sana dan dia lihat sesuatu yang parah.

Take menuntut kenapa Yua nggak ngasih tahu? Yua bilang kalo dia mau senang-senang dulu.

Maru nanyain apa yang Yua lakukan di kamarnya Sakurai? Yua nggak mau menjawabnya dan mengajak Take untuk makan. Maru kekeuh pingin tahu apa yang dilakukan Raburin di kamarnya Sakurai.

Yua marah. Dia kesal sama Maru yang marah di rumahnya orang dan menyebutnya pencuri.

Take melerai. Dia minta Yua untuk berhenti. Dia ngasih tahu kalo Maru adalah pacarnya. Maru langsung menatap Take. Perjanjiannya kan pacarannya setelah rencana mereka berhasil.

Yua lalu menarik rantai di tangannya. Mori Sensei keluar dengan cuman pakai c*l*n* d*lam doang dan dia diperlakukan kayak anjing sama Yua. Gua ngasih tahu kalo setelah sekian lama akhirnya mereka ketemu lagi. Dia marah tapi Mori bilang pingin jadi p*l*yannya Yua.

Take pikir itu bahaya. Gua memperlakukan Mori kayak anjing. Katanya mereka ketemu berkat Raburin.

Take sama Maru minta Yua untuk menjelaskannya.



Raburin mikirin Sakurai sambil menatap tanamannya. Mereka saling mencintai. Apa dia harus menanyakannya ke Sakurai? Apa dia harus menyampaikan semuanya? Tapi sampai apa dia bilangnya? Mencampur obat tidur ke minumannya? Sembunyi di tempat tidurnya tiap malam? Tidur sama Sakurai yang sedang tidur? Nyiur rambutnya? Bersih-bersih? Menggosok giginya? Motong kukunya? Melihatnya? Mengelap keringatnya? Mengganti pakaian dalamnya?

Raburin nangis mengingat semua yang dilakukannya buat Sakurai yang dipikirnya adalah cinta. Kalo dia bilang apa Sakurai akan nerima. Dia lalu manggil mamanya dan minta dikasih keberanian.

Eh, siapa itu yang ada di belakangnya? Wanita teriak A... mulutnya kebuka lebar. Serem...



Raburin menemui Sakurai sepulang sekolah tapi Sakurai menghindarinya. Raburin ingin menjelaskan tentang apa yang Sakurai lihat saat ia bersama dengan Shiina Sensei. Ia mengaku kalo ia dipaksa.

Sakurai pikir kalo ada banyak hal yang harus dijelaskan. Raburin mengiyakan dan memikirkan urutannya. Ia berbalik dan membelakangi Sakurai sambil menyemangati diri sendiri.

Setelah merasa siap iapun kembali menatap Sakurai. Raburin ngomongnya diulang-ulang mulu. Tapi intinya dia bilang kalo dia khawatir sama Sakurai dan memberikan bubuk minuman lagi ke Sakurai karena yang sebelumnya sudah habis. Ia memberitahu kalo tidur adalah bagian terbaik untuk kesehatan.

Sakurai merasa ragu. Ia mengambilnya lalu berterima kasih dan pergi.



Raburin mengendarai sepedanya dengan sangat cepat.

Hari sudah hampir gelap. Sakurai masih belum juga sampai rumah. Dia nelpon Maru tapi nggak diangkat. Dia pingin minta bantuan Maru. Dia nggak tahu harus ngapain.


Maru sebenarnya pingin mengangkat panggilan Sakurai tapi dia nggak sanggup. Rasanya kayak berat banget.

Take merasa khawatir. Maru bilang kalo dia nggak akan bisa mendengarkan suara Sakurai. Take rasa kalo Maru berlebihan.

Maru nanyain kalo kejahatan yang mereka lakukan adalah hal baik, kan?

Ternyata mereka sudah ada di depan rumah Raburin. Take sudah mencari daftar staff di Line dan memang benar itu rumahnya.

Mereka lalu masuk.




Raburin sendiri sudah ada di bawah tempat tidur Sakurai. Ia merasa kalo itulah yang terbaik.

Nggak lama kemudian Sakurai pulang. Dia meletakkan tasnya dan melepaskan jaketnya. Ia lalu menghadap tempat tidurnya. Pelan-pelan dia menunduk dan menatap Raburin.

Raburin syok dan nggak bisa berkata-kata.




Maru kaget lihat kamar Raburin dipenuhi sama fotonya Sakurai. Take menunjukkan apa yang ia temukan pada Maru. Di antaranya ada lem, gambar rak.

Tiba-tiba terdengar suara di belakang mereka. Take terkejut dan mengikutinya pakai lampu ponsel.

Kayak ada sesuatu di dalam lemari. Take bangkit dan meriksa. Dia lalu ngasih tahu Maru kalo ada seseorang di situ.

Take mau membukanya tapi Maru tahu-tahu muncul di sampingnya dan menanyakan apa yang Take lakuin? Take terkejut. Nggak papa.

Take menghela nafas lega saat Maru pergi. Dan saat dia berbalik tahu-tahu ada wanita menatapnya dengan mulut terbuka lebar. Sosok yang sama sama yang sering muncul di depan Raburin.




Take langsung keluar sambil menarik Maru. Maru sendiri bingung dan nggak ngerti apa yang terjadi?

Take berusaha ngasih tahu kalo tadi di dalam...perempuan..matanya...Ia menatap matanya.

Tiba-tiba Raburin ada di depan mereka. Take memberitahu kalo dia sudah melihat semua rahasia Raburin.

Raburin mundur dan lari. Take sama Maru mengejarnya.

Raburin lari menuruni tangga dan mau sembunyi di terowongan. Dia nggak tahu kalo di sana ada teman-teman Take yang menunggunya.

Mereka menampar Raburin sampai dia nggak bisa melarikan diri lagi.

Raburin nangis dan mengingatkan kalo dia adalah guru. Ia senior dalam hidup. Ia lebih tua dan lebih unggul. Dia teriak-teriak nyebut mereka sebagai pelaku kejahatan dan akan mengeluarkan mereka dari sekolah. Mereka bukan lagi murid Raburin.

Eh, habis itu Raburin malah tertawa dan berasa jadi g*la.



Beberapa waktu kemudian setelah Raburin sudah tenang. Maru bilang kalo dia ketemu sama Natsume Yua. Katanya Ia sembunyi di rumah Sakurai. T*l*njang dan sembunyi di bawah tempat tidur. Ia menanyakan apa itu benar?

Raburin tersenyum menatap Maru dan membenarkan. Maru bertanya lagi hanya hari itu apa selalu? Dengan tenang Raburin bilang selalu dan itu sudah hampir 3 bulan. Ia memberikan hadiah teh yang ada obat tidurnya buat Sakurai bisa tidur nyenyak. Banyak yang dia lakukan.

Take nyuruh Raburin untuk jujur. Nggak ada artinya menyembunyikan semuanya sekarang. Raburin memberitahu kalo dia juga sudah cerita semuanya ke Sakurai.

Maru kaget. Dia jadi khawatir pada Sakurai. Raburin memberitahu kalo Sakurai menyadarinya sejak kemarin malam. Dia mengikuti kata-kata mereka dan nggak meminum teh nya. Hari ini dia ketahuan dan menjelaskannya.

Maru syok. Ia lalu menanyakan apa yang Sakurai katakan? Raburin tertawa dan menjawab kalo Sakurai mengusirnya. Ia menceritakan semua perbuatan cintanya, menyisir rambut, mengganti pakaiannya, bersih-bersih dan nyiapin pelajaran buat besok. Menggunakan kelas seni dan menyatakan cinta akhirnya tersampaikan.





Raburin Duduk Bersama Sakurai dan mengatakan semuanya. Ia bertanya Sakurai terkejut? Sakurai hanya diam. Raburin menunggu jawabannya. Ia lalu melihat buku di atas meja dan memberi penjelasan.

Sakurai malah jadi sesak mendengarnya. Teringat apa yang Raburin bilang dulu yang janji akan menjaganya. Dan senyum Raburin saat sembunyi di bawah tempat tidurnya. Saat memeluknya.

Sakurai bangkit dan muntah-muntah. Raburin bangkit dan menghampirinya. Sakurai minta agar Raburin jangan menyentuhnya. Dia nyuruh Raburin untuk pergi.

Raburin terdiam. Sakurai kembali menyuruhnya untuk keluar. Raburin berbalik dan meninggalkan Sakurai.




Raburin nangis menceritakannya. Dia ngasih tahu kalo dia juga tersakiti.

Maru langsung menamparnya. Ia melakukannya berkali-kalidan menyebutnya s*tan p*m*rkosa. Raburin mengaku nggak melakukannya.

Teman take menanyakan apa yang akan mereka lakukan? Lapor ke sekolah apa bawa ke polisi?

Raburin bilang terserah mereka aja. Nggak ada tangan yang bisa menyentuhnya. Maru kembali menamparnya.

Take membenarkan kalo mereka adalah korban yang terseret sama orang m*sum. Raburin keberatan dibilang m*sum. Maru menamparnya lagi.

Sebuah cahaya tiba-tiba menyinari Raburin. Ia mengatakan kalo itu homeroom. Ia seolah melihat Sakurai tersenyum padanya.

Bersambung...

Artikel Terkait

Sinopsis Homeroom episode 9
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Annyeong Cingu!!! Komentar boleh, tapi jangan spam, ya..
EmoticonEmoticon