Tuesday, April 30, 2019

Story of My First First Love episode 4 part 2


All content from NETFLIX



Song i ngambil tenda di gudang dan mendirikannya di depan rumah. Tae O sampai kaget pas pulang dan lihat tendanya sudah terpasang di depan rumah. Kata Hun, Song i akan tidur di sana karena Garin tidurnya ngorok.

Sinopsis When Time Stops Episode 1 Part 1


All content from KBS World

Hari sudah malam tapi kota masih sibuk. Diberitakan kalo lukisan pemandangan Lee Jeong yang banyak berspekulasi mungkin ada di suatu tempat. Lukisan itu akan dibawa ke Korea untuk pertama kalinya. Lukisan itu dibawa ke Perancis dengan ajaran Budha dari Jikji selama Byeongin-yangyo.

Monday, April 29, 2019

Sinopsis Yellow episode 10


All content from PlayList Global/ Naver TV Cast


Dating in the World of Youths



Ji Hoon nampak nggak tenang di ruang make up. Tae Min datang dan memberitahu kalo sekarang sudah waktunya. Japi dan Dong Woo bangkit menghampiri Ji Hoon dan Tae Min. Mereka saling menatap dan menyemangati satu sama lain.

Sunday, April 28, 2019

Sinopsis Yellow episode 9


All content from PlayList Global/ Naver TV Cast


How a Reserved Guy Makes a Confession


Ji Hoon berusaha untuk menelpon Soo A tapi nggak diangkat. Dia lalu nggak sengaja lihat Soo A sedang duduk berduaan dengan Tae Min. Tampak Soo A tersenyum menatap Tae Min.

Ji Hoon: Lagi ngapain kalian berdua disana?

Ji Hoon menghela nafas lalu menghampiri mereka.



Ji Hoon, Japi dan Dong Woo sedang ada di kafe mau memesan minuman. Japi dan Dong Woo nampak masih pusing gara-gara banyak minum semalam. Ji Hoon memesan ice Americano.

Japi masih diam. Ji Hoon menanyakan berapa banyak mereka minum semalam? Japi melarang Ji Hoon mengungkit soal itu karena membuatnya pingin muntah. Ia lalu menanyakan minuman yang bagus untuk pengar pada mbaknya. Di kasih tahu latte,... . Habis itu Japi nanyain nomor ponselnya. (Hadeuh, pingin muntah tapi masih sempat nanyain nomor segala. Hadeuh!)

Wanita itu merasa kalo mereka nampak nggak asing. Ia lalu melihat ponselnya dan menunjukkannya ke Japi dan yang lain. Mereka adalah Yellow band?

Daebak! Japi senang banget. Tae Min datang. Ia menunjukkan berita itu ke Tae Min.


Mereka berempat duduk bareng sambil melihat berita tentang penampilan mereka semalam. Ji Hoon menemukan videonya. Ia ingin menonton dan mendengarkannya. Sayangnya dia nggak bawa earphone. Ia lalu mau pinjam punya Dong Woo.

Dong Woo mengambil tasnya dan mengeluarkan banyak barang. Paperklip, tusuk gigi, tamborin, capit gorengan,... . Japi saja sampai heran. Kapan Dong Woo membawa semua itu? Dong Woo mengaku nggak tahu.

Ji Hoon melarang Dong Woo untuk mencari lagi. Dia bersyukur Dong Woo bisa sampai rumah.



Nggak lama kemudian Soo A datang dan bergabung bersama mereka. Japi baru ingat. Ia memberitahu Soo A kalo nanti Soo A harus rekaman. Soo A nggak ngerti dan bertanya rekaman apa?

Japi memberitahu kalo ia butuh wanita di bagian tengah. Soo A yang nggak yakin bertanya apa menurut Japi dia bisa melakukannya? Ji Hoon memberitahu kalo pendek dan hanya satu birama.

Soo A memalingkan wajahnya seolah nggak mau lihat Ji Hoon. Dong Woo mengatakan kalo ia akan mengembalikan capit gorengan ke restoran dan meminta mereka buat duluan saja. Tae Min memberitahu kalo ia akan pulang ke rumah dulu san kesana siang. Japi mengangguk.

Tae Min menatap dan berkata semoga beruntung. Soo A bertanya apa Tae Min membawa payung? Nanti akan hujan. Tae Min mengaku membawanya. Gimana dengan Soo A? Soo A juga membawanya. Ji Hoon menatap Soo A dan Tae Min dan seperti nggak suka lihat mereka dekat.


Ji Hoon sedang rekaman. Setelah selrsai ia menanyakan hasilnya ke Japi. Kata Japi, perfect. Ji Hoon pun tersenyum. Soo A yang melihat senyum Ji Hoon merasa kembali tersihir. Ia menggeleng untuk menyadarkan diri.

Japi lalu menyuruh Ji Hoon untuk keluar dari sana. Ia lalu menyuruh Soo A untuk masuk setelah Ji Hoon keluar.

Soo A menurut. Ia masuk ke ruang rekaman dan memakai headphone. Japi bertanya apa Soo A bisa mendengarnya? Soo A mengiyakan. Japi meminta Soo A untuk santai saja. Baru saja Japi menggerakkan mouse-nya, tiba-tiba ponselnya bunyi. Dari Ji Na yang memberitahu kalo dia ada di depan studio rekaman. Apa Japi bisa turun bentar?

Japi mengeluh kalo Ji Na kayak Soo A. Mereka berdua mirip. Ia lalu menyuruh Ji Hoon untuk menggantikannya sementara ia turun menemui Ji Na.



Ji Hoon pindah ke tempat duduk Japi. Soo A merasa mggak nyaman dan nggak mau melihat Ji Hoon. Ia lalu bertanya apa ia langsung mulai? Ji Hoon mengiyakan.

Soo A mulai menyanyi tapi sama Ji Hoon disuruh ngulang mulu. Soo A marah dan menuduh Ji Hoon sengaja melakukannya. Ji Hoon tertawa dan mengatakan kalo itu karena Soo A sangat payah. Soo A nggak mau nyanyi lagi. Ia akan menunggu Japi kembali. Ia lalu melepas headphonenya dan mau keluar.

Ji Hoon melarang Soo A kemana-mana dan menyuruhnya untuk tetap disana. Soo A memakai headphonenya kbali dan menatap Ji Hoon.

Ji Hoon merasa gugup. Ia menanyakan kenapa Soo A menghindarinya? Soo A menyangkalnya. Ji Hoon kembali bertanya kenapa Soo A pergi setelah pertunjukan? Soo A berterus terang kalo itu gara-gara dia lihat Ji Hoon bersama dengan Yoo Reum.


Ji Hoon tersenyum dan merasa nggak habis pikir. Cuman gara-gara itu? Ia memberitahu kalo Yoo Reum cuman pamitan mau pergi. Soo A menatap Ji Hoon tajam.

Ji Hoon lalu menanyakan gimana dengan Soo A sendiri? Soo A nggak ngeh. Dia kenapa? Ji Hoon menanyakan apa yang Soo A bicarakan dengan Tae Min? Soo A menjawab kalo nggak ada yang penting.

Ji Hoon memberitahu kalo sebenarnya dia ingin mengatakan itu setelah pertunjukan, tapi akan ia lakukan sekarang. Tiba-tiba ia merasa gugup. Rasanya ini g*la.


Ji Hoon menatap Soo A dan memulainya. Sebenarnya dia nggak pernah memahami orang naif kayak Soo A. Dia nggak pernah memikirkannya atau mencoba untuk memahaminya. Tapi tiba-tiba ia menyadarinya.

Soo A mendadak jadi kesal. Jadi itu sebabnya Ji Hoon ingin ketemu sama dia? Ji Hoon nggak tahu, kan apa yang ia alami kemarin?



Ji Hoon memotong dan memberitahu kalo dia melihat Soo A sebagai seorang wanita. Soo A langsung terdiam. Ji Hoon melanjutkan kalo awalnya ia mengira kalo itu hanya sementara. Tapi ternyata itu terus berlanjut. Ji Hoon membenarkan kalo harusnya dia nggak terlalu memikirkannya. Ia merasa menyukai Soo A. Benar-benar menyukainya.

Soo A bengong seolah nggak percaya dengan apa yang ia dengar. Ji Hoon bertanya apa Soo A mendengarnya? Soo A memanggil Ji Hoon dan menyuruhnya untuk menaikkab volumenya lalu mengatakannya lagi. Apa?

Soo A berubah pikiran. Ia meminta Ji Hoon untuk merekamnya karena akan ia jadikan sebagai nada dering. Ji Hoon hanya tertawa. Gimana bisa Soo A bercanda di saat romantis kayak gini? Lah, Soo A serius.


Soo A keluar dari ruang rekaman dan duduk di depan Ji Hoon. Mereka berdua bercanda dan sangat dekat. Tanpa mereka sadari di luar ada Tae Min yang diam-diam mengawasi. Soo A meminta Ji Hoon untuk mengulangi kalo dia melihat Soo A sebagai srorang wanita. Jo Hoon nggak mau.

Flashback...


Tae Min menemani Soo A berjalan setelah neninggalkan Ji Hoon. Ia bertanya apa Soo A sudah merasa baikan? Soo A mengiyakan dan itu berkat Tae Min. Ia lalu berterima kasih.

Tae Min memanggil Soo A dan memintanya untuk memikirkan apa yang dikatakannya tadi. Soo A memberitahu kalo sebenarnya dia merasa senang saat mendengarkannya dari orang yang tampan seperti Tae Min.



Tae Min tersenyum. Soo A melanjutkan kalo ia merasa itu mustahil. Seketika senyum Tae Min hilang. Soo A telah mencoba melupakan Ji Hoon tapi malah terus mengingatnya. Ia pun meminta maaf. Benar-benar minta maaf.

Tae Min memanggil Soo A dan memintanya untuk berkencan dengannya sebanyak 3 kali. Dan kalo Soo A berubsh pikiran diantara ketiganya maka pacarilah ia. Soo A menunduk. Dia nggak bisa.

Flashback end...


Tae Min nggak kuat lagi mendengarnya. Ia lalu pergi..

Soo A merengek minta Ji Hoon buat merekamnya. Ji Hoon nggak mau. Ia lalu menarik Soo A dan mendudukkannya di atas meja. Ia meletakkan tangannya di samping tangan Soo A dan menatap Soo A dalam-dalam. Soo A belum menjawabnya.

Soo A malah nggak ngeh. Jawab apa? Ji Hoon memperjelas, jawaban atas pertanyaannya. Soo A bertanya apa Ji Hoon ingin mendengar hal yang ia katakan selama setahun kemarin? Ji Hoon membenarkan. Ia ingin mendengarnya lagi dengan sungguh-sungguh.



Soo A merasa malu. Kan sudah jelas kalo dia suka Ji Hoon??!! Ji Hoon tersenyum. Dia lalu membelenggu wajah Soo  A agar menatapnya. Ia nggak akan minta Soo A untuk merekamnya. Ji Hoon tiba-tiba memberikan ciuman singkat ke bibir Soo A. Soo A bengong, nggak nyangka dapat ciuman dari orang yang selama ini ia cintai.

Ji Hoon kembali mencium Soo A dan kali ini lebih lama. Ji Hoon memegangi bibirnya. Dia kesal sama Ji Hoon. Apaan, sih? Ji Hoon hanya tertawa. Soo A masih minta Ji Hoon untuk merekamnya. Mereka tertawa bahagia. Soo A mengaku menyukainya.

Saat kamu bersama denganku
Kita bisa terbang ke langit
Seperti kita telah menggila.

Bersambung...

Sinopsis My First First Love episode 3 part 2


All content from NETFLIX




Bel pintu bunyi. Tae O kesal. Siapa lagi yang datang sepagi ini? Song i bangkit dan menyuruh Tae O untuk duduk. Biar dia aja yang bukain.

Song i melihat siapa yang datang melalui interkom. Tae O nanya siapa yang datang? Song i memberitahu kalo Do Hyun yang datang. Tae O nggak ngerti kenapa Do Hyun datang sepagi ini?

Sing i rasa Do Hyun datang untuk membawakan kopernya. Dia akan membukakannya.


Do Hyun menunggu di luar. Song i membukakan pintu dan menyapanya. Do Hyun bertanya apa tidur Song i nyenyak semalam?

Song i tersenyum mengiyakan. Ia melihat kopernya di sebelah Do Hyun. Do Hyun datang membawakan kopernya? Ia melihat kalo rodanya sudah diperbaiki.

Do Hyun memberitahu kalo itu mudah diperbaiki. Song i menanyakan kenapa semalam Do Hyun di kantor polisi?



Do Hyun malah balik nanya. Song i sendiri ngapain disana? Song i merasa kalo itu cuman keaalah pahaman. Ia melarang Do Hyun untuk menanyakannya. Malu-maluin.

Do Hyun tersenyum. Song i menanyakan gimana dengan Do Hyun sendiri?

"Soalnya kamu nggak balik"


Senyum Song i langsung ilang. Do Hyun seperti menyadari kalo dia salah ngomong. Ia lalu mengatakan kalo dia nelpon polsek terdekat. Gitu caranya buat nemuin Song i.

Song i mengangguk paham. Do Hyun melanjutkan kalo dia bilang ke Tae O dia kesana karena urusan pekerjaan. Dan kebetulan ketemu Song i. Ia mengaku bohong biar Song i nggak dapat masalah.


Song i ngerti. Dia berterima kasih dan ngajak Do Hyun buat sarapan bareng. Do Hyun menolak karena dia harus pergi.

Song i mengiyakan. Sampai ketemu di kampus.


Song i mau mengambil kopernya. Do Hyun mendahuluinya dan membawanya masuk. Song i merasa berdebar saat Do Hyun dekat banget dengannya.

Do Hyun pamit dan pergi. Song i menatapnya dan menghela nafas lega. Tadi jantungnya berdebar-debar.


Hun ngajak Garin naik bus. Garin penasaran lihat ada tombol di sampingnya dan berniat menekannya.

Hun melarang Garin buat menekannya. Jangan sekarang. Nanti aja kalo mau turun.

Garin meminta maaf. Dia kelewat senang karena ini pertama kalinya dia naik bus. Hun menatap Garin. Dia merasa kalo Garin pasti kaya banget sampai nggak pernah naik bus.


Garin hanya tersenyum. Hun mengulurkan tangannya dan ngajak Garin buat berteman. Garin menyambut tangan Hun dan menanyakan mereka mau kemana?

"Cari uang"

"Uang?"

Hun mengaku cemas ninggalin Garin sendirian di rumah karena Garin sangat ceroboh. Jadi dia ngajak Garin. Hun ngasih tahu kalo dia ada pekerjaan paruh waktu dan katanya dia boleh ngajak orang.


Garin seperti kagum tahu Hun kerja paruh waktu. Dia janji buat melakukan sebisanya.

"Kerjanya ngapain?"

"Kerja di belakang. Lihat aja nanti"

Garin bingung. Kerja di belakang?


Tae O ada di toko kue sama Do Hyun. Dia milih kue ini, ini, ini. Tae O bingung dan akhirnya milih satu di setiap varian rasa. Do Hyun kaget dengernya.

Tae O mengaku soalnya dia nggak tahu mana kesukaannya. Duh, Do Hyun sampai geleng-geleng dengernya.



Pelayan toko membungkus pesanan Tae O.

"Temanmu mutusin buat tinggal sementara di rumahmu?"

"Teman-teman. Bukannya teman. Aku terpaksa buat nampung mereka bertiga. Kalo kamu bertengkar dengan ayahmu jangan ke rumahku. Udah nggak ada kamar"

"Kamu akrab sama dia?"

Tae O ngasih tahu kalo dia dan Song i sudah seperti keluarga. Mereka sudah lama kenal. Tapi dia ngerepotin. Tae O berharap Song i punya pacar. Siapa aja, deh. Dia juga akan segera pacarab jadi nggak bisa menjaga Song i terus.

Penjaga toko memberitahu kalo pesanan Tae O sudah siap. Tae O mendwkat dan mengambilnya.



Do Hyun menanyakan kenapa Tae O memperhatikannya kalo nggak akrab? Tae O mengaku kalo dia kayak gini biar bisa mengenalnya dengan lebih baik.

Tae O mau memberitahu Do Hyun sesuatu. Tapi nggak jadi saat dia melihat wajah Se Hyun jadi sampul majalah. Dia ngasih tahu Do Hyun kalo itu orangnya.



Se Hyun masuk ke ruang klub film. Tahu-tahu ada Tae O yang menyebut namanya. Sambil baca majalah. Ryu Se Hyun. Tae O bangkit dan melanjutkan. Fakultas seni, tahun 2013, mahasiswi Korea pertama yang ikut magang desain grafis di studio luar negeri.

Tae O menatap Se Hyun dan memujinya. Hebat. Apa Se Hyun pernah ke Amerika? Se Hyun menghela nafas dan memberitahu, Inggris. Perusahaan produksinya di London. Tae O jadi tambah kagum sama Se Hyun.


Se Hyun duduk dan menanyakan kapan Tae O datang?

"Barusan"

Tae O menghampiri Se Hyun dan lanjut baca. Se Hyun pergi ke seluruh dunia bersama ayahnya yang seorang juru foto. Dia fasih bahasa Inggris dan Spanyo. Bisa bicara tiga bahasa.

Tae O mrnatap Se Hyun. Ia merasa kalo Se Hyun luar biasa. Se Hyun menatap Tae O. Apa? Tae O mengaku nggak mau memakai panggilan hormat. Bukannya nggak sopan. Tapi Tae O ingin Se Hyun mrnganggapnya sebagai pria.


Se Hyun tersenyum dengernya. Tae O menangkap Se Hyun senyum jadi dia akan manggil nama aja. Se Hyun memberitahu kalo Tae O nggak bisa masuk klub.

Tae O nggak terima. Kenapa emang? Se Hyun meletakkan bukunya dan memberitahu kalo butuh banyak komitmen buat masuk ke klub. Mengabdikan waktu.


Tae O sesumbar kalo dia punya banyak waktu. Impian Tae O untuk membuat film? Tae O bingung. Dia belum punya impian.

Se Hyun membuktikan kalo Tae O belum siap. Tae O meletakkan majalahnya. Dia tahu kalo ini nggak akan berhasil jadi sudah nyiapin sogokan.



Tae O mengambil kue yang ia beli dan membukanya di depan Tae O. Ia membelinta saat ke studio. Se Hyun tersenyum lihat kue yang lucu-lucu itu.

Tae O menanyainya. Mau yang mana? Tae O menunjuk satu dan memberikannya ke Se Hyun. Cantik banget.


Do Hyun membeli makanan di kantin. Dia mau makan tapi mejanya sudah prnuh semua. Song i juga mau makan ternyata. Ia melihat Do Hyun dan menghampirinya.

Nyebelin banget karena giliran kerja mereka barengan dengan waktu makan siang. Do Hyun membenarkan. Song i lalu ngajak Do Hyun buat makan bareng.

Do Hyun mengangguk. Song i melihat kalo mejanya penuh dan kayaknya mereka masih lama selesai makannya. Do Hyun mengatakan kalo mereka bisa makan siang di suatu tempat. Apa Song i mau nyoba?


Nggak lama kemudian Song i dan Do Hyun sudah duduk di tepi atap. Mereka melihat pemandangan di bawah. Song i merasa kalo pemandangannya menakjubkan. Dia nggak tahu kalo ada tempat seperti itu di kampus. Dia ragu emang mereka boleh kesana?

Do Hyun tersenyum. Tenti aja enggak. Song i tersenyum dengarnya. Do Hyun mengambil kotak makan siang mereka dan ngasih satu ke Song i.



Secara nggak sengaja dia melihat tangan Song i dan bertanya kenapa? Song i santai. Ia memberitahu kalo kebanyakan mahasiswa arsitektur punya bekas luka. Itu terjadi saat ia membuat tugas.

Tugas? Song i menjelaskan kalo dia harus memotong, menempel dan melakukan pekerjaan kasar lainnya. Memikirkan fakultas Arsitektur mengingatkannya pada romansa film Architecture 101.

Tapi sebenernya beda. Mahasiswa arsitektur membuat lelucon kalo mereka adalah fakultas pekerjaan kasar.



Do Hyun terus menatap Song i. Song i menyadarinya dan meminta maaf. Dia membosankan, ya?

Do Hyun tersenyum. Menurutnya apapun yang Song i katakan itu menarik.

Song i seolah tersihir. Ia lalu mengalihkan dengan bertanya apa Do Hyun pernah ngajak orang lain kesini? Do Hyun mengiyakan tapi Song i tahu kalo Do Hyun bohong. Do Hyun tersenyum dan membenarkan.



Song i ikut tersenyum. Menurutnya Do Hyun lucu.

"Benarkah? Belum ada yang ngomong kayak gitu"

"Aku pasti yang pertama menyadarinya.

"Kayaknya, sih gitu. Ayo makan!"

Song i mengiyakan. Ia menatap Do Hyun membuka makanannya. Ia lalu makan. Lah, giliran Do Hyun menatap Song i makan.



Se Hyun mau pulang. Tae O mengejarnya dan menanyakan tempat tinggalnya. Biar dia anterin.

"Kamu punya mobil?"

Tae O mengiyakan dan menunjuk mobilnya. Se Hyun tersenyum lihat skuternya Tae O. Dia mengaku belum pernah naik itu. Tae O memberitahu kalo itu seru banget. Kalo Se Hyun takut dia bakal pelan-pelan.

Se Hyun seolah tertantang.

"Ngapain menyiakan sesuatu yang seru? Hayuk!!!"

Se Hyun jalan duluan. Wow!!! Tae O lalu menyusulnya.


Hun ngajak Garin ke lokasi syuting. Asisten sutradara mengarahkan para pemain pendukung dan menunjukkan tempat duduk mereka. 

Kebetulan Hun dan Garin dapat tempat duduk di dekat tempat pemain utama. Asisten sutradara mrminta semuanya buat nggak usah gugup. Ngobrol aja kayak biasa. Kalo semuanya siap ayo mulai syuting.

Hun memberitahu kalo ini nggak akan sulit. Kalo sutradara bilang ACTION!!! Maka mereka mulai makan kayak biasa.

Garin nggak bgeh. Kayak biasa gimana?

"Ya kayak biasa kamu makan"

Garin mengiyakan. Dia ngerti. Hun mulai dengan minum air putih. Garin mengikuti. Nggak lama kemudian syuting dimulai.


Pemeran utama melafalkan dialog mereka dengan baik dan lancar. Garin mengambil serbet dan menggunakannya di leher untuk melindungi pakaiannya.

Sutradara kesal melihatnya. CUT!!! Kenapa ada serber disana? Hun sontak bangkit dan minta maaf pada sutradara dan yang lain. Sutradara kesal. Padahal tadi aktingnya sudah bagus.

Hun memarahi Garin. Kan dia bilang biasa aja. Garin bingung. Lah emang dia biasa gitu kalo makan.



Lanjut ke adegan berikutnya. Pemeran utama pria dan pemeran utama wanita meninggalkan restoran dan bertengkar.

Dari arah yang lain Hun sedang berjalan dengan Garin. Garin mengangkat gaunnya dan berjalan dengan anggunnya. Sutradara melihatnya lagi dan jadi marah lagi. CUT!!! Kok ada dia lagi?

Hun maju dan minta maaf ke semua orang. Dia lalu memarahi Garin lagi.

"Garin kenapa, sih? Harusnya dia jalan kayak biasa"

Garin bingung.

"Aku nggak ingat gimana caranya jalan biasa"

"Apa???

Bersambung...