Friday, May 31, 2019

Sinopsis When Time Stops episode 12 part 2


All content from KBS World


In Seob sedang ada di bengkel. Rekannya ngajak makan malam. Dan nggak seperti biasanya kali ini In Seob mau.

Rekan wanita In Seob ngajak makan usus babi dan minum soju. In Seob lalu ngajak temannya untuk makan bareng-bareng. Hadeuh.

Sinopsis When Time Stops episode 12 part 1


All content from KBS World


Joon Woo membuka mata di kamarnya dan melihat Sun Ah. Ia bangun lalu memeluk Sun Ah. Joon Woo minta maaf karena butuh waktu yang lama buat balik lagi.

Sinopsis When Time Stops episode 11 part 2


All content from KBS World


Asisten dewa menatap Joon Woo dan bilang kalo gelang itu membuat dewa sakit kepala. Dewa menyuruhnya untuk membawanya. Tapi dengan kemampuan waktu Joon Woo membuat hubungannya terlalu berbahaya.

Sinopsis When Time Stops episode 11 part 1


All content from KBS World


In Seob dan ayahnya lari dari kejaran para malaikat maut. Tiba-tiba para malaikat maut muncul di depan mereka. Myung Woon nyuruh In Seob untuk masuk ke sebuah pintu. Ia akan menyusul nanti.

Sinopsis When Time Stops episode 10 part 2


All content from KBS World


Ahjussi datang membawakan minuman. Nggak seperti biasanya. Kali ini Joon Woo mau minum. Bahkan dia meminumnya dalam sekali teguk. Ahjussi sampai curiga. Nggak kayak biasanya.  Ada apa?

Ahjussi melihat dan menanyakan siapa yang mengejar mereka. Joon Woo kenal? Joon Woo malah balik nanya ke ahjussi. Siapa mereka?

Wednesday, May 29, 2019

Sinopsis When Time Stops episode 10 part 1


All content from KBS World


Myung Woon datang ke rumah In Seob. Ia melihat foto-foto In Seob bersama Sun Ah dan Soo Gyeong. Dan di deretan paling akhir ada foto In Seob semasa masih kecil.

In Seob masuk dan melihat ayahnya. Ia merasa kalo Myung Woon sama sekali nggak mengingatnya. Myung Woon berbalik dan menatap In Seob.

Sinopsis When Time Stops episode 9 part 2


All content from KBS World


In Seob bangkit. Soo Gyeong protes. Kenapa? In Seob sudah mau pergi? In Seob bilang kalo dia mesti kerja besok. Dia lalu menatap Joon Woo dan memintanya buat beryanggung jawab membawa bongkahan itu pulang. Ngerti?!

Tuesday, May 28, 2019

Story of My First First Love episode 6 part 2


All content from NETFLIX


Tae O ngeboncengin Se Hyun dan dia kayak bahagia banget. Sampai teriak-teriak segala.


Hun datang ke tempat janjiannya sama tim Dream School dan kaget banget pas tahu kalo dia cuman pemain cadangan. Dia akan main kalo aktornya berhalangan maka Hun yang akan menggantikannya. Dan dia akan dibayar setiap kali pertunjukan.

Friday, May 24, 2019

Tuesday, May 21, 2019

Sinopsis When Time Stops episode 6 part 2



All content from KBS World


Soo Na keluar dari ruangan profesor lalu merapikan pakaiannya. Dia nampak takut lalu pergi.

Soo Na pulang dengan lesu dan langsung masuk ke kamarnya. Dia bahkan nggak menjawab sapaan ibunya.


Hari berikutnya Soo Na didiamkan oleh teman-temannya. Rupanya beredar kabar kalo Soo Na punya hubungan dengan profesor. Tiap malam dia keluar dari ruangan profesor, makanya bisa dapat beasiswa.


Soo Na mengamuk di kamarnya. Dia merobek-robek kertas dan membuat kamarnya berantakan.

Ibunya masuk dan menanyakan apa yang terjadi? Soo Na bilang semuanya ke ibunya.

Flashback end...



Ahjumma mengetuk-ngetuk pintu kamar Soo Na dan memintanya untuk keluar. Sampai kapan Soo Na begitu?

Lama-lama ahjumma lelah dan terduduk. Joon Woo datang mrngembalikan piring dan nggak sengaja melihat ahjumma nangis.


Ahjumma duduk di depan rumah. Joon Woo menghampirinya dan memberikan segelas air minum. Ahjumma menerimanya.

Dia menceritakan kalo Soo Na putrinya mengurung diri di kamar, tanpa melangkah sedikitpun dan terisolasi dari dunia.

Joon Woo menanyakan kenapa itu bisa terjadi? Ahjumma malah menyalahkan dirinya sendiri.

Flashback...


Ahjumma nyalahin Soo Na atas apa yang menimpanya. Dia sudah mengingatkan untuk hati-hati dalam berpakaian. Kenapa juga Soo Na masuk ke ruangan itu sendirian?

Gimana juga sikap Soo Na sehari-hari sampai dilihatnya seperti wanita gampangan? Walaupun hidup tanpa aysh harusnya Soo Na bersikap yang benar.

Soo Na makin frustasi. Dia teriak lalu masuk kamar dan habis itu nggak keluar lagi.

Flashback end...


Ahjumma nyalahin diri sendiri. Kalo saja waktu itu dia nggak nyalahin Soo Na. Pasti itu sulit buat Soo Na. Ahjumma mulai nangis. Dia bilang ke Joon Woo kalo tiap hari dia selalu menceritakan ke Soo Na tentang semua yang dia lakukan biar Soo Na tahu.

Orang bilang ahjumma gila. Ahjumma ingin Soo Na lebih kuat dan nggak kesepian. Ahjumma nangis lagi. Dia nggak tahu mesti gimana.



Joon Woo bertanya apa ahjumma pernah minta maaf dengan tulus ke Soo Na? Ahjumma nggak ngerti maksudnya. Joon Woo memberitahu kalo seseorang kadang enggan mengakui kesalahan mereka meski mereka tahu kalo mereka salah.

Joon Woo memang nggak tahu semuanya. Tapi mungkin putrinya ahjumma sedang menunggu permintaan maafnya.

Joon Woo meminta ahjumma untuk melakukannya seperti saat minta maaf padanya kemarin. Ahjumma tersenyum. Dia nggak yakin kalo akan semudah itu.



Ahjumma kembali ke rumahnya. Dia duduk di depan pintu kamar Soo Na dan meminta maaf. Harusnya dia nggak melakukan itu waktu itu. Soo Na ternyata mendengarkan di dalam kamarnya.

Ahjumma menyadari kalo Soo Nalah yang paling menderita selama ini. Ahjumma minta maaf berkali-kali. Ibu dan anak itu sama-sama nangis.

Ahjumma bilang kalo dia nggak akan nyerah sampai Soo Na mau keluar ke dunia lagi. Dia akan nunggu sampai saat itu tiba.


Hari sudah pagi. Ternyata ahjumma tidur di depan pintu Soo Na sejak semalam. Soo Na turun dari tempat tidurnya dan keluar.

Ahjumma langsung bangun dan meluk putrinya sambil nangis. Dia meraba wajah Soo Na yang makin cantik. Dia sangat terharu lalu memeluknya lagi.


Ahjumma dan Soo Na ke kampus. Soo Na menatap ibunya dan mengangguk penuh keyakinan.


Di sebuah ruangan sedang ada konfrensi pers tentang pelecehan yang dilakukan profesor Park Tae Hyeong.

Seorang mahasiswi memberikan pengakuan kalo profesor Park memaksanya untuk melakukan hubungan s*ks. Kalo dia bilang ke orang lain maka profesor Park akan memblokir perjanjiannya.

Ketua asosiasi alumni mengambil alih. Mereka mengajukan keluhan atas perilaku profesor Park yang sudah berlangsung selama beberapa tahun. Agar nggak terjadi lagi di masa depan.


Tahu-tahu Soo Na masuk. Semua orang langsung melihatnya. Ketua asisiasi alumni memberitahu kalo Soo Na adalsh salah satu korban juga. Dia mengundang Soo Na untuk maju ke depan.

Dia menghampiri Soo Na dan ngajak salaman. Soo Na takut dan nggak mau disentuh. Ahjumma menyingkirkan tangan ketua. Soo Na butuh waktu untuk menyesuaikan diri.


Ahjumma membimbing Soo Na untuk duduk di depan. Soo Na bilang ke ibunya kalo dia akan segera kembali.

Ahjumma meyakinkan kalo dia selalu ada di samping Soo Na dan memintanya untuk nggak usah khawatir. Soo Na mengangguk.


Soo Na duduk. Ia menatap ibunya sebelum mulai bicara. Soo Na menguatkan diri. Dia membuka catatannya dan mulai membacanya. Dia mengurung diri selama 6 tahun setelah peristiwa itu. Dia nggak keluar dari kamarnya selama itu.

Beberapa hari yang lalu teman-temannya mengunjunginya dan bilang kalo dunia sudah berubah. Dia bisa mengungkapkan semuanya tanpa merasa takut lagi.

Soo Na mengaku nggak tahu. Dia menatap ibunya. Sebesar apapun penderitaan yang ia alami, ibunya juga menderita.



Seorang wartawan memotong. Menurutnya kasus Soo Na nggak bisa disamakan dengan yang lain. Soo Na dan Profesor Park memiliki hubungan romantis.

Soo Na mulai tertekan. Apalagi wartawan itu sama sekali nggak mau berhenti bicara. Ahjumma nggak tahan lagi. Ia menyangkal perkataan wartawan itu yang bilang kalo Soo Na punya hubungan dengan profesor.

Wartawan itu mengatakan kalo ia punya banyak bukti. Dengan nada tinggi ahjumma bilang kalo dia nggak percaya. Kalo aja wartawan itu melihat putrinya dia pasti... .


Soo na nggak bisa dengar lagi. Dia minta semua orang untuk diam. Soo Na bangkit dan pergi.

Ahjumma mengejarnya menuruni tangga tapi nggak menemukan Soo Na. Ahjumma nggak putus asa. Dia tetap mencari Soo Na.


Soo Na sendiri sembunyi di sebelah tangga. Dia syok dan menutupi kedua telinganya.


Ahjumma pulang ke rumah tapi Soo na juga nggak ada di sana.


Soo Na berjalan dengan putus asa teringat semua perkataan orang yang bilang kalo dia punya hubungan dengan profesor Park. Dia lalu mendongak ke atas.


Ahjumma ditelpon seseorang. Entah siapa yang nelpon. Ahjumma panik dan segera pergi.



Sun Ah berjalan pulang bersama Joon Woo sambil nuntun sepeda motornya. Dia heran Joon Woo nggak mau naik motornya. Joon Woo ngdak keberatan buat jalan. Dia nyuruh Sun ah untuk terus jalan.

Sun Ah sesumbar kalo dia pengendara motor yang aman di Korea selama 6 tahun. Ahjumma berlari melewati Joon Woo dan Sun Ah. Sun Ah nerasa kalo terjadi sesuatu. Padahal pagi ini dia melihat ahjumma pergi dengan Soo Na dalam keadaan senang.

Joon Woo mengulangi, ahjumma keluar dengan anaknya? Sun ah mengiyakan. Joon Woo minta diantarkan sama Sun Ah. Dia mau mengikuti ahjumma itu. Cepatlah sebelum terlambat.


Ahjumma sampai di atap. Soo Na sudah berdiri di tepi pagar. Soo Na meminta maaf pada ibunya. Dia sudah berusaha melakukan yang terbaik tapi dia sudah nggak kuat lagi. Ahjumma meminta Soo Na untuk melihatnya seperti ia melihat Soo Na.

Soo Na meminta maaf dan melihat ke bawah. Ahjumma makin khawatir. Pelan-pelan ia menghampiri Soo Na meski Soo Na melarangnya mendekat. Kedua wanita itu sama-sama menangis sedih.


Sun Ah dan Joon Woo sampai. Sun Ah bertanya apa Joon Woo yakin?

Joon Woo menyuruh Sun Ah untuk segera mencari sebelum terlambat.


Ahjumma menggenggam tangan Soo Na dan menatapnya dalam-dalam. Tubuh Soo Na oleng. Ahjumma memeluknya dan mereka berdua pun jatuh.

Soo Na merasa kalo itu terlalu berat untuknya dan dia nggak kuat lagi. Ahjumma menenangkan. Ia akan selalu ada di samping Soo Na.


Joon Woo menjentikkan jarinya tepat sebelum ahjumma dan Soo Na jatuh ke tanah. Semua orang menutup matanya karena nggak sanggup melihat.

Joon Woo bilang ke Sun Ah kalo dia akan segera kembali. Ia pun berjalan menghampiri Soo Na dan ibunya.


Profesor Park menelpon reporter tadi. Berkat reporter itu ia hanya akan berakhir dengan disiplin ringan. Ia membenarkan kalo dia bukan orang yang akan membiarkan itu begitu saja.

Dia akan mentraktir reporter itu. Profesor Park lalu menutup telponnya. Dia heran ada USB di ponselnya. Ia hendak mengambilnya tapi Joon Woo mendahului.

Ia menghentikan waktu dan mengambilnya. Saat waktu kembali berjalan USB itu sudah nggak ada.


Sun Ah menulis sebuah artikel berbekal rekaman suara dari USB itu. Rekaman percakapan telpon antara profesor Park dan reporter urusan masyarakat yang disewanya.


Ahjumma membaca artikel itu di rumah sakit dengan Soo Na di sampingnya. Dia tersenyum menatap Soo Na dan membelai rambutnya.


Sun Ah datang berkunjung bersama Joon Woo. Ia merasa kalo Soo Na terlihat jauh lebih baik.


Sun Ah dan Joon Woo makan es krim bersama di atap. Sun ah merasa kalo Joon Woo benar-benar orang baik.

Joon Woo malah nggak yakin kalo dia orang baik. Dia bahkan nggak tahu apa dia manusia apa enggak.


Sun Ah meletakkan tangannya di dada Joon Woo dan merasakan detak jantungnya. Dia yakin kalo Joon Woo adalah manusia.

Joon Woo merasa nggak nyaman. Begitu juga dengan sun Ah. Ia segera menarik tangannya kembali. Sun Ah meminta maaf.

Seenggaknya Joon Woo harus membiarkannya untuk tahu orang seperti apa Joon Woo itu.


Tiba-tiba Joon Woo tersenyum. Dia minta Sun Ah untuk mentraktirnya makan seperti tawarannya waktu itu. Sun Ah menatap Joon Woo lalu tersenyum.


In Seob datang ke atap. Niatnya sih mau ngasih makanan ke Sun Ah. In Seob terkejut sekaligus kecewa lihat Sun Ah bersama dengan Joon Woo.

Bersambung...