Tuesday, July 30, 2019

Sinopsis How to Hate You episode 5 part 3


All content from jtbc




Yuk klik lagunya dulu buat nemenin bacanya. Jangan lupa siapin tissue juga.  Soalnya ceritanya sedih banget part ini 😭😭😭

Mereka berempat sudah sampai di area camping dan sedang memanggang daging. Dasom tersenyum lihat Miri sama Dae Kang yang kelihatannya kayak lagi berantem.

Sinopsis Love Affairs in the Afternoon episode 4 part 2


All content from Channel A




Yuk klik videonya dulu buat nemenin kamu bacanya. 

Ji Eun sedang kerja. Tiba-tiba Chang Gook nelpon pingin ketemu. Ji Eun meninggalkan pekerjaannya demi menemui Chang Gook.

Monday, July 29, 2019

Sinopsis How to Hate You episode 5 part 2


All content from jtbc



Jangan lupa klik video di atas, ya.

Habis Dae Kang pergi Miri langsung di dekati sama dua gadis yang waktu di kantin dulu. Mereka yakin banget kalo Miri punya hubungan sama Dae Kang. Mereka mengira kalo Miri pacaran sama Dae Kang.

Saturday, July 27, 2019

Friday, July 26, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 1 part 3


All content from jtbc





Yuk baca sambil denger lagu. Jangan lupa klik video di atas, ya...

Soo Bin lagi sama teman-temannya. Da Hee bertanya-tanya apa murid pindahan berasal dari planet lain? Dia nggak bisa memuinnya di internet. Soo Min meminta agar Da Hee berhenti melakukannya.

Thursday, July 25, 2019

Sinopsis How to Hate You episode 5 part 1


All content from jtbc





Yuk klik video di atas sembari baca, sembari dengar lagu. Ok! Ok! Ok! πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

Miri sama Dae Kang ngintipin senior Tae Min dan mengamatinya. Tae Min meledek temannya yang perutnya buncit dan mengejek kalo bentar lagi itu akan meledak. Temannya sih santai dan cuman senyum aja.

Sinopsis Moment at 18 episode 1 part 2


All content from jtbc


Yuk bacanya sambil dengerin lagu. Klik video di atas ya CinguπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

Masih pagi tapi kelas udah ramai. Ada yang lagi ngobrol, ada yang main game. Hwi Young masuk dan nyuruh teman-temannya buat duduk.

Tuesday, July 23, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 1 part 1


All content from jtbc



Yuk baca sambil dengerin lagu. Klik video di atas, ya Cingu😊😊😊

Suara seorang pria yang ngasih tahu alamat tujuannya ke sopir truk pemindah barang. Habis itu terdengar suara mesin GPS.
Sopir itu menyalakan radio. Kata penyiarnya langit hari ini cerah dan nggak kayak kemarin.

"Aku pergi, kayak gini. Sama seperti saat ini. Aku di jalan menuju tempat lain. Waktu nggak akan menungguku dan berlalu begitu cepat, bersamaan dengan moment itu"

Truknya berhenti. Pria itu, Jun Woo melihat ke luar. Tepat di sebelahnya ada siswi SMA yang berkerumun.


Truk yang Jun Woo tumpangi terus jalan. GPS ngasih tahu kalo mereka akan segera sampai.

Jun Woo turun dan ngasih tahu sopir kemana arahnya.

"Saat ini usiaku 18"

Anak itu bernama Choi Jun Woo


Jun Woo masuk ke rumah itu. Nggak lama kemudian dia keluar lagi sambil bawa sepeda. Ia menutup pintu pagar lalu menaiki sepedanya.

GPS ngasih tahu kemana arahnya dan Jun Woo mengikutinya.



Sementara itu Yoo Soo Bin, lagi di mobil sama ibunya. Ibu nih, nyetir sambil nelpon. Karena kurang hati-hati, hampir aja dia nabrak Jun Woo. Untungnya Jun Woo-nya nggak papa.

Soo Bin kaget. Dia nggak ngerti apa yang terjadi dan melihat ke luar.

Jun Woo turun dari sepedanya. Soo Bin merasa khawatir sama Jun Woo dan minta ibu buat turun dan memeriksanya.

Ibu nggak mau. Alasannya karena David sudah menunggunya. Kayaknya orang itu juga baik-baik saja. Dia bahkan nggak jatuh ke bawah.


Jun Woo jalan pelan-pelan menuju semak-semak. Ibu melihatnya dari spion dan ngajak Subin buat pergi aja.

Mobil ibu kembali jalan. Subin masih merasa nggak enak. Dia terus aja ngelihatin Jun Woo sementara ibu kembali ngomong sama David.




Ternyata Jun Woo turun gara-gara melihat kucing. Dia ngajak kucing itu ngobrol. Dimana ibunya? (Ih, ternyata kucing Korea nggak beda sama kucing kita😊😊). Jun Woo ngasih tahu Kitty kalo main disana itu bahaya dan menyarankan buat main di tempat lain aja.

Kucingnya masuk ke semak-semak dan ninggalin Jun Woo.


Soo Bin sudah sampai di sekolah. Ia turun dari mobil ibu dan jalan. Teman-temannya memanggilnya dan menghampirinya. Teman-teman Soo Bin suka sama tasnya dan berpikir kalo itu keren banget. Dimana Soo Bin belinya?

Soo Bin cuman ketawa dan memberitahu kalo ibunya yang membelikan saat perjalanan bisnis. Temannya merasa iri dan mau beli itu juga.

Temannya memberitahu kalo dia berjalan di sana sepanjang jalan dari rumah dan kakinya terasa sakit. Soo Bin mendoakan agar diet temannya berhasil dan temannya bisa menurunkan berat badan.


Jun Woo tahu-tahu melintas. Mata Soo Bin langsung mengarah padanya. Dia pamitsama teman-temannya dan mengejar Jun Woo. Teman-teman Soo Bin bertanya-tanya apa yang terjadi?

Soo Bin mengejar Jun Woo sampai di parkiran sepeda.



"Permisi! Kamu yang pakai kemeja kotak-kotak"

Jun Woo nggak ngeh kalo dialah yang diajak ngomong sama Soo Bin. Malah nengok ke belakang segala.

Nggak ada orang lain lagi yang pakai kemeja kotak-kotak selain dirinya.

Soo Bin bertanya apa dia baik-baik aja? Jun Woo nggak ngeh maksudnya apaan.

Soo Bin mengingatkan kalo tadi Jun Woo hampir aja ketabrak mobil. Ia mengakui kalo itu mobil ibunya. Lah, Jun Woonya malah garuk-garuk kepala.




Soo Bin minta Jun Woo buat menggerakkan tangannya. Keatas, ke belakang, ke depan. Jun Woo juga mau-mau aja ngikutin.

Soo Bin yakin kalo Jun Woo baik-baik saja setelah melakukan semua gerakan itu. Ia berpesan agar Jun Woo mencarinya di sekolah kalo ada masalah. Ia menunjukkan nametagnya. Namanya Yoo Soo Bin kelas 11-3

Jun Woo mengangguk mengiyakan. Soo Bin lalu pamit. Teman-temannya kembali menghampirinya. Mereka menanyakan apa yang terjadi?



Soo Bin ngasih tahu kalo tadi Jun Woo hampir ketabrak mobil ibunya. Ia merasa kalo mereka harus tanggung jawab.

Teman Soo Bin santai. Soo Bin kan nggak tahu siapa orang itu? Lagian dia juga nggak terlalu tampan.

Soo Bin sih cuman ketawa-ketawa aja. Ia menoleh ke belakang dan senyum. Jun Woo juga ternyata masih melihatnya. Tapi pas Soo Bin melihatnya ia malah memalingkan wajahnya.

Teman Soo Bin yang lain lagi baru sampai. Dia langsung gabung sama Subin dan yang lainnya. Mereka bercanda deket banget satu sama lain.


Jun Woo sendiri masih sibuk mengunci sepedanya. Dia mengulangi nama Soo Bin. Yoo Soo Bin.

Guru olah raga manggil Jun Woo karena Jun Woo nggak pakai seragam. Jun Woo bangkit dan mendekat. Ia memberi salam dengan sopan


Jun Woo masuk ke ruang guru tapi semua orang lagi pada sibuk kayaknya. Jun Woo mencoba buat nyapa seseorang tapi dicuekkin.

Ia lalu menghampiri guru yang pakai kacamata dan ngasih tahu kalo dia adalah murid pindahan.

Pria itu bertanya apa Jun Woo adalah salah satu murid dari Byungmun High School? Jun Woo mengangguk membenarkan.

Pria itu lalu manggil guru Oh. Guru yang lain ngasih tahu kalo guru Oh Han Kyeol belum datang.


Seseorang baru yang masuk meminta maaf karena datang terlambat.

Pria itu nyuruh Jun Woo buat ngikutin guru Oh.




Jun Woo menurut. Ia menghampiri meja guru Oh. Lah guru Oh nggak ngerti dan menatap Jung Woo. Ia lalu meminta Jing Woo untuk mrninggalkan surat kepindahannya di atas meja.

Jun Woo menurut. Ia menyerahkan surat kepindahannya. Guru Oh membacanya. Ha? Alasan kepindahan adalah karena kekerasan sekolah? Ia mengerjapkan matanya seolah nggak percaya.

"Jadi itu adalah kasus paksa?"

Jun Woo ngasih tahu kalo dia dipaksa pindah.



Sstt!!! Guru Oh meletakkan telunjuknya di bibir dan nyuruh Jun Woo untuk diam. Ia merasa kalo Jun Woo nggak harus mengatakannya terang-terangan. Ia mengaku tahu tentang apa yang terjadi pada Jun Woo.

Jun Woo sih nggak bilang apa-apa.

Pertama-tama guru Oh akan mengatasi masalah seragam. Ia lalu manggil guru Bae dan bertanya di mana mereka bisa membeli seragam sekolah?

Guru Bae memberitahu kalo sudah tentu di toko seragam sekolah di persimpangan. Guru Oh mengiyakan. Ialalu memberitahu Jun Woo kalo ada toko yang menjual seragam di persimpangan.


Guru Oh mau menjelaskan lebih lanjut tapi nggak jadi saat ada pesan masuk di ponselnya. Ia telah terpilih untuk undian dan diminta memasukkan...

Guru Oh syok dan menutup mulutnya. Kenapa hal itu... Ia mencoba kembali ke Jun Woo tapi emang nggak bisa fokus. Ia melihat Hwi Young baru masuk dan memanggilnya.

Guru Oh ngasih tahu Jun Woo kalo Hwi Young adalah ketua kelas dan Jun Woo bisa mengikutinya. Hwi Young mendekat dan memberi salam pada Guru Oh.


Guru Oh yang sedang buru-buru menyerahkan Jun Woo pada Hwi Young. Ia memberitahu Hwi Young kalo Jun Woo adalah murid pindahan dan meminta keduanya untuk segera pergi.

Ia mengambil ponselnya dan pura-pura lagi telponan sama ibunya Jun Woo

"Iya, bu. Saya sedang bersama putera anda sekarang. Dia sangat dewasa di usianya dan akan melalukan yang terbaik di sini. Betul?"


Sampai di luar Guru Oh membiarkan Jun Woo dan Hwi Young sedangkan ia asik sendiri dengan ponselnya. Ia telah berhasil mentransfer sejumlah uang dan barangnya akan segera dikirim. Guru Oh senangnya bukan main.

Hwi Young bertanya bukankah Guru Oh lucu? Ia memberitahu kalo dia adalah asisten guru mereka. Saat ini guru HR mereka sedang dirawat di rumah sakit.


Hwi young berhenti melangkah dan mengenalkan diri. Namanya Ma Hwi Young. Ia mengangkat tangannya dan ngajak Jun Woo kenalan.

Jun Woo menyalaminya dan mau nyebutin namanya juga. Ternyata Hwi Young sudah tahu nama Jun Woo, Choi Jun Woo. Wakil jepalasekolah sudah memberitahunya kemarin.

Hwi Young melepaskan tangannya dan lanjut jalan.

"Kamu belum punya seragam, kan?"

Jun Woo ngangguk.

Keduanya menaiki tangga. Ternyata Hwi Young sama populernya sama Soo Bin. Banyak teman yang menyapanya.



Jun Woo mendapatkan seragam tapi kok namanya Lee Tae Ho?

Hwi Young mendatangi Jun Woo yang lagi ganti baju dan ngasih celana yang pas buat dia. Jun Woo santai. Ia merasa baik-baik aja dengan apapun.

Hwi Young nggak sependapat. Jun Woo harusnya nggak baik-baik aja dengan apapun. Ia tersenyum lalu nyuruh Jun Woo buat ganti. Jun Woo ngangguk.




Hwi Young berbalik dan berterima kasih pada ibu guru. Berkat ia itu tampak baru. Ibu guru mengiyakan. Ia berusaha buat nemuin yang terbaik karena Hwi Young yang bertanya padanya. Tahu kan kalo itu biasanya nggak gratis?

Hwi Young tersenyum membenarkan. Bu guru mengaku sudah nyiapin seragam musim panas. Hwi Young tersenyum dan berterima kasih.

Ia menggaruk pergelangan tangan kanannya tanpa orang lain sadari.

Dari tadi Jun Woo ngelihatin Hwi Young mulu. Tapi pas Hwi Young melihatnya ia buru-buru berpaling.


Hwi Young tersenyum lalu mengambil ponselnya. Ada pesan masuk. Itu untuk kebaktian pagi ini. Ia ditugaskan untuk memperkenalkan siswa pindahan dan menyerahkan lembar evaluasi.

Hwi Young tersenyum bacanya. Ia lalu menatap Jun Woo sambil nyimpan ponselnya.


Keduanya menuruni tangga. Hwi Young ngasih tahu kalo kelas dimulai jam 9 pagi. Tapi mereka sudah harus ada disana jam 8.30 pagi buat kelas tambahan. Ia juga mengingatkan kalo ujian tengah semester akan segera datang. Ia nggak yakin apa sekolah lama Jun Woo membahas bab yang sama apa enggak.

Ia memberitahu letak loker dan nyuruh Jun Woo buat nyari Lee Ki Tae, pemimpin kehidupan siswa. Dia akan ngasih tahu Jun Woo loker mana yang akan Jun Woo gunakan. Jun Woo mengiyakan.


Ponsel Hwi Young bunyi. Ada pesan masuk. Jam 8.30 sampai 8.55 pagi apa Hwi Young sudah menghafal 50 kata dalam bahasa Inggris?

Hwi young kayak nggak semangat habis baca itu. Ia menyimpan ponselnya dan ngajak Jun Woo buat jalan lagi. Ia memberitahu kalo Jun Woo akan segera mempelajarinya karena semua guru disana hebat. Dan lagi mereka semua sangat berkualitas. Ia yakin kalo mereka semua lebih baik ketimbang kebanyakan instruktur papan atas di akademi.

Jun Woo hanya mendengarkan dan nggak bilang apa-apa. Hwi Young menambahkan kalo semua orang ngomongin soal sekolah tujuan khusus atau swasta. Tapi itu mungkin strategi yang lebih baik buat masuk perguruan tinggi. Untuk mendapatkan nilai yang lebih tinggi di sekolah kayak gini.



Jam belajar sekolah itu nggak wajib tapi semua orang melakukannya saat ujian. Ada grup oenilaian kinerja terpisah buat tiap mapel. Dan soal evaluasi praktis, ..

Hqi Young nggak melanjutkannya. Ia menatap Jun Woo dan tersenyum. Pasti membingungkan mendengar semua itu sekaligus. Pertama-tama Hwi Young nyuruh Jun Woo buat membaca pemberitahuan di obrolan grup kelas. Mereka akan ngasih Jun Woo ide.

Jun Woo mengangguk. Hwi Young berpesan agar Jun Woo bertanya padanya kapanpun ada pertanyaan. Ia lalu nyuruh Jun Woo untuk nunggu di sana sementara ia pergi.

Bersambung...