Wednesday, August 28, 2019

Sinopsis Brotherhood episode 8


All content from Naver tv Cast/ Line Webtoon




Heebi, Yoon sama Sang pergi piknik. Mereka pakai kaos pasangan. Heebi merasa kalo mereka kayak kakak adik karena pakai kaos samaan

Sinopsis Love Affairs in the Afternoon episode 6 part 2


All content from Channel A





Ha Yoon lagi tidur di sofa. Bit Na datang. Dai melihat Ha Yoon yang lagi tidur dan merasa nggak heran kalo tiap malam dia selalu mimpi buruk. Ha Yoon kayak pemuda yang baru dicampakkan gadis.

Saturday, August 24, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 4 part 3

All content from jtbc




Jun Woo balik ke sekolah. Di depan pintu kelas guru Oh ngasih tahu kalo Jung Hoo ngirim surat ke dia. Ngasih tahu kalo Jun Woo difitnah dan dipaksa pindah gara-gara dia.

Friday, August 23, 2019

Sinopsis Brotherhood episode 4


All content from Naver tv Cast/ LINE Webtoon






Sang lagi jalan sama teman-temannya. Ada Bora juga. Mereka sama-sama pakai bando. Teman-teman udah pada nggak tahan mau melepas bandonya tapi Bora melarang. Soalnya dia mau foto di rumahnya Sang. Padahal tadi udah foto.

Thursday, August 22, 2019

Sinopsis Moment at 18 episod 4 part 1


All content from jtbc


Jangan lupa klik videonya dulu sebelum mulai baca

Soo Bin dan Jun Woo berteduh di dalam telpon umum. Jun Woo ngambil sapu tangan dari kantong celananya dan memberikannya pada Soo Bin.

Tuesday, August 20, 2019

Sinopsis Moment at 18 episode 3 part 4


All content from jtbc




Soo Bin jadi nggak konsen selama di kelas. Sampai menggambar kacang polong segala. Da Heen sampai heran lihatnya. Soo Bin ngidam kacang polong apa, ya?
Soo Bin membantahya dan menghapusnya.

Jun Woo juga jadi ngelihatin Soo Bin mulu. Dia lalu nulis sesuatu di selembar kertas. Oh Je aja nggak diijinin buat lihat. Ih, Oh Je ngantuk.


Jam pelajaran selesai. Jun Woo memberikan apa yang ia tulis tadi pada Soo Bin. Itu adalah impiannya. Ia akan menghafalkannya kalo Soo Bin menulisnya dalam bahasa Inggris.

Lucu deh, saking gugupnya Jun Woo sampai kesandung pas berbalik dan mau pergi.

Bikin Soo Bin jadi senyum. Da Heen juga pingin lihat tapi nggak diijinin sama Soo Bin. Hwi Young menatapnya nggak suka. Soo Bin lalu pergi ke kamar mandi.


Eh, Soo Bin bukannya ke kamar mandi tapi malah ke tempat pemilahan sampah. Disana dia membaca impian Jun Woo

"Mimpiku adalah tidur di ruangan gelap dengan lampu mati. Saat aku kecil aku selalu tidur sendirian jadi aku tidur dengan lampu menyala. Karena aku merasa seperti zombie, hantu dan monster akan menyerangku jika aku mematikan lampu. Tapu sekarang aku juga masih tidur dengan lampu menyala. Bukan karena aku takut hantu..."

Lah kok nggak ada lanjutannya?



Soo Bin kembali ke kelas di jam pelajaran guru Oh. Dia ngirim pesan ke Jun Woo untuk belajar sepulang sekoah nanti di minimarket.

Guru Oh nanyain soal persiapan tes Free Talking. Ro Mi nanya apa dia bisa ganti pasangan?

Guru Oh melarang. Pil Sang protes. Dia juga jago bahasa Inggris.

Jun Woo ngajak Soo Bin buat belajar di taman aja.

Hwi Young melihat Soo Bin dan Jun Woo. Ia mengira kalo dia lai chatan sama Jun Woo.

Soo Bin menatap Jun Woo sambil senyum lalu mengiyakan. Jun Woo juga jadi ikut senyum bacanya.


Hwi Young nelpon Guru Son dan menanyakan soal hasil tes levelnya Soo Bin. Di saat yang sama ia melihat Soo Bin pisah sama teman-temannya dan pergi sendirian.



Soo Bin berjalan menuju tempat janjian sama Jun Woo. Nggak tahu kenapa jantungnya berdegub kencang. Apa karena lagi kesal? Gimana dia akan mengajari Jun Woo nanti?

Dia melihat Jun Woo jalan menuju parkiran sepeda. Soo Bin senang dan mau ngejar.

Jun Woo mau ngambil sepedanya tapi nggak tahu kenapa dia langsung lari setelah menjawab telpon. Soo Bin jadi bingung lihatny.

Sebelum sampai jalan Jun Woo menyempatkan diri buat ngirim permintaan maaf ke Soo Bin. Ada sesuatu yang mendesak.



Jun Woo naik taksi. Dia kayak nggak tenang gitu. Setelah sampai ia langsung berlari.

Ternyata dia datang karena ditelpon sama Jung Hoo yang lagi digangguin sama teman sekolah yang lama.

Tadinya Jun Woo mau pergi setelah memastikan kalo Jung Hoo nggak papa. Tapi anak-anak itu sepertinya pingin banget Jun Woo terlibat. Mereka mukulin Jung Hoo dan itu adalah kelemahan Jun Woo.

Meski Jun Woo sudah janji sama ibu kalo dia bakal fokus buat belajar tapi melihat temannya diperlakukan seperti itu membuat Jun Woo nggak tahan.


Jun Woo melepaskan tasnya dan menendang salah satu dari mereka. Cuman sekali aja. Habis itu dia terima dipukuli dan ditendangi.

Jung Hoo juga nggak rela Jun Woo digituin. Dia pasang badan buat melindungi Jun Woo.

Jung Hoo ngambil balok kayu dan menyerang anak-anak itu.


Terdengar suara sirine. Jun Woo mengambil tasnya dan menarik Jung Hoo buat pergi dari sana.

Saat keduanya lari mendadak kita dikasih lihat Jun Woo dan Jung Hoo kecil lagi lari sama-sama. Ibunya Jun Woo lagi ngga ada di rumah hari itu.



Jun Woo nggak ngerti kenapa Jung Ho hidup kayak gitu. Dikiranya dia dipindahin biar Jung Hoo bisa diperlakuin kayak tadi? Jung Hoo bilang kalo Jun Woo membuatnya ngerasa bersalah.

Jun Woo menyarankan agar Jung Hoo pibdah ke tempat lain. Jung Hoo ngerasanya percuma. Buat orang yang selalu kalah kayak mereka, nggak peduli ke manapun mereka pergi.

Jun Woo melarang Jung Hoo buat mikir kayak gitu. Dulu dia nggak kayak gitu kan?

Jung Hoo melihat name tag jun Woo. Semuanya nggak akan beeubah hanya karena name tag baru itu. Sejak mereka dilahirkan kehidupan mereka emangsudah berantakan.

Jung Hoo bangkit dan pergi. Jun Woo mau menahannya tapi nggak bisa.


Jun Woo menyendiri di toilet. Ia teringat masa kecilnya. Seorang diri di rumah padahal lagi ada hujan petir. Dia ketakutan.

Jung Hoo tahu-tahu datangdan menemaninya. Dia tahu kalo Jun Woo ketakutan.

Jung Hoo menenangkan Jun Woo agar nggak perlu takut karena ada dia. Jun Woo mengatakan kalo dia sendiri yang pingin tidur dengan lampu padam.

Jung Hoo bilang kalo Jun Woo pengecut. Eh, pas ada petir malah ikut teriak juga sama kayak Jun Woo.

Jun Woo mau melepas name tagnya tapi nggak bisa.



Soo Bin ternyata masih nungguin Jun Woo. Sampai akhirnya dia nyerah. Emang kayak gitu Jun Woo.

Ia lalu pulang. Di rumah lagi ada ibunya Hwi Young dan teman-temannya. Mereka merayakan keberhasilan Soo Bin karena keterima di kelasnya guru Son.

Ibunya Hwi Young pamer kalo itu gara-gara dia dan Hwi Young. Ia neminta Soo Bin untuk melakukan yang terbaik demi Hwi Young.


Ibunya Hwi Young tiba-tiba menumpahkan tehnya. Soo Bin merasa nggak suka lihat ibu sampai masuk ke bawah meja buat membersihkannya. Dia langsung masuk kamar dan menutup pintu dengan keras.


Ibu mau nyusul Soo Bin tapi pas mau keluar dari bawah meja malah kebentur. Biarpun gitu ibu masih aja bilang nggak papa.

Ibu masuk ke kamar Soo Bin dan mengajaknya untuk keluar dan duduk sama ibunya Hwi Young. Soo Bin nggak mau. Dia malu lihat ibu diperlakukan kayak pelayan.

Ibu memarahi Soo Bin dan membalikkan kalo Soo Bin yang membuatnya kayak gitu. Ia lalu menarik Soo Bin keluar dari kamar meski Soo Bin nggak mau.

Soo Bin kabur. Ibu bilangnya ke ibu Hwi Young kalo Soo Bin mengalami kram perut karena menstrulasi.


Soo Bin jalan sendirian padahal mau hujan. Jun Woo lagi di dalam bus. Dia ingat sama janjinya ke Soo Bin.

Soo Bin jalan di bawah hujan dan masih kesal sama perlakuan ibunya ke ibunya Hwi Young.

Jun Woo sudah mengambil sepedanya. Dan saat ia melihat Soo Bin ia pun berbalik. Mereka ketemu di tikungan.

"Kamu..."

"Kamu kenapa? Apa kamu nggak punya payung?"

"Enggak. Makanya aku jalan kayak gini"

"Aku juga ngak punya"



Keduanya saling menatap. Soo Bin menanyakan apa ada yang pingin Ju Woo bilang? Kenapa sama wajahnya?

Jun Woo mengatakan kalo ada yang mau dia bilang.

"Apa?"

Jun Woo nggak juga bilang. Soo Bin jadi kesal. Jun Woo emang nggak pingin bilang apa-apa. Dia bahkan pergi padahal sudah janji.

Jangan jalan di tengah hujan. Kamu akan sakit kalo kena hujan





Soo Bin sampai tersenyum dengarnya. Hal itu membuat Jun Woo jadi ikut senyum juga.

Tiba-tiba ada petir. Sontak Jun Woo menjatuhkan sepedanya, meninjak genangan air dan memayungi Soo Bin pakai tangannya.

Bersambung...